Semifinal Piala Dunia 2026: 8 Pemain yang Bisa Menjadi Kunci ke Final
Gia Yuda Pradana | 14 Juli 2026 10:08
Bola.net - Semifinal Piala Dunia 2026 tinggal menyisakan empat tim terbaik yang masih bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina kini hanya membutuhkan satu kemenangan untuk mengamankan tiket ke partai puncak.
Sebanyak 44 negara sudah mengakhiri perjalanan mereka sepanjang turnamen. Kini, panggung terbesar menjadi milik para pemain kelas dunia yang siap menentukan nasib timnya pada laga krusial.
Pertandingan semifinal diprediksi berlangsung ketat karena keempat tim memiliki kualitas yang relatif seimbang. Dalam situasi seperti ini, aksi individu sering kali menjadi pembeda hasil akhir pertandingan.
Prancis akan menghadapi Spanyol pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di AT&T Stadium, Arlington. Sehari berselang, Inggris bertemu Argentina pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.
Mikel Merino Jadi Senjata Rahasia Spanyol

Mikel Merino tampil luar biasa sebagai pemain pengganti sepanjang turnamen. Gelandang Arsenal itu berkali-kali mencetak gol penentu hanya beberapa menit setelah masuk ke lapangan.
Gol kemenangan atas Belgia di perempat final dan Portugal pada babak 16 besar memperlihatkan ketenangannya saat menghadapi tekanan. Prancis wajib mewaspadai kemampuannya menciptakan kejutan pada menit-menit akhir.
Ousmane Dembele Bangkit Bersama Prancis

Ousmane Dembele akhirnya membuktikan kualitasnya setelah sempat tampil kurang maksimal pada laga pembuka. Penyerang PSG itu kini menjelma sebagai salah satu andalan utama Les Bleus.
Gol ke gawang Irak, hattrick saat menghadapi Norwegia, hingga gol penting melawan Maroko memperlihatkan peningkatan performanya. Kepercayaan dirinya menjadi modal besar saat menghadapi Spanyol.
Michael Olise Pengatur Serangan Les Bleus

Michael Olise menjadi motor kreativitas permainan Prancis dari lini tengah. Pemain Bayern Munchen itu mampu mengatur tempo sekaligus membuka ruang bagi lini depan.
Maroko sempat membatasi pergerakannya pada babak perempat final. Meski demikian, Olise tetap sanggup mengirim sembilan umpan ke sepertiga akhir lapangan yang menghasilkan peluang berbahaya.
Lamine Yamal Tetap Berbahaya

Lamine Yamal belum tampil seproduktif yang diharapkan pada debutnya di Piala Dunia. Cedera hamstring yang sempat dialaminya membuat kondisi fisiknya belum benar-benar maksimal.
Walau demikian, pemain Barcelona tersebut tetap menjadi ancaman berkat kemampuan menggiring bola dan melewati lawan. Prancis dipastikan memberikan pengawalan ketat setiap kali Yamal menguasai bola.
Harry Kane Masih Mesin Gol Inggris

Harry Kane kembali membuktikan ketajamannya sebagai ujung tombak Inggris. Kapten Three Lions itu telah mengoleksi enam gol sepanjang Piala Dunia 2026.
Dua golnya saat membalikkan keadaan melawan RD Kongo menjadi bukti naluri mencetak golnya masih sangat tajam. Argentina harus menemukan cara untuk membatasi ruang gerak sang penyerang.
Jude Bellingham Selalu Hadir di Momen Penting

Jude Bellingham terus tampil sebagai pembeda bagi Inggris pada fase gugur. Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol saat menghadapi Meksiko dan kembali mencetak dua gol ketika menyingkirkan Norwegia.
Kemampuannya muncul pada pertandingan besar menjadi nilai lebih bagi Three Lions. Inggris kembali berharap Bellingham tampil menentukan ketika menghadapi Argentina.
Kylian Mbappe Memimpin Ancaman Prancis

Kylian Mbappe kembali memperlihatkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Penyerang Real Madrid itu memimpin persaingan Sepatu Emas dengan koleksi delapan gol dan tiga assist.
Secara keseluruhan, Mbappe sudah mengemas 20 gol dari 20 pertandingan Piala Dunia sejak edisi 2018. Jika Prancis melaju ke final, kontribusinya berpeluang kembali menjadi faktor utama.
Lionel Messi Belum Kehilangan Magis

Lionel Messi membuktikan usia 39 tahun bukan penghalang untuk tetap tampil luar biasa di level tertinggi. Kapten Argentina itu langsung mencetak hattrick pada laga pembuka melawan Aljazair sebelum menambah koleksi golnya menjadi delapan.
Pengalaman dan kualitas Messi masih menjadi senjata utama Albiceleste dalam mengejar tiket final. Inggris harus bekerja ekstra keras apabila ingin menghentikan pengaruh sang legenda di laga Semifinal.
Sumber: Sports Illustrated
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kisah Harry Kane: Dari Beberapa Kali Jadi Pemain Pinjaman hingga Meraih Ballon d'Or
Bundesliga 27 Oktober 2026, 07:35
-
Bukayo Saka Raih Socrates Award di Ballon d'Or 2026
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 07:19
-
Kylian Mbappe Runner-up Ballon d'Or 2026, Yamal Peringkat 3, Rodri 4, Messi 5
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 07:06
-
Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:28
-
Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:21
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






