FIGC Percaya Del Bosque dan Spanyol
Editor Bolanet | 16 Juni 2012 06:30
- Rumor mengenai 'main mata' selalu mencuat pada partai terakhir fase grup di setiap turnamen. Kini isu tersebut tengah berkembang di gelaran Euro 2012.
Matchday terakhir akan dimulai pada Minggu (17/06). Seiring dengan hal tersebut, kecurigaan akan adanya konspirasi untuk menjatuhkan tim tertentu sudah mulai muncul ke permukaan.
Isu paling gencar adalah adanya 'main mata' antara dan l. Jika hal itu benar terjadi maka apapun hasil yang diraih oleh tidak akan berpengaruh sama sekali. Anak asuh Cesare Prandelli akan ditantang tim juru kunci Republik Irlandia yang sudah dipastikan angkat koper saat dihancurkan Spanyol empat gol tanpa balas.
Azzuri bisa dikatakan adalah tim yang paling khawatir akan adanya permainan ini. Pasalnya, mereka pernah mendapatkan pengalaman pahit di Euro 2004 yang berkaitan dengan kolusi. Saat itu pelaku yang dicurigai bersekongkol untuk menjatuhkan Italia adalah dua tim skandinavia, dan .
Banyak pihak yang telah membahas masalah ini, sampai-sampai presiden FIGC, Giancarlo Abete, ikut angkat bicara.
Abete percaya akan profesionalisme kedua negara. Kepercayaan tersebut didapatnya dari pernyataan pelatih Spanyol Vicente del Bosque yang akan memainkan permainan yang bersih dan jujur.
Sang presiden juga menyatakan bahwa Italia hanya harus fokus untuk memenangkan pertandingan dan tidak perlu memikirkan hal di luar itu.
Kami harus berkonsentrasi penuh untuk menghadapi Irlandia, ungkap Abete.
Kami akan membuat kesalahan besar secara mental dan substansi jika kami tidak memahami bahwa kami hanya perlu mengalahkan Irlandia dan tidak seharusnya memikirkan hal lain.
Sepak bola selalu didampingi dengan kontroversi dan kecurigaan, tapi kami harus fokus terhadap tujuan kami. Kami akan memulai dengan meraih lima poin di akhir putaran grup dan kemudian akan kami lihat yang terjadi kemudian.
Dengan kata lain, Italia sangat berharap kepada Spanyol agar tetap bermain layaknya tim besar. (foti/bgn)
Matchday terakhir akan dimulai pada Minggu (17/06). Seiring dengan hal tersebut, kecurigaan akan adanya konspirasi untuk menjatuhkan tim tertentu sudah mulai muncul ke permukaan.
Isu paling gencar adalah adanya 'main mata' antara dan l. Jika hal itu benar terjadi maka apapun hasil yang diraih oleh tidak akan berpengaruh sama sekali. Anak asuh Cesare Prandelli akan ditantang tim juru kunci Republik Irlandia yang sudah dipastikan angkat koper saat dihancurkan Spanyol empat gol tanpa balas.
Azzuri bisa dikatakan adalah tim yang paling khawatir akan adanya permainan ini. Pasalnya, mereka pernah mendapatkan pengalaman pahit di Euro 2004 yang berkaitan dengan kolusi. Saat itu pelaku yang dicurigai bersekongkol untuk menjatuhkan Italia adalah dua tim skandinavia, dan .
Banyak pihak yang telah membahas masalah ini, sampai-sampai presiden FIGC, Giancarlo Abete, ikut angkat bicara.
Abete percaya akan profesionalisme kedua negara. Kepercayaan tersebut didapatnya dari pernyataan pelatih Spanyol Vicente del Bosque yang akan memainkan permainan yang bersih dan jujur.
Sang presiden juga menyatakan bahwa Italia hanya harus fokus untuk memenangkan pertandingan dan tidak perlu memikirkan hal di luar itu.
Kami harus berkonsentrasi penuh untuk menghadapi Irlandia, ungkap Abete.
Kami akan membuat kesalahan besar secara mental dan substansi jika kami tidak memahami bahwa kami hanya perlu mengalahkan Irlandia dan tidak seharusnya memikirkan hal lain.
Sepak bola selalu didampingi dengan kontroversi dan kecurigaan, tapi kami harus fokus terhadap tujuan kami. Kami akan memulai dengan meraih lima poin di akhir putaran grup dan kemudian akan kami lihat yang terjadi kemudian.
Dengan kata lain, Italia sangat berharap kepada Spanyol agar tetap bermain layaknya tim besar. (foti/bgn)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026
Piala Eropa 1 Oktober 2026, 14:52
-
Pau Cubarsi Pemain Istimewa, Dewasa Melampaui Usianya
Liga Spanyol 29 September 2026, 14:25
-
Timnas Italia Batalkan Latihan Terakhir Jelang Lawan Turki, Ada Masalah Apa?
Piala Eropa 28 September 2026, 18:10
LATEST UPDATE
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 18:26
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Usai Kalah dari Brighton, Chelsea Bidik Kemenangan di Kandang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:28
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
-
Michael Carrick Diberi Tiga Laga untuk Selamatkan Pekerjaannya di Manchester United
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:56
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




