Perjalanan Argentina ke Final Piala Dunia 2026: Diwarnai Comeback demi Comeback

Perjalanan Argentina ke Final Piala Dunia 2026: Diwarnai Comeback demi Comeback
Pemain Argentina Lionel Messi (kiri) dan Lautaro Martinez melakukan selebrasi di akhir laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Rebecca Blackwell

Bola.net - Argentina kembali membuktikan kapasitasnya sebagai juara bertahan dengan melangkah ke final Piala Dunia 2026. Tim asuhan Lionel Scaloni akan menghadapi Spanyol di MetLife Stadium, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Perjalanan menuju partai puncak tidak diraih dengan mudah. Albiceleste berkali-kali dipaksa bekerja keras sebelum akhirnya keluar sebagai pemenang.

Lionel Messi menjadi figur sentral sepanjang turnamen. Delapan gol yang dicetak sang kapten ikut mengantarkan Argentina menjadi tim paling produktif dengan koleksi 19 gol.

Kini, tantangan terakhir sudah menanti. Argentina berpeluang mempertahankan gelar sekaligus menjadi tim pertama yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.

Awal Sempurna di Fase Grup

Argentina membuka turnamen dengan kemenangan 3-0 atas Aljazair. Messi langsung mencetak hattrick pada laga internasional ke-200 sehingga menyamai rekor 16 gol Piala Dunia milik Miroslav Klose.

Laga kedua menghadapi Austria juga menjadi panggung Messi meski sempat gagal mengeksekusi penalti. Dua golnya memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengantar Argentina lolos lebih awal ke fase gugur.

Fase grup ditutup dengan kemenangan 3-1 atas Yordania. Giovani Lo Celso, Lautaro Martinez, dan Messi bergantian mencatatkan nama di papan skor.

Fase Gugur Penuh Ketegangan

Ujian pertama hadir saat menghadapi Cape Verde pada babak 32 besar. Argentina dua kali unggul, tetapi lawan selalu mampu menyamakan kedudukan hingga pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Kemenangan akhirnya diraih dengan skor 3-2 berkat gol bunuh diri pada menit ke-111. Situasi serupa kembali terjadi ketika menghadapi Mesir di babak 16 besar.

Argentina tertinggal dua gol hingga menit ke-67 sebelum Cristian Romero dan Messi memperkecil ketertinggalan. Enzo Fernandez kemudian mencetak gol kemenangan pada masa injury time untuk mengunci skor 3-2.

Lolos Lewat Adu Mental

Swiss memberi perlawanan sengit pada perempat final. Alexis Mac Allister membuka keunggulan Argentina, tetapi Dan Ndoye membuat skor kembali imbang.

Keunggulan jumlah pemain setelah Breel Embolo menerima kartu merah dimanfaatkan Argentina pada babak tambahan. Julian Alvarez dan Lautaro Martinez memastikan kemenangan 3-1 sekaligus mengantar Albiceleste ke semifinal.

Semifinal melawan Inggris kembali menghadirkan ujian mental. Setelah tertinggal lewat gol Anthony Gordon, Argentina membalas melalui Enzo Fernandez sebelum Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada menit 90+2.

Messi Memimpin Jalan Menuju Partai Puncak

Messi bukan hanya menjadi mesin gol Argentina sepanjang turnamen. Pengaruhnya juga terasa pada momen-momen penting ketika tim membutuhkan inspirasi untuk bangkit dari tekanan.

Selain delapan gol, kapten Albiceleste itu juga terus menjadi pusat permainan yang membuka ruang bagi rekan-rekannya. Pengalaman dan ketenangannya menjadi modal penting menjelang laga final.

Final Menanti, Spanyol Jadi Ujian Terakhir

Argentina kini tinggal selangkah lagi mempertahankan mahkota juara dunia. Di sisi lain, Spanyol berbekal kepercayaan diri tinggi setelah hanya sekali kebobolan sepanjang turnamen.

Partai final diprediksi menjadi benturan dua filosofi permainan yang sama-sama efektif. Argentina mengandalkan produktivitas lini depan, sedangkan Spanyol membawa pertahanan kokoh dan penguasaan bola yang disiplin.

Sumber: FIFA