Selain Parkir Bus, Inilah Filosofi-filosofi Taktik Populer dalam Sepak Bola
Dimas Ardi Prasetya | 9 November 2019 03:10
Bola.net - Dalam dunia sepak bola, selain Parkir Bus, ada banyak filosofi permainan yang populer digunakan oleh para pelatih di seluruh dunia.
Filosofi Parkir Bus sempat populer beberapa musim belakangan. Taktik itu kerap digunakan oleh Jose Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu memilih bermain sepak bola secara pragmatis. Tujuannya? Cuma untuk meraih kemenangan. Persetan dengan bermain cantik.
Jose Mourinho sukses menerapkan strategi tersebut saat menangani Inter Milan untuk meredam keagresifan Barcelona pada semifinal Liga Champions 2009-2010. Saat bermain di kandang sendiri, Inter Milan berhasil mengalahkan Barcelona dengan skor 3-1 tapi dengan penguasaan bola hanya 28,8 persen.
La Beneamata menerapkan dua lapis pertahanan di sepertiga akhir lapangan. Lini belakang yang dipimpin oleh Samuel Walter tak sedikitpun meninggalkan celah.
Sementara di lini depan ada Thiago Motta yang bersiap menyapu umpan dan menghalangi pergerakan Lionel Messi dan kolega. Mereka berhasil memanfaatkan peluang serangan balik dengan tepat.
Gawang Barcelona berhasil diberondong dengan tiga gol. Padahal strategi tersebut pernah ia benci saat menukangi Chelsea pada 2004-2005. Saat itu, The Blues ditahan 0-0 oleh Tottenham Hotspur dengan strategi bertahan total.
Selain parkis bus, berikut beragam filosofi permainan yang pernah dan masih digunakan dalam pertandingan sepak bola.
Total Football
Gaya permainan itu sangat identik dengan Timnas Belanda dan tim-tim asal negeri Kincir Angin, seperti Ajax Amsterdam hingga PSV Eindhoven. Total Football merupakan gaya permainan yang mengandalkan kolektivitas tim saat melakukan serangan dan bertahan.
Saat dalam bertahan, pemain yang berposisi sebagai penyerang diwajibkan membantu pertahanan, begitu pun sebaliknya. Jadi, strategi seperti ini memungkinkan setiap pemain melakukan perubahan posisi kapan pun dia mau.
Total Football muncul kali pertama dari pemikiran Rinus Michel dan mulai populer di masyarakat pada tahun 1960 sampai 1970-an.
Kick and Rush
Kick and Rush berasal dari bahasa Inggris, yang berarti: tendang dan serbu. Gaya permainan ini memadukan dua unsur, yaitu kekuatan dan kecepatan. Charles Reep adalah orang pertama yang menerapkan gaya permainan ini.
Biasanya, gaya permainan Kick and Rush dikombinasikan dengan umpan-umpan silang dari sektor sayap. Dengan mengandalkan kecepatan dan fisik, akan banyak tercipta peluang mencetak gol. Tim-tim asal Inggris tradisional dulu sering menggunakan permainan seperti ini
Tiki Taka
Pola permainan yang menjadi ciri dari Barcelona. Pelatih yang mempopulerkannya adalah bos Manchester City saat ini, Josep Guardiola.
Permainan ini menggunakan penguasaan bola yang kuat dengan tingkat akurasi operan yang tinggi. Strategi ini juga menuntut beberapa pemain melakukan pergerakan yang cepat untuk mencari ruang kosong.
False 9
False 9 merupakan stategi yang dipopulerkan Timnas Spanyol saat diasuh oleh Vicente Del Bosque. Saat itu ia memasang Cesc Fabregas pada barisan penyerang Spanyol di Piala Eropa 2012.
Strategi ini tidak menggunakan striker murni dalam penyerangan. Strategi tersebut sukses membawa Timnas Spanyol membantai Timnas Italia 4-0 yang menerapkan strategi bertahan di final Piala Eropa 2012.
Catenaccio
Catenaccio merupakan gaya permainan yang memainkan bola di daerah pertahanan sendiri sambil menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan balik. Ciri khas taktik ini adalah man to man marking dan keberadaan pemain yang berfungsi sebagai libero.
Gaya permainan semacam ini muncul berkat buah pemikiran dua orang asal Italia dan Argentina, yakni Nereo Rocco dan Franco Helenio Herrera. Catenaccio sendiri berasal dari bahasa Italia, yang artinya gerendel.
Jogo Bonito
Jogo Bonito merupakan teknik dan taktik yang melekat dengan sepak bola Brasil. Mereka menerapkan gaya permaian yang indah dan menghibur.
Beberapa pemain akan melakukan gerakan lincah bak orang yang menari-nari di lapangan untuk mengelabui lawan. Timnas Brasil dahulu identik dengan filosofi tersebut, namun secara perlahan filosofi itu meredup.
Tango
Gaya permainan tango hampir mirip dengan jogo bonito. Namun bedanya taktik permainan tersebut memanfaatkan kelincahan dan kecepatan kaki para pemainnya.
Gaya permainan ini populer saat Timnas Argentina meraih gelar juara Piala Dunia saat diperkuat Diego Maradona.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hanif Sri Yulianto/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 8 November 2019
Baca Juga:
- Lionel Messi Diklaim Bukan Pemain yang Komplet, Benarkah Demikian?
- Tubuh Super Cristiano Ronaldo Ternyata jadi Inspirasi Pemain Juventus
- Sebenarnya Apa Sih Tugas Direktur Teknik Manchester United? Kok Kosong Begitu Lama
- Mengapa Barcelona Bisa Gigit Jari dalam Perburuan Aubameyang? Ini Alasannya
- Fakta-fakta Unik Wonderkid Real Madrid, Rodrygo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25










