Timnas Inggris Pernah Begitu Manja: Minta Jalan-Jalan ke Mall dan Main Gim
Richard Andreas | 14 Oktober 2019 09:40
Bola.net - Mantan pelatih Timnas Inggris, Sven-Goran Eriksson membongkar satu rahasia terbesar yang pernah membuatnya tercengang. Eriksson terkejut saat mendapati pemain-pemain Inggris selalu dimanjakan dengan pelayanan maksimal.
Eriksson menangani Inggris untuk Piala Dunia 2002 dan 2006, juga Euro 2004. Artinya, saat itu dia memimpin tim yang dipuji sebagai generasi emas Inggris.
Ada David Beckham, Frank Lampard, Steven Gerrard, Wayne Rooney, Rio Ferdinand, John Terry, Gary Neville. Sebut saja, hampir semua pemain terbaik Inggris berkumpul dalam satu tim.
Menangani tim bertabur bintang seperti itu jelas tidak mudah, Eriksson harus bisa menemukan kombinasi terbaik di lapangan. Namun, ternyata dia jauh lebih kesulitan mengatasi sikap pemain di luar lapangan.
Seperti apa kisahnya? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Ingin Dimanja dan Dihibur
Meski bertabur bintang, Inggris kala itu gagal meraih trofi mayor apa pun. Eriksson mungkin patut disalahkan karena taktik yang tidak tepat, tapi ternyata ada masalah lain di luar lapangan.
"Salah satu kejutan terbesar adalah saat itu pemain-pemain Inggris harus dihibur, selalu. Pesepak bola Italia cukup minum kopi bersama dan duduk selama dua jam, berbicara, tertawa bersama. Pemain Inggris tidak bisa," buka Eriksson kepada The Times.
"Saya ingat pada beberapa pertandingan tandang pertama, Beckham datang kepada saya dan berkata: 'besok siang tidak ada latihan. Bisakah kami pergi berbelanja?' Saya berkata: 'belanja? Pesepak bola belanja?' Dia menjawab lagi: 'ya, kami pergi ke mall'."
Seperti Anak-Anak
Sifat seperti itulah yang ternyata merugikan Inggris. Pemain-pemain terlalu dimanja, terlalu diistimewakan. Akhirnya, mereka justru melupakan tugas paling penting: tampil sebaik mungkin di lapangan.
"Pada Piala Dunia di Jepang, saya pergi melihat hotel kami dan mereka menjelaskan: 'inilah ruang bermain'. Saya menjawab: 'apa maksud Anda, ruang bermain? Bukankah kami bermain di luar?' Mereka berkata tidak, itu memang ruang bermain," lanjut Eriksson.
Ternyata, ruang bermain yang dimaksud diisi dengan berbagai hiburan. Meja untuk bermain kartu, gim-gim arcade (ding dong), PlayStation, dan banyak fasilitas lainnya.
"Apa yang sudah dilakukan FA luar biasa. Rasanya seperti pergi ke Las Vegas. Saya berkata: 'bukankah ini untuk anak-anak?' Mereka menjawab: 'memang mereka [para pemain] analk-anak.' Luar biasa," tutupnya.
Sumber: Times
Baca ini juga ya!
- Harry Maguire Sebut Timnas Inggris Ketularan Penyakit Ceroboh Mudah Kebobolan
- Kisah Eks Pelatih Inggris dalam Mengatasi Keras Kepalanya Sir Alex Ferguson
- Prediksi Bulgaria vs Inggris 15 Oktober 2019
- Dikalahkan Republik Ceko, Harry Kane: Ini Tamparan yang Bagus untuk Inggris!
- Gareth Southgate: Inggris Memang Layak Kalah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Miami Juara MLS 2025, Ini Kata-kata Penuh Haru Sir David Beckham
Bola Dunia Lainnya 7 Desember 2025, 07:03
LATEST UPDATE
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Hasil Persijap vs Persis: Tanpa Gol di Stadion Gelora Bumi Kartini
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37


















