Vozinha, Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi dan Jadi Pahlawan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Ari Prayoga | 16 Juni 2026 02:47
Bola.net - Debut bersejarah Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 semakin terasa istimewa berkat sosok seorang veteran bernama Vozinha. Di usia yang telah menginjak 40 tahun, penjaga gawang itu tampil luar biasa dan menjadi tembok kokoh yang menggagalkan kemenangan Spanyol pada laga perdana Grup H.
Banyak pihak menjagokan Spanyol sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia tahun ini. Skuad La Roja dipenuhi pemain berkualitas di setiap lini dan diprediksi mampu melaju jauh hingga partai final yang akan digelar di New Jersey pada 19 Juli mendatang.
Namun, perjalanan menuju trofi ternyata tidak akan mudah. Tanjung Verde, yang tampil untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia, sukses memberikan kejutan besar dengan menahan imbang juara Eropa tersebut tanpa gol.
Tampil Heroik Saat Menghadapi Spanyol

Dalam pertandingan yang berlangsung berat sebelah di atas kertas, Spanyol mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Tanjung Verde. Meski demikian, mereka gagal menemukan jalan menuju gawang lawan.
Salah satu faktor utama di balik hasil mengejutkan tersebut adalah penampilan gemilang Vozinha. Kiper senior itu berkali-kali melakukan penyelamatan penting dan membuat para penyerang Spanyol frustrasi sepanjang laga.
Data pertandingan menunjukkan Spanyol mencatatkan expected goals (xG) sebesar 1,73. Namun seluruh peluang tersebut berhasil dimentahkan oleh sang penjaga gawang yang tampil bak dinding hidup di bawah mistar.
Vozinha tercatat melakukan tujuh penyelamatan penting dan mencegah sekitar 1,46 gol yang secara statistik seharusnya bisa dicetak Spanyol.
Bukan Bintang Liga Top Eropa

Menariknya, performa luar biasa tersebut datang dari pemain yang tidak pernah berkarier di klub elite Eropa.
Saat ini Vozinha memperkuat klub Portugal, Chaves, yang bermain di Liga Portugal 2 atau kasta kedua sepak bola Portugal. Pada musim 2025/26, ia tampil dalam 19 pertandingan dan mencatatkan enam clean sheet, membantu timnya finis di posisi kesembilan klasemen.
Sebelumnya, ia juga sempat membela beberapa klub seperti AEL Limassol dari Siprus dan Zimbru Chisinau dari Moldova.
Catatan kariernya mungkin tidak terlalu mencolok jika dibandingkan dengan para kiper top dunia. Namun penampilannya saat menghadapi Spanyol membuktikan bahwa pengalaman dan mentalitas bisa menjadi pembeda di panggung terbesar sepak bola dunia.
Terlambat Menjadi Profesional, Kini Jadi Inspirasi Bangsa

Perjalanan karier Vozinha juga jauh dari kata mudah. Kiper kelahiran Mindelo itu baru menjadi pesepak bola profesional saat berusia 25 tahun, usia yang bagi banyak pemain justru menjadi masa puncak karier.
Platform media terbesar Tanjung Verde, IAMCVBP, mengisahkan bagaimana Vozinha tumbuh dengan mengidolakan nama-nama besar seperti Kanu, Jay-Jay Okocha, Ronaldo, hingga Zinedine Zidane. Saat itu, ia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari anak-anak Cape Verde akan memandangnya dengan kekaguman yang sama.
Selama hampir 15 tahun membela tim nasional Cape Verde, Vozinha dikenal sebagai sosok yang tenang, konsisten, dan penuh dedikasi. Bahkan dalam beberapa kesempatan, ia sempat mempertimbangkan untuk pensiun dari sepak bola internasional.
Namun rekan-rekan setimnya meminta dirinya bertahan karena mereka yakin mimpi besar Tanjung Verde menuju Piala Dunia semakin dekat.
Keputusan itu akhirnya terbayar lunas.
Tanjung Verde berhasil mengalahkan Eswatini 3-0 dalam laga kualifikasi yang memastikan langkah mereka ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Momen tersebut disambut penuh haru oleh masyarakat Tanjung Verde di berbagai penjuru dunia, mulai dari Praia dan Mindelo hingga komunitas diaspora mereka di Rotterdam, Lisbon, Boston, dan Brockton.
Vozinha bahkan menyebut keberhasilan itu sebagai "momen terbaik dalam hidupnya".
Asal Usul Nama Vozinha
Nama Vozinha menarik perhatian banyak penonton karena terpampang di punggung seragamnya saat tampil dalam laga bersejarah melawan Spanyol. Dalam bahasa Inggris, "Vozinha" dapat diartikan sebagai "Voice" atau suara, julukan yang dianggap cocok dengan perannya sebagai pemimpin di lapangan.
Saat ini Vozinha bermain di kompetisi kasta kedua Portugal. Julukan tersebut ternyata telah melekat sejak masa kecilnya di Pulau Sao Vicente, Tanjung Verde.
Dalam sebuah wawancara dengan FIFA, Vozinha mengungkapkan bahwa nama tersebut berasal dari keluarganya, khususnya sang kakek dan nenek yang membesarkannya sejak kecil.
"Saya tidak pernah tinggal bersama orang tua. Saat saya lahir, ayah sedang menjalani wajib militer dan ibu harus bekerja keras. Karena itu saya tumbuh bersama kakek dan nenek," ungkapnya.
Perjalanan kariernya kemudian membawanya merantau ke Angola untuk bermain bersama klub Progresso. Saat itulah julukan Vozinha mulai digunakan secara resmi dalam karier profesionalnya.
Ketika tiba di Angola, ia mendapati ada penjaga gawang lain yang juga bernama Josimar. Tidak ingin menggunakan nama Josimar II di punggung jersey, ia memutuskan memakai nama panggilan yang telah dikenal oleh keluarga dan teman-temannya sejak kecil.
Keputusan tersebut ternyata bertahan hingga kini dan menjadi identitas yang dikenal dunia sepak bola internasional.
Mimpi Tanjung Verde Kini Menjadi Kenyataan
Di usia 40 tahun, ketika banyak pemain telah gantung sepatu atau menikmati masa akhir karier, Vozinha justru menorehkan babak paling bersejarah dalam hidupnya.
Ia bukan hanya seorang penjaga gawang, tetapi simbol perjuangan dan ketekunan bagi negaranya. Dari pemain yang terlambat menjadi profesional hingga menjadi pahlawan di panggung Piala Dunia, kisah Vozinha menjadi bukti bahwa mimpi tidak mengenal batas usia.
Dan setelah berhasil membuat Spanyol kehilangan dua poin di laga pembuka, mimpi besar Tanjung Verde kini bukan lagi sekadar cerita indah. Berkat sosok seperti Vozinha, negara kecil dari Afrika itu mulai menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan di Piala Dunia 2026.
Klasemen Grup H Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



