Buffon: Saya Sangat Marah!
Editor Bolanet | 29 Juni 2012 07:19
- Gianluigi Buffon mengaku sangat berang melihat performa di menit-menit akhir pertandingan melawan .
Azzurri cukup mendominasi permainan dan unggul dua gol di babak pertama semifinal konta Jerman, Jumat (29/6). Tapi, mereka membuang sejumlah peluang untuk menambah gol dan mengakhiri perlawanan Jerman.
Gol Mesut Ozil dari titik putih menjelang bubaran membuat mesin Jerman, yang sebelumnya sudah nyaris mati, kembali menyala. Italia dipaksa bertahan dan bahkan terancam kehilangan keunggulan karena Jerman membombardir lini belakang mereka di sisa waktu yang ada.
Tidak ada gol lagi yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan dan Italia pun berhak menantang di partai pamungkas.
Buffon berkata bahwa dia lega, tapi pada saat yang bersamaan juga tidak bisa menutupi rasa frustasinya.
Kami bertanding dengan tujuan prestisius (juara Eropa), jadi bermain api seperti pada lima menit terakhir itu sungguh tidak bisa dibenarkan, ucap kiper dan kapten Italia tersebut.
Seandainya mereka beruntung memaksakan skor 2-2, kami bisa saja kalah 2-9 di extra-time. Ini Piala Eropa, jadi kami tak boleh menganggapnya enteng.
Terlepas dari menurunnya performa Italia di menit-menit akhir, Buffon menilai bahwa, secara keseluruhan, mereka telah memainkan sebuah pertandingan yang hebat.
Pertandingan yang hebat. Saya bersyukur semua berakhir dengan indah bagi kami, kata Buffon. (foti/gia)
Azzurri cukup mendominasi permainan dan unggul dua gol di babak pertama semifinal konta Jerman, Jumat (29/6). Tapi, mereka membuang sejumlah peluang untuk menambah gol dan mengakhiri perlawanan Jerman.
Gol Mesut Ozil dari titik putih menjelang bubaran membuat mesin Jerman, yang sebelumnya sudah nyaris mati, kembali menyala. Italia dipaksa bertahan dan bahkan terancam kehilangan keunggulan karena Jerman membombardir lini belakang mereka di sisa waktu yang ada.
Tidak ada gol lagi yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan dan Italia pun berhak menantang di partai pamungkas.
Buffon berkata bahwa dia lega, tapi pada saat yang bersamaan juga tidak bisa menutupi rasa frustasinya.
Kami bertanding dengan tujuan prestisius (juara Eropa), jadi bermain api seperti pada lima menit terakhir itu sungguh tidak bisa dibenarkan, ucap kiper dan kapten Italia tersebut.
Seandainya mereka beruntung memaksakan skor 2-2, kami bisa saja kalah 2-9 di extra-time. Ini Piala Eropa, jadi kami tak boleh menganggapnya enteng.
Terlepas dari menurunnya performa Italia di menit-menit akhir, Buffon menilai bahwa, secara keseluruhan, mereka telah memainkan sebuah pertandingan yang hebat.
Pertandingan yang hebat. Saya bersyukur semua berakhir dengan indah bagi kami, kata Buffon. (foti/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kemenangan Belgia atas Italia Terasa Istimewa
Piala Eropa 26 September 2026, 07:43
-
Mengungkap Masalah Italia Saat Kalah dari Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:33
-
Tumbangkan Italia, Mika Godts Menikmati Permainan Menyerang Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:23
-
Membandingkan Debut Zidane, Mancini, Van Bommel, Xavi, Klopp, dan Jorge Jesus
Piala Eropa 26 September 2026, 06:20
-
Hasil Italia vs Belgia: Periode Kedua Mancini Diawali dengan Kekalahan
Piala Eropa 26 September 2026, 05:34
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
-
Hasil Leipzig vs Man City: Haaland Jadi Penentu Kemenangan 3-2
Liga Champions 5 November 2026, 06:17
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




