Final UEFA Nations League 2025: Inilah 5 Alasan Portugal Akan Libas Spanyol dan Jadi Juara
Ari Prayoga | 8 Juni 2025 07:55
Bola.net - Portugal akan menghadapi tantangan besar saat bertemu Spanyol dalam laga final UEFA Nations League 2024/2025 yang digelar di Allianz Arena, Munchen, pada Senin (9/6/2025) dini hari WIB.
Laga ini bukan sekadar perebutan gelar, tetapi juga pertarungan gengsi dua kekuatan besar sepak bola Eropa.
Bagi Portugal, ini adalah kesempatan langka untuk mencatat sejarah sebagai tim pertama yang meraih dua gelar UEFA Nations League. Di sisi lain, Spanyol datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai juara bertahan dan pemegang gelar Euro 2024.
Namun, jika menilik sejumlah faktor di balik layar, Portugal punya modal kuat untuk keluar sebagai juara.
Berikut lima alasan yang bisa membuat Portugal tampil sebagai pemenang di laga penentuan nanti.
Keunggulan Waktu Istirahat dan Lokasi

Portugal punya keuntungan logistik dan fisik yang cukup signifikan. Cristiano Ronaldo dkk. bermain lebih awal di babak semifinal, yakni pada Kamis (5/6), dan sudah familiar dengan atmosfer Allianz Arena setelah menundukkan Jerman 2-1 di stadion yang sama.
Sementara itu, Spanyol baru melakoni semifinal sehari setelahnya di Stuttgart, sebelum harus menempuh perjalanan ke Munchen untuk laga puncak.
Dengan waktu pemulihan lebih pendek, kondisi fisik Spanyol bisa jadi lebih rentan, terutama di menit-menit akhir pertandingan yang krusial.
Cristiano Ronaldo, Legenda yang Belum Selesai

Di usia 40 tahun, Cristiano Ronaldo masih menjadi figur sentral dalam skuat Portugal.
Final ini bisa jadi momen terakhirnya untuk mengangkat trofi besar bersama tim nasional, dan seperti biasa, pemain berjuluk GOAT (Greatest of All Time) ini tahu bagaimana cara mencuri perhatian di laga besar.
Ronaldo punya catatan apik saat menghadapi Spanyol—termasuk hat-trick bersejarah di Piala Dunia 2018. Selain itu, ia masih berpeluang merebut gelar top skor Nations League tahun ini jika berhasil mencetak gol di final.
Empat Pilar PSG yang Siap Tampil Dominan

Portugal membawa senjata rahasia dari juara Liga Champions musim ini, PSG.
Empat pemain PSG—Nuno Mendes, Vitinha, Joao Neves, dan Goncalo Ramos—menjadi bagian penting dari skuat asuhan Roberto Martínez.
Tiga di antaranya (Mendes, Vitinha, dan Neves) merupakan starter reguler di PSG dan tampil konsisten sepanjang musim. Pengalaman mereka dalam pertandingan-pertandingan besar bisa menjadi pembeda di laga final nanti.
Rapuhnya Lini Belakang Spanyol

Meski Spanyol punya reputasi kuat dan menduduki peringkat dua FIFA, bukan berarti mereka tanpa celah.
Saat menang 5-4 atas Prancis di semifinal, La Roja menunjukkan kelemahan pertahanan setelah hampir membuang keunggulan 4-0.
Sebaliknya, Portugal menunjukkan kedewasaan taktik dengan bertahan solid saat menahan serangan Jerman. Nama-nama seperti Ruben Dias dan Goncalo Inacio menjadi tembok kokoh di lini belakang, didukung fullback eksplosif seperti Nuno Mendes.
Jika pertandingan berlangsung ketat hingga perpanjangan waktu atau adu penalti, pengalaman Ronaldo dan mental juara para pemain Portugal bisa menjadi pembeda.
Supersub Francisco Conceicao dan Efek Babak Kedua

Turnamen ini menunjukkan tren yang menarik: mayoritas gol tercipta di babak kedua. Portugal mencetak seluruh golnya di semifinal melawan Jerman setelah menit ke-63, termasuk gol penentu kemenangan dari pemain pengganti, Francisco Conceicao.
Conceicao membuktikan dirinya sebagai supersub yang bisa mengubah jalannya laga dalam hitungan menit.
Tren ini memberi keuntungan bagi Portugal, yang memiliki kedalaman skuad dan opsi rotasi lebih fleksibel untuk menekan Spanyol di paruh akhir pertandingan.
Jadwal Final UEFA Nations League

Portugal vs Spanyol
Stadion Allianz Arena, Munchen
Senin, 9 Juni 2024
02:00 WIB
Siaran langsung: RCTI
Live streaming: Vision+
Link streaming: https://www.visionplus.id
PERHATIAN: Live streaming konten sport di Vision+ bisa diakses dengan berlangganan paket Premium. Harga paket Premium mulai Rp20 ribu per bulan, sedangkan paket Premium Sports mulai Rp40 ribu per bulan. Harga bisa berubah di luar kebijakan redaksi Bola.net.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Selamat dari Pemecatan, Manchester United Masih Beri Kesempatan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 13:42
-
Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 13:02
-
Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Ingin Jadi Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
Liga Champions 27 Oktober 2026, 12:59
-
Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:55
-
Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:45
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






