Trauma Panjang Timnas Italia: Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022
Gia Yuda Pradana | 31 Maret 2026 17:00
Bola.net - Timnas Italia kini berada di titik penting, yakni final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026. Laga melawan Bosnia dan Herzegovina menjadi kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang sejak terakhir tampil pada 2014.
Tekanan besar menyelimuti Timnas Italia karena dua kegagalan beruntun di kualifikasi sebelumnya. Catatan itu masih membekas dan menjadi bayang-bayang yang sulit dihapus.
Kini, di bawah arahan Gennaro Gattuso, Gli Azzurri mencoba bangkit. Kemenangan atas Irlandia Utara di semifinal play-off memberi sedikit harapan.
Dua kegagalan menuju Piala Dunia 2018 dan 2022 menjadi titik terendah dalam sejarah modern Timnas Italia. Sekarang, mereka berusaha menghapusnya.
Gagal Total di Era Ventura (2018)
Kegagalan Timnas Italia menuju Piala Dunia 2018 menjadi kejutan besar di sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya sejak 1958, mereka absen dari putaran final.
Saat itu, Italia dilatih oleh Gian Piero Ventura yang datang dengan ekspektasi tinggi. Namun, pendekatan taktiknya dinilai tidak mampu memaksimalkan kualitas pemain.
Skuad Italia sebenarnya dipenuhi nama besar seperti Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, hingga Lorenzo Insigne. Meski demikian, performa tim tidak stabil sepanjang fase kualifikasi.
Italia harus puas finis di bawah Spanyol setelah kalah 0-3 di Santiago Bernabeu. Hasil itu memaksa mereka menjalani jalur play-off.
Tersingkir oleh Swedia di Play-off
Di babak play-off, Italia menghadapi Swedia dalam dua leg penentuan. Kekalahan 0-1 di leg pertama menjadi pukulan awal yang berat.
Pada leg kedua di San Siro, Italia gagal mencetak gol dan hanya bermain imbang 0-0. Agregat 0-1 memastikan mereka tersingkir secara menyakitkan.
Keputusan Ventura yang tidak memainkan Insigne menuai kritik tajam. Tim kesulitan membongkar pertahanan lawan tanpa kreativitas di lini serang.
Kekalahan ini memicu krisis besar di sepak bola Italia. Ventura dipecat dan federasi mendapat tekanan untuk melakukan perubahan menyeluruh.
Euforia Euro Berujung Petaka (2022)
Empat tahun berselang, Timnas Italia kembali gagal ke Piala Dunia 2022. Ironisnya, kegagalan ini terjadi setelah mereka menjuarai Euro 2020.
Di bawah asuhan Roberto Mancini, Italia tampil dominan dalam banyak laga. Namun, efektivitas menjadi masalah utama.
Dua hasil imbang melawan Swiss menjadi titik krusial. Dua penalti gagal dari Jorginho berdampak besar pada posisi akhir klasemen.
Italia akhirnya finis sebagai runner-up dan kembali masuk jalur play-off. Situasi ini membuka risiko besar yang akhirnya menjadi kenyataan.
Kejutan dari Makedonia Utara
Di semifinal play-off, Italia menghadapi Makedonia Utara. Mereka mendominasi pertandingan di Renzo Barbera, tetapi gagal mencetak gol.
Petaka datang di masa injury time lewat gol Aleksandar Trajkovski. Kekalahan 0-1 langsung mengakhiri mimpi Italia ke Piala Dunia.
Kegagalan ini menunjukkan masalah utama di lini depan. Ketergantungan pada Ciro Immobile tidak menghasilkan efektivitas yang diharapkan.
Selain itu, faktor mental pasca-Euro dan regenerasi pemain turut memengaruhi performa tim. Kombinasi ini membuat Italia kembali terpeleset di momen krusial.
Dua kegagalan tersebut menjadi pelajaran penting bagi Timnas Italia. Kini, mereka menghadapi ujian baru dengan harapan menghapus trauma panjang itu.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026
Piala Eropa 1 Oktober 2026, 14:52
-
Cetak Gol di Debut Timnas Italia, Michael Kayode: Ini Beneran Kan?
Piala Eropa 29 September 2026, 07:24
-
Babat Turki, Roberto Mancini Acungi Jempol Penampilan Timnas Italia
Piala Eropa 29 September 2026, 05:40
-
Man of the Match Turki vs Italia: Pio Esposito
Piala Eropa 29 September 2026, 04:05
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18








