Tangis Gianluigi Donnarumma Usai Italia Gagal ke Piala Dunia, Ajak Bangkit dari Keterpurukan

Aga Deta | 2 April 2026 10:56
Tangis Gianluigi Donnarumma Usai Italia Gagal ke Piala Dunia, Ajak Bangkit dari Keterpurukan
Kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, berjalan meninggalkan lapangan setelah kekalahan dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia kontra Bosnia dan Herzegovina, Rabu (1/4/2026). (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Gianluigi Donnarumma tidak mampu menahan air mata setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kiper Azzurri itu mengungkapkan kekecewaannya sekaligus mengajak tim segera bangkit dari keterpurukan.

Italia harus mengakui keunggulan Bosnia dan Herzegovina dalam final play-off. Kekalahan lewat adu penalti memastikan mereka kembali absen dari ajang Piala Dunia.

Advertisement

Dalam laga tersebut, Italia sempat unggul lebih dulu melalui gol Moise Kean. Namun situasi berubah setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah sebelum jeda.

Bosnia menyamakan kedudukan lewat Haris Tabakovic sebelum akhirnya menang 4-1 di babak adu penalti. Hasil ini membuat Italia gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.

1 dari 3 halaman

Tak Percaya Italia Tersingkir

Tak Percaya Italia Tersingkir

Pemain Italia berkumpul di tengah lapangan saat adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina di playoff Piala Dunia 2026, 1 April 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Kekalahan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi skuad Italia. Donnarumma mengaku sulit menerima kenyataan pahit yang baru saja terjadi.

Ia menilai perjuangan tim dengan 10 pemain seharusnya bisa berbuah hasil lebih baik. Namun hasil akhir justru menjadi pukulan besar bagi seluruh tim.

"Saya masih tidak percaya kami tersingkir seperti ini setelah bermain dengan 10 orang. Kami berjuang hingga adu penalti dan sebenarnya bisa mencetak tiga atau empat gol," ujar Donnarumma.

"Ini benar-benar kekecewaan besar bagi semua orang. Anak-anak Italia akan melihat Piala Dunia lagi tanpa Italia, dan itu menyedihkan," lanjut Donnarumma.

2 dari 3 halaman

Seruan Bangkit dan Percaya

Seruan Bangkit dan Percaya

Reaksi pemain Italia setelah kalah dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bosnia vs Italia di Zenica, 1 April 2026 (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Donnarumma menegaskan bahwa Italia tidak boleh larut dalam kesedihan. Ia mengajak seluruh tim untuk menemukan kekuatan baru setelah kegagalan ini.

Menurutnya, keberanian untuk memulai kembali menjadi hal yang sangat penting. Ia juga menekankan arti kebersamaan dalam menghadapi situasi sulit.

"Setelah kekecewaan sebesar ini, kita harus menemukan keberanian untuk membuka lembaran baru. Untuk melakukannya, kita membutuhkan kekuatan, gairah, dan keyakinan," kata Donnarumma.

"Kita harus selalu percaya. Itulah yang mendorong kita untuk terus maju dan membawa Italia kembali ke tempat yang seharusnya," tegas Donnarumma.

3 dari 3 halaman

Kegagalan yang Menyakitkan

Kegagalan yang Menyakitkan

Starting XI Timnas Italia saat melawan Timnas Bosnia-Herzegovina di final playoff Piala Dunia 2026, 1 April 2026 di Zenica. (c) AP Photo/Armin Durgut

Italia kembali mencatatkan sejarah kelam dengan gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Situasi ini menunjukkan krisis yang tengah melanda sepak bola negara tersebut.

Meski begitu, Donnarumma tetap melihat adanya semangat juang dalam tim. Ia berharap pengalaman pahit ini bisa menjadi titik awal perubahan.

"Kata-kata saat ini mungkin tidak banyak berarti, itu benar. Tetapi ada sesuatu yang saya rasakan kuat di dalam diri saya dan ingin saya bagikan," ucap Donnarumma.

"Dari sinilah kita harus memulai lagi. Bersama-sama, sekali lagi, untuk membawa Italia kembali ke tempat yang layak," tutup Donnarumma.

Sumber: FotMob