Sebenarnya Apa Masalah Timnas Italia? Donnarumma Blak-blakan Ungkap Penyebabnya
Editor Bolanet | 10 Juni 2025 08:41
Bola.net - Kondisi ruang ganti Timnas Italia kembali menjadi sorotan usai hasil mengecewakan di laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Kali ini, Gianluigi Donnarumma tak segan mengakui adanya masalah internal yang berujung pada performa buruk di lapangan.
Spalletti sudah dipastikan meninggalkan kursi pelatih setelah kekalahan telak dari Norwegia. Namun, pertandingan melawan Moldova tetap menjadi ujian terakhir bagi para pemain yang ingin memberi perpisahan layak.
Sayangnya, atmosfer di Mapei Stadium justru menunjukkan suasana yang aneh dan minim semangat. Italia memang menang 2-0, tapi permainan mereka jauh dari kata meyakinkan.
Donnarumma pun angkat suara mengenai performa buruk tersebut. Dalam wawancara pascalaga, ia bicara apa adanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar skuad Azzurri.
Ada yang Salah dalam Sikap Pemain Italia

Italia menang atas Moldova, tapi Donnarumma menegaskan bahwa ada yang salah dengan sikap timnya. Ia menyebut hal itu sebagai kesalahan yang tidak boleh terjadi di level tim nasional.
Spalletti sejatinya pantas mendapatkan perpisahan yang lebih baik, namun para pemain Italia gagal menjawab ekspektasi tersebut. Donnarumma menyebut hal ini sebagai kekecewaan besar bagi seluruh tim.
"Kami bisa bermain lebih baik dan sangat mengecewakan karena sekarang dia bukan lagi pelatih kami. Kami punya sikap yang salah dalam beberapa pertandingan terakhir, dan itu sesuatu yang tidak boleh terjadi saat memakai jersey Italia," ucap Donnarumma kepada RAI Sport.
"Ini adalah hari-hari yang sulit bagi kami. Yang sebenarnya terjadi, pelatih layak mengakhiri masa jabatannya dengan kemenangan besar," imbuhnya.
Hubungan Emosional dengan Spalletti
Tak sekadar hubungan profesional, Donnarumma menyampaikan bahwa para pemain punya ikatan kuat dengan Spalletti. Bagi mereka, pelatih 65 tahun itu telah memberi lebih dari sekadar instruksi taktik.
Hal ini membuat atmosfer pertandingan terasa janggal, apalagi setelah pengumuman kepergiannya lebih dulu dilakukan sebelum laga. Kondisi ini tentu tidak membantu kepercayaan diri tim.
"Ini tidak mudah, kami menciptakan ikatan dengan pelatih dan stafnya yang lebih dari sekadar sepak bola," ungkap Donnarumma.
"Ini juga saat-saat yang sulit bagi dia. Dia sudah memberikan segalanya selama ini, dan itu membuktikan bahwa dia adalah pribadi yang hebat," lanjut kiper PSG itu.
Pemain Italia Harus Bertanggung Jawab
Donnarumma juga mengakui bahwa performa Italia tak hanya buruk di kualifikasi, tetapi juga sejak penampilan mengecewakan di EURO 2024. Ia menyebut kegagalan untuk menemukan keseimbangan sebagai hal yang paling menjengkelkan.
Menurutnya, para pemain harus berani mengambil tanggung jawab atas hasil yang mereka dapatkan. Tak cukup hanya menyalahkan pelatih dalam situasi seperti ini.
"Saya tidak tahu apa yang salah, sempat ada momen bagus setelah Euro, tapi kami tidak pernah berhasil menemukan keseimbangan, dan itu yang paling membuat frustrasi," tegasnya.
"Kami para pemain juga harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Roberto Mancini Akui Italia Sempat Kesulitan saat Kalahkan Turki 3-1
Piala Eropa 6 Oktober 2026, 05:09
-
Manchester City Kena Kasus, MU Diminta Bajak Pemain Ini
Liga Inggris 5 Oktober 2026, 14:31
-
Soal Kasus Manchester City, Roberto Mancini: Bukan Urusan Saya!
Liga Inggris 4 Oktober 2026, 16:30
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





