Usai Jinakkan Ceko, Korea Selatan Kini Incar Meksiko di Piala Dunia 2026

Afdholud Dzikry | 15 Juni 2026 14:07
Usai Jinakkan Ceko, Korea Selatan Kini Incar Meksiko di Piala Dunia 2026
Pemain Korea Selatan melakukan huddle jelang kickoff Piala Dunia 2026 melawan Ceko, 12 Juni 2026. (c) AP Photo/Moises Castillo

Bola.net - Korea Selatan membuka Grup A Piala Dunia 2026 dengan kemenangan penting 2-1 atas Ceko di Estadio Guadalajara, Jumat (12/5/2026) lalu. Di balik hasil itu, nama Hwang In-Beom mencuat sebagai pembeda lewat satu gol dan satu assist yang mengubah arah pertandingan.

Gelandang Feyenoord itu tampil tenang di tengah tekanan dan jadi motor kebangkitan Taegeuk Warriors. Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga dorongan moral untuk menghadapi laga berikutnya yang jauh lebih berat.

Advertisement

Biasanya sorotan tertuju pada Son Heung-Min atau Lee Kang-In, tapi kali ini Hwang mengambil panggung utama. Ia muncul di momen yang tepat, saat tim butuh pegangan di lini tengah untuk membalikkan keadaan.

Setelah laga ini, fokus Hwang langsung bergeser. Meksiko sudah menunggu, dan tantangannya jelas tidak akan lebih ringan.

1 dari 3 halaman

Tatap Meksiko dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Korea Selatan praktis tidak punya banyak waktu untuk merayakan kemenangan. Laga melawan tuan rumah Meksiko sudah di depan mata, dan atmosfernya diprediksi jauh lebih menekan.

Hwang sendiri melihat kemenangan atas Ceko sebagai langkah awal yang penting. Tapi ia juga sadar, fase grup belum memberi ruang untuk lengah sedikit pun.

“Menurut saya, kemenangan di pertandingan pertama ini sangat penting untuk melanjutkan ke laga-laga berikutnya,” ujar Hwang In-Beom kepada ESPN.

“Kami sudah menunjukkan kualitas sebagai tim, bukan hanya dari sisi permainan, tapi juga semangat kami. Saya bangga dengan tim ini,” tambahnya.

2 dari 3 halaman

Mentalitas Pantang Menyerah Saat Gulung Ceko

Laga kontra Ceko memperlihatkan sisi lain dari Korea Selatan: tidak mudah runtuh saat tertinggal. Mereka sempat kebobolan lewat Ladislav Krejci, tapi permainan justru makin rapi setelah itu.

Hwang jadi pusat perubahan ritme permainan. Ia terlibat langsung dalam proses serangan dan ikut mengarahkan transisi yang akhirnya berbuah gol penentu Oh Hyeon-Gyu.

Menariknya, performa itu datang tak lama setelah ia pulih dari cedera pergelangan kaki. Tidak sepenuhnya ideal, tapi justru terlihat semakin matang di lapangan.

“Itu pertandingan yang bagus, bukan hanya untuk saya tapi juga untuk tim,” kata Hwang.

“Tidak mudah bangkit setelah kebobolan duluan, apalagi mereka kuat bertahan. Tapi kami tidak berhenti,” lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Peran Vital sang Jenderal Lapangan Tengah Korsel

Pengalaman Hwang di Eropa membuatnya jadi salah satu pemain paling stabil di lini tengah Korea Selatan. Ia bisa bermain fleksibel, menyesuaikan ritme, dan membaca situasi tanpa banyak panik.

Saat Son Heung-Min ditarik keluar di babak kedua, peran kepemimpinan di lapangan perlahan berpindah ke Hwang. Ia menjaga tempo dan memastikan tim tetap berada di jalur permainan yang sama.

Di laga berikutnya, peran itu kemungkinan akan kembali krusial. Apalagi lawan seperti Meksiko biasanya bermain dengan dukungan atmosfer stadion yang cukup intens.

“Kami memberikan segalanya sampai akhir, dan saya bangga dengan rekan-rekan setim,” ujar Hwang menutup komentarnya.

Pertandingan melawan Meksiko akan menjadi ujian lanjutan untuk Korea Selatan. Dan di tengah semua tekanan itu, Hwang In-Beom tampaknya akan tetap jadi poros utama yang menentukan arah permainan mereka.

LATEST UPDATE