Swiss Berdiri di Ambang Sejarah dan Yakin Bisa Melampauinya

Gia Yuda Pradana | 6 Juli 2026 19:36
Swiss Berdiri di Ambang Sejarah dan Yakin Bisa Melampauinya
Pemain Swiss Dan Ndoye (kanan) merayakan golnya dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Swiss vs Aljazair di Vancouver, British Columbia, Kamis, 2 Juli 2026 (c) AP Photo/Abbie Parr

Bola.net - Swiss kembali berdiri di ambang sejarah setelah memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan atas Aljazair membuka peluang bagi generasi saat ini untuk melampaui pencapaian terbaik yang selama ini belum berhasil diraih.

Perjalanan menuju fase gugur bukan lagi hal baru bagi Swiss dalam beberapa turnamen terakhir. Namun, langkah mereka hampir selalu terhenti sebelum mampu menembus delapan besar.

Advertisement

Kini, keyakinan di dalam skuad terasa lebih kuat dibanding edisi-edisi sebelumnya. Penyerang Dan Ndoye percaya timnya memiliki kualitas dan mentalitas untuk mengubah cerita lama.

Lawan berikutnya adalah Kolombia yang dikenal sebagai salah satu tim paling berbahaya di turnamen ini. Meski mengakui kekuatan lawan, Swiss datang dengan rasa percaya diri bahwa sejarah baru dapat tercipta.

1 dari 3 halaman

Swiss Ingin Melangkah Lebih Jauh

Ndoye menilai kemenangan atas Aljazair menjadi titik awal dari tantangan yang sesungguhnya. Menurutnya, pertandingan gugur tidak memberi ruang sedikit pun untuk melakukan kesalahan.

"Kami tahu harus berkonsentrasi sejak menit pertama hingga menit terakhir, dan itulah yang kami lakukan sehingga akhirnya kami menang," ujar Ndoye.

Pemain Bologna itu mengakui Swiss sudah beberapa kali mencapai babak 16 besar dalam berbagai turnamen. Kali ini, target mereka jauh lebih besar, yaitu menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

"Kami sudah beberapa kali berada di posisi ini pada kompetisi sebelumnya, tetapi sekarang kami ingin melangkah lebih jauh. Mencapai perempat final Piala Dunia akan menjadi sejarah."

2 dari 3 halaman

Dukungan Suporter dan Generasi Baru Jadi Kekuatan

Antusiasme masyarakat di tanah air memberikan dorongan besar bagi para pemain. Ndoye mengaku terkesan melihat ribuan pendukung tetap merayakan kemenangan meski berlangsung pada dini hari waktu setempat.

"Melihat gambar para suporter merayakan pada pukul lima pagi di Swiss sungguh luar biasa. Melihat seluruh negara berada di belakang kami memberikan energi tambahan."

Menurut Ndoye, tim nasional saat ini tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga semakin berani memainkan sepak bola menyerang. Gaya tersebut dinilai sesuai dengan karakter para pemain muda yang membawa energi baru ke dalam tim.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Johan Manzambi yang tampil tanpa rasa takut meski masih berusia muda. Kehadiran pemain muda itu membuat permainan Swiss menjadi lebih segar dan penuh kreativitas.

3 dari 3 halaman

Kolombia Jadi Ujian Berat

Kolombia diprediksi menjadi tantangan terbesar bagi Swiss sejauh ini di Piala Dunia 2026. Ndoye menilai lawannya memiliki organisasi permainan yang kuat serta dihuni banyak pemain kelas dunia.

Meski demikian, ia percaya keseimbangan antara pertahanan dan serangan akan menjadi penentu hasil pertandingan. Baginya, menjaga gawang tetap aman sekaligus memanfaatkan peluang menjadi kunci utama.

"Kuncinya adalah tetap solid di lini belakang sambil menemukan cara untuk mencetak gol ke gawang mereka," kata Ndoye.

Ndoye menutup dengan optimisme tinggi menjelang duel tersebut. Ia yakin Swiss memiliki mentalitas, pengalaman, dan semangat pemain muda yang cukup untuk akhirnya menorehkan sejarah baru apabila mampu membuktikannya di lapangan melawan Kolombia.

Sumber: FIFA

LATEST UPDATE