Granit Xhaka dan 4 Pemain Paling Memukau di 16 Besar Euro 2020
Anindhya Danartikanya | 1 Juli 2021 13:32
Bola.net - Babak 16 besar Euro 2020 sudah selesai. Delapan tim sudah memastikan melangkah ke babak perempat final Piala Eropa dan akan berebut empat tiket semifinal pada akhir pekan ini.
Timnas Portugal tersingkir dari Euro 2020 setelah dipukul Timnas Belgia 0-1. Sementara itu, Timnas Prancis kalah menyesakkan melalui adu penalti dari Swiss.
Timnas Denmark dan Timnas Republik Ceska di luar dugaan mampu mengalahkan lawannya masing-masing. Keduanya akan berjumpa pada perempat final Euro 2020.
Kandidat juara Euro 2020, Timnas Italia, juga lolos ke perempat final setelah mengalahkan Austria dengan skor 2-1. Ciro Immobile dkk. akan berjumpa Belgia pada laga berikutnya.
Tim sarat kejutan, Timnas Swiss, kembali menghadapi lawan berat. Pada perempat final Euro 2020, Granit Xhaka dkk. akan berhadapan dengan Timnas Spanyol.
Dua tim berikutnya yang lolos dari 16 besar dan akan bertarung pada perempat final Euro 2020 adalah Timnas Ukraina dan Timnas Inggris.
Pertandingan-pertandingan babak 16 besar diwarnai dengan berbagai drama dan penampilan ciamik beberapa pemain. Berikut ini lima pemain terbaik di babak 16 besar Euro 2020, seperti dikutip dari Sportkeeda.
5. Kasper Dolberg (Denmark)

Absennya Christian Eriksen diperkirakan sangat menghambat peluang Denmark di Euro 2020. Namun tim Denmark tetap tampil moncer dan telah menyuguhkan beberapa performa inspiratif. Mereka mengalahkan Wales 4-0 di pertandingan pembukaan babak 16 besar.
Mereka juga menemukan pahlawan yang tidak terduga dalam diri Kasper Dolberg yang didatangkan untuk menggantikan Yussuf Poulsen yang cedera. Sebelum pertandingan melawan Wales, Dolberg hanya bermain 30 menit melawan Rusia setelah turun dari bangku cadangan.
Pemain berusia 23 tahun itu mengambil kesempatan dan mencetak dua gol membantu Denmark membangun dominasi atas Wales. Gol pertamanya adalah tendangan keras dari luar kotak. Dia kemudian dengan cepat menangkap kesalahan Neco Williams dan mencetak gol kedua.
Ini adalah performa yang akan dikenang seumur hidup bagi penyerang Nice berusia 23 tahun itu. Dolberg jelas merupakan salah satu bintang di babak 16 besar.
4. Thorgan Hazard (Belgia)

Belgia memadamkan harapan Portugal untuk mempertahankan gelar di Piala Eropa. Belgia melaju ke perempat final berkat serangan jarak jauh yang luar biasa dari Thorgan Hazard.
Hazard bekerja tanpa lelah untuk Belgia, dan selalu progresif dalam penguasaan bola. Dia adalah pemain langsung on fire sejak awa. Terlepas dari semua kontribusi dalam menyerang, dia selalu siap untuk membantu pertahanan.
Golnya dari jarak 22 meter adalah sesuatu yang indah, serta terbukti menjadi pembeda antara kedua tim di pertandingan babak 16 besar Euro 2020.
3. Raheem Sterling (Inggris)

Ketika Inggris masih imbang melawan Jerman di babak 16 besar, orang-orang sinis dengan cepat mencoret The Three Lions. Inggris tampak tampil kurang semangat, sementara Jerman melangkah pelan-pelan.
Raheem Sterling termasuk di antara para pemain yang mendapat banyak kritik menjelang babak 16 besar. Tapi Sterling yang menjadi ancaman paling konsisten dari Inggris saat melawan Jerman. Dia sangat baik dengan bola di kakinya dan mengukir beberapa celah selama pertandingan.
Dia menguji kiper Manuel Neuer dari jarak jauh di awal babak pertama. Dia makin bertaji di bentuk babak kedua dan mencetak gol dari umpan silang Luke Shaw yang indah untuk membuat Wembley berdengung.
2. Paul Pogba Prancis

Paul Pogba berulang kali mengingatkan publik mengapa dia disebut pemain kelas dunia. Meski Prancis kalah dalam adu penalti melawan Swiss, mereka tetap menghasilkan penampilan yang menarik dan Pogba menjadi pusatnya.
Pogba menyuguhkan penampilan yang memukau. Ia memamerkan jangkauan umpannya dan juga mencetak salah satu gol terbaik di sepanjang Euro 2020 turnamen. Gol itu sempat membuat Prancis unggul 3-1.
Pada saat itu, Prancis sepertinya telah mengakhiri permainan. Namun kelemahan Pogba juga yang membuat Prancis kendor. Dia terlalu santai dalam penguasaan bola dan memberikan bola untuk menyamakan kedudukan bagi Swiss.
Tapi Pogba melakukan banyak umpan yang mengubah permainan pada malam itu dan dia dengan mudah menjadi pemain paling menonjol di lapangan.
1. Granit Xhaka

Satu-satunya alasan mengapa Paul Pogba yang sedang dalam performa terbaik dan N'Golo Kante yang tak kenal lelah tidak mampu membuat Prancis mendominasi permainan karena sosok Granit Xhaka. Kapten Swiss itu ada di mana-mana dan tampil hampir tanpa cela.
Gelandang Arsenal itu menghasilkan kinerja man-of-the-match melawan Prancis, yang punya stok pemain mentereng. Xhaka memimpin dari depan, serta mengerahkan pasukannya meski sempat tertinggal 1-3 di menit ke-75.
Dia juga tampak memberikan pidato yang kuat sebelum perpanjangan waktu dan itu adalah penampilan heroik dari Xhaka.
Sumber: Speedweek
Disadur dari: Bola.com (Yus Mei;1/7/2021)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
LATEST UPDATE
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59








