Tunisia Resmi Pecat Sabri Lamouchi Usai Dihajar Swedia di Laga Pertama Piala Dunia 2026

Tunisia Resmi Pecat Sabri Lamouchi Usai Dihajar Swedia di Laga Pertama Piala Dunia 2026
Sabri Lamouchi ketika memimpin Tunisia dalam laga Piala Dunia 2026 versus Swedia, 15 Juni 2026. (c) AP Photo/Moises Castillo

Bola.net - Federasi Sepak Bola Tunisia mengambil keputusan cepat menyusul hasil buruk yang diraih tim nasional mereka pada ajang Piala Dunia 2026. Sabri Lamouchi resmi tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala tak lama setelah Tunisia melakoni pertandingan perdana di turnamen tersebut.

Pengumuman itu disampaikan pada Senin (15/6/2026), setelah Tunisia menelan kekalahan mencolok dengan skor 1-5 dari Swedia dalam laga pertama fase grup. Hasil tersebut langsung memunculkan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim dan jajaran kepelatihan.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah di media sosial federasi, pihak otoritas sepak bola Tunisia memastikan bahwa hubungan kerja dengan Lamouchi telah berakhir.

“Telah tercapai kesepakatan resmi untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih Sabri Lamouchi,” demikian bunyi pernyataan federasi. Mereka juga menjelaskan bahwa proses penunjukan Mondher Kebaier sebagai pelatih interim sedang dilakukan untuk memimpin tim hingga keputusan permanen ditetapkan.

Keputusan tersebut menjadi salah satu pergantian pelatih tercepat yang terjadi sepanjang Piala Dunia 2026. Lamouchi bahkan belum sempat memimpin Tunisia pada pertandingan kedua sebelum akhirnya kehilangan jabatannya.

Posisi Lamouchi Sudah Tertekan Sebelum Turnamen Dimulai

Posisi Lamouchi Sudah Tertekan Sebelum Turnamen Dimulai

Sabri Lamouchi ketika memimpin Tunisia dalam laga Piala Dunia 2026 versus Swedia, 15 Juni 2026. (c) AP Photo/Moises Castillo

Sorotan terhadap Lamouchi sebenarnya sudah muncul jauh sebelum kick-off Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 54 tahun itu kesulitan mendapatkan kepercayaan publik setelah Tunisia kalah telak 0-5 dari Belgia dalam laga persahabatan yang berlangsung di Brussels.

Kekalahan besar tersebut memunculkan tanda tanya mengenai kesiapan Tunisia menghadapi persaingan di level tertinggi sepak bola internasional. Saat kemudian dihancurkan Swedia pada laga pembuka, tekanan terhadap Lamouchi pun semakin sulit dibendung.

Lamouchi sendiri baru dipercaya menangani Tunisia pada Januari 2026. Namun masa kepemimpinannya berakhir jauh lebih cepat dari perkiraan karena federasi memilih melakukan perubahan demi menjaga peluang tim bertahan di persaingan fase grup.

Dua Pertandingan Krusial Masih Menanti Tunisia

Dua Pertandingan Krusial Masih Menanti Tunisia

Starting XI Tunisia saat melawan Swedia di Piala Dunia 2026 Grup F, pada 15 Juni 2026. (c) AP Photo/Moises Castillo

Walaupun mengawali kompetisi dengan hasil yang mengecewakan, kesempatan Tunisia untuk melangkah ke babak berikutnya masih belum sepenuhnya hilang.

Mereka masih memiliki dua pertandingan penting yang akan menentukan nasib di fase grup. Tunisia dijadwalkan berhadapan dengan Jepang pada Sabtu mendatang di stadion yang sama ketika mereka kalah dari Swedia. Setelah itu, mereka akan menjalani laga terakhir grup melawan Belanda di Kansas City.

Pihak federasi berharap pergantian pelatih dapat membawa dampak positif dan membangkitkan kembali kepercayaan diri tim menjelang dua pertandingan yang sangat menentukan tersebut.