Sebelum Absen 2 Periode, Begini Kiprah Timnas Italia di Piala Dunia 2014
Serafin Unus Pasi | 3 Agustus 2022 17:41
Bola.net - Timnas Italia gagal total di Piala Dunia 2014. Alih-alih menjadi pesaing di perburuan gelar juara, Gli Azzurri justru gagal lolos dari penyisihan grup.
Ketika itu, secara mengejutkan mereka kalah bersaing dengan Uruguay dan Kosta Rika. Italia hanya menempati peringkat ketiga klasemen karena hanya mengemas tiga angka dari tiga laga.
Dalam pertandingan terakhir melawan Uruguay, Italia diwajibkan meraih tiga poin, setelah di laga sebelumya mereka hanya mengemas satu kemenangan dan satu kekalahan.
Namun, secara tragis gol sundulan dari Diego Godin mengantarkan Uruguay lolos ke babak 16 besar. Sedangkan Italia yang berada di posisi ketiga dengan raihan tiga poin harus angkat koper.
Bonucci Ungkap Kegagalan di Piala Dunia 2014
Menurut direktur tim Italia, Antonello Valentini, Prandelli terlalu pusing memikirkan statistik lawan ketimbang mengeksplorasi kelebihan tim. Pendapat Valentini diamini oleh bek Italia, Leonardo Bonucci.
"Ucapan Antonello benar. Kami menghabiskan banyak waktu menganalisis lawan. Para pemain terlalu sering berada di depan komputer mengamati statistik tim lain ketika pagi hari. Padahal, kami bisa jadi tim yang solid andai berlatih di lapangan," beber Bonucci.
Menurut pemain berusia 35 tahun itu, Prandelli seharusnya membiarkan para pemain berlatih teknik dan pendalaman taktik. Apalagi, ketika itu skuat timnas Italia diisi oleh muka-muka baru sehingga butuh penyesuaian antar pemain.
"Kami tidak memiliki banyak waktu untuk memahami satu sama lain. Alhasil, tim ini jadi tidak berbaur dan kurang kompak. Bakal lebih baik jika kami lebih sering bersama di lapangan. Tidak di depan komputer memperhatikan statistik lawan," ungkap Bonucci.
Prandelli Mengundurkan Diri
Setelah menerima hasil pahit atas Uruguay, Cesare Prandelli mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih timnas Italia.
"Pada akhir pertandingan saya berbicara dengan presiden federasi, saya telah memberitahu mereka saya akan mengundurkan diri dari posisi saya," katanya kepada wartawan, dilansir CBC.
Kegagalan memetik poin membuat Italia harus menempati urutan ketiga klasemen Grup D Piala Dunia 2014. Mario Balotelli dan kawan-kawan harus tersingkir lantaran gagal bersaing dengan Uruguay yang mengemas enam poin dan Kosta Rika yang mengumpulan tujuh poin.
Mantan pelatih Fiorentina itu merasa harus mengambil keputusan setelah melihat pencapaian buruk timnya. "Ketika ada kegagalan, orang yang bertanggung jawab harus bertanggung jawab," tambah Prandelli.
Tanpa Dukungan Suporter
Prandelli mengatakan, bahwa Italia merupakan salah satu tim yang berangkat ke Brasil tanpa dukungan suporternya. Padahal, dalam setiap laga Gli Azzurri selalu ingin merebut kemenangan bagi mereka.
"Ke depan harus ada juga kolaborasi antara klub dan rasa cinta yang lebih besar terhadap negara," beber Prandelli.
"Ketika kami pergi, kami hampir malu, karena ada ejekan dan hinaan. Kita tidak lagi punya rasa patriotisme dan lagu kebangsaan kita dicemooh di stadion. Kita harus kembali mengajarkan nilai sportivitas sebenarnya kepada akademi muda." Imbuhnya.
(Bola.net/Yoga Radyan)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesumbar Alvaro Arbeloa: Real Madrid Favorit Juara Liga Champions Musim 2025/2026!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:29
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


