Kontroversi Gol Cristiano Ronaldo ke Gawang Jerman: Offside atau Sah Menurut IFAB?
Asad Arifin | 5 Juni 2025 08:13
Bola.net - Cristiano Ronaldo kembali mencuri sorotan. Kali ini bukan hanya karena gol penting yang mengantar Portugal ke final UEFA Nations League 2024/2025, tetapi juga karena kontroversi yang mengiringi proses terciptanya gol tersebut.
Pertandingan semifinal antara Portugal melawan Jerman berlangsung dalam tensi tinggi dan penuh drama. Pada menit ke-68, ketika skor masih imbang 1-1, Ronaldo mencetak gol penentu kemenangan. Berawal dari umpan silang Nuno Mendes dari sisi kiri, Ronaldo sukses menyambut bola dan mengubahnya menjadi gol.
Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi Portugal. Namun, tak lama setelah bola bersarang di gawang, para pemain Jerman langsung melayangkan protes, meminta wasit memeriksa kemungkinan offside dalam proses gol tersebut.
Secara kasatmata, posisi Ronaldo memang terlihat meragukan. Ia berdiri sangat dekat dengan garis pertahanan terakhir Jerman. Dalam beberapa tayangan ulang dan potongan gambar, bahkan tampak seolah-olah ia sedikit lebih maju dari pemain belakang lawan.
Penjelasan Berdasarkan IFAB Laws of the Game dan Peran VAR

Setelah meninjau melalui VAR, wasit memutuskan bahwa gol tersebut sah. Keputusan itu pun langsung disambut dengan perayaan oleh para pemain Portugal, sementara kubu Jerman hanya bisa menyayangkan hasilnya.
Keputusan ini memicu perdebatan, namun bila merujuk pada hukum permainan yang ditetapkan IFAB, gol Ronaldo punya landasan yang kuat. Dalam Pasal 11 Laws of the Game edisi 2024/25, dijelaskan bahwa seorang pemain tidak berada dalam posisi offside jika:
- Ia berada di belakang bola saat bola dimainkan, atau
- Ia sejajar atau di belakang dua pemain terakhir lawan (termasuk penjaga gawang), atau
- Ia menerima bola langsung dari tendangan gawang, sepak pojok, atau lemparan ke dalam.
Dalam konteks gol Ronaldo:
- Bola dikirim oleh Nuno Mendes melalui umpan terbuka dari sisi kiri, bukan melalui set-piece seperti sepak pojok atau tendangan bebas.
- Berdasarkan tayangan ulang VAR, ketika bola dilepaskan, Ronaldo berada sejajar atau di belakang bola.
Dengan demikian, secara teknis, posisi Ronaldo tidak termasuk offside. Meski terlihat sangat tipis dari garis pertahanan lawan, posisi sejajar tetap dianggap sah. Dalam situasi seperti ini, kehadiran teknologi VAR menjadi sangat penting untuk memastikan keakuratan keputusan di lapangan.
Makna Gol Ini bagi Ronaldo dan Timnas Portugal

Gol ini menandai gol internasional ke-137 bagi Cristiano Ronaldo, sekaligus memperkuat statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional pria.
Namun, nilai gol ini bukan hanya dari catatan statistik semata. Gol tersebut tercipta ke gawang Jerman, salah satu rival terbesar Portugal di panggung sepak bola Eropa, yang membuat momen ini terasa sangat spesial, baik bagi Ronaldo secara pribadi maupun bagi tim nasional Portugal.
Lebih dari itu, gol ini juga menjadi titik balik dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan sarat tekanan. Di usia 40 tahun, Ronaldo kembali membuktikan bahwa dirinya masih mampu tampil sebagai penentu dalam momen-momen krusial. Sebuah pengingat bahwa kualitas dan kelas sejati tidak memudar oleh waktu.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Arkadag vs Al Nassr: Al Alami Menang Tipis Tanpa Kehadiran Cristiano Ronaldo
Asia 11 Februari 2026, 23:46
-
Terungkap! Pesan Singkat Karim Benzema Disebut Picu Aksi Mogok Cristiano Ronaldo di Al Nassr
Asia 11 Februari 2026, 15:52
-
Akhiri Drama Boikot, Kapan Cristiano Ronaldo Main Lagi untuk Al Nassr?
Asia 10 Februari 2026, 10:40
-
Daftar Lengkap Pembalap MotoGP 2027
Otomotif 10 Februari 2026, 08:48
LATEST UPDATE
-
Prediksi Arsenal vs Wigan Athletic 15 Februari 2026
Liga Inggris 14 Februari 2026, 13:55
-
Inter vs Juventus: 3 Pemain Bianconeri yang Harus Diwaspadai Nerazzurri
Liga Italia 14 Februari 2026, 12:21
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Persija 15 Februari 2026
Bola Indonesia 14 Februari 2026, 12:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Semen Padang 15 Februari 2026
Liga Inggris 14 Februari 2026, 12:00
-
Alex Rins Ungkap Pernah Ditawari Kontrak Gresini-Ducati di MotoGP, Tak Sesali Penolakan
Otomotif 14 Februari 2026, 11:52
-
Rekor dan Nyanyian untuk Luka Modric
Liga Italia 14 Februari 2026, 11:40
-
Penegasan Daya Saing AC Milan dalam Perburuan Scudetto Serie A
Liga Italia 14 Februari 2026, 11:17
-
KLBB Festival 2026 Hadirkan Promo Valentine, Tiket Berdua Lebih Hemat
Lain Lain 14 Februari 2026, 11:06
-
Pisa 2 Kali Lengah dan Milan Menghukum Mereka
Liga Italia 14 Februari 2026, 11:03
-
Ziven Rozul Abiy Salim Wakili Indonesia, Moto4 European Cup Rilis Daftar Pembalap 2026
Otomotif 14 Februari 2026, 10:55
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00





