UEFA Pertimbangkan Boikot Piala Dunia karena Rencana Investasi FIFA

UEFA Pertimbangkan Boikot Piala Dunia karena Rencana Investasi FIFA
Presiden Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) bertepuk tangan saat kapten Spanyol Rodri mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 usai laga final di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026 (c) AP Photo/Ashley Landis

Bola.net - UEFA dilaporkan mempercepat rencana menggelar pertemuan darurat untuk membahas kemungkinan boikot Piala Dunia akibat rencana investasi FIFA. Badan sepak bola Eropa itu menilai proposal tersebut telah melewati batas dalam pengelolaan sepak bola dunia.

Menurut sumber kepada ESPN, pertemuan 55 asosiasi anggota UEFA sangat mungkin digelar secara virtual sebelum akhir pekan ini. Agenda utama pertemuan tersebut adalah menyatukan sikap terkait rencana FIFA mencari pendanaan dari investor eksternal.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya mengumumkan rencana membentuk FIFA Forward Enterprise atau FFE. Badan baru itu nantinya akan menangani operasi komersial dan penyelenggaraan turnamen, termasuk Piala Dunia putra dan putri.

FIFA ingin mendapatkan dana hingga 20 miliar dolar AS melalui penjualan sebagian ekuitas kepada investor. Namun, UEFA menilai langkah tersebut dapat mengubah arah tata kelola sepak bola secara global.

UEFA Menolak Rencana Investasi FIFA

UEFA Menolak Rencana Investasi FIFA

Timnas Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Ashley Landis

UEFA memberikan respons keras terhadap rencana FIFA tersebut. Mereka menyatakan sepak bola bukan sesuatu yang dapat dijual kepada pihak luar.

"Sepak bola bukan milik FIFA untuk dijual," tulis UEFA dalam pernyataannya. Mereka menilai jiwa dan tata kelola sepak bola bukan aset yang bisa diperdagangkan tanpa transparansi.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga menjadi salah satu tokoh publik yang mengkritik proposal tersebut. Ia menyatakan bahwa sepak bola tidak dimiliki oleh investor.

Sumber kepada ESPN menyebut terdapat penolakan kuat di internal UEFA terhadap rencana FIFA. Mereka menilai keputusan tersebut dapat berdampak besar terhadap masa depan olahraga paling populer di dunia.

Ancaman Boikot Kembali Digunakan UEFA

Ancaman Boikot Kembali Digunakan UEFA

FILE - Presiden Donald Trump mengangkat kartu merah saat bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Selasa, 28 Agustus 2018 (c) AP Photo/Evan Vucci, File

UEFA sebelumnya pernah menggunakan ancaman boikot untuk menentang rencana FIFA menggelar Piala Dunia setiap dua tahun pada 2021. Proposal tersebut akhirnya ditinggalkan setelah mendapat banyak penolakan.

Kini, ancaman serupa kembali muncul untuk menghadapi rencana investasi FIFA. UEFA berharap pertemuan dengan seluruh asosiasi anggota dapat menghasilkan sikap bersama.

FIFA menyebut FFE akan mengumpulkan dana hingga 4,2 miliar dolar AS pada akhir tahun ini. Dana tersebut berasal dari investor jangka panjang yang membeli kepemilikan minoritas tanpa kendali penuh.

Infantino menyebut langkah tersebut bertujuan untuk memperluas perkembangan sepak bola di seluruh dunia. Namun, UEFA tetap mempertanyakan transparansi dan dampak jangka panjang dari rencana tersebut.

FIFA Klaim Rencana Baru Bermanfaat bagi Sepak Bola

FIFA Klaim Rencana Baru Bermanfaat bagi Sepak Bola

Presiden FIFA, Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers jelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City, 10 Juni 2026. (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

FIFA menjelaskan bahwa FFE akan tetap berada di bawah kendali penuh organisasi tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa keputusan terkait regulasi, kompetisi, kalender pertandingan, dan urusan olahraga tetap menjadi kewenangan FIFA.

Dalam pernyataannya, FIFA menyebut program baru itu dapat meningkatkan dana pengembangan untuk 211 anggota federasi. Setiap negara anggota berpotensi menerima dana lebih besar hingga tahun 2038 melalui program FIFA Fast-Forward.

FIFA memperkirakan pendapatan dari Piala Dunia 2026 mencapai rekor sekitar 12 miliar dolar AS. Namun, UEFA masih mempertanyakan bagaimana pendapatan tersebut akan dikelola dan dibagikan.

Rencana investasi ini juga muncul setelah hubungan politik antara Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan. Hingga kini belum ada jadwal resmi mengenai keputusan akhir FIFA terkait proposal tersebut.

Sumber: ESPN