Loew Ragukan Keinginan Menang Denmark
Editor Bolanet | 18 Juni 2012 06:00
- Joachim Loew merasa tidak pernah punya keinginan menang saat melawan .
Di matchday terakhir Grup B, Senin (18/6), untuk lolos ke perempat final Euro 2012, Jerman sebenarnya hanya butuh imbang, sedangkan Denmark butuh menang. Itu pun masih tergantung hasil pertandingan dua tim yang lain, Portugal-Belanda.
Hingga babak pertama selesai, keadaan sama kuat 1-1, baik Denmark-Jerman maupun Portugal Belanda. Di titik itu, Denmark, yang mengawali laga dengan status runner-up sementara, sudah tergusur oleh Portugal ke peringkat tiga.
Terlebih lagi, di babak kedua, Portugal memimpin 2-1 atas Belanda sebelum akhirnya Denmark juga kandas dengan skor serupa 'berkat' gol Lars Bender.
Denmark bermain terlalu tenang dan sepertinya mereka tidak terlalu peduli, ujar pelatih Jerman tersebut.
Saya tidak pernah merasa mereka punya keinginan untuk menang. Mereka sepertinya senang dengan hasil imbang dan ingin mempertahankannya.
Mereka berharap mendapatkan tendangan bebas atau tendangan sudut, tapi tidak menyerang dengan gencar.
Meski harus menang, mereka justru lebih banyak menunggu. Ada satu atau dua peluang bagus, tapi tidak lebih dari itu. Di babak kedua, kami berhasil menekan mereka.
Mungkin jika lawan terakhir kami Portugal atau Belanda, mereka akan bermain lebih ngotot daripada Denmark.
Sama-sama menang 2-1, Jerman dan Portugal dipastikan lolos ke perempat final sebagai wakil dari grup neraka ini. Di babak delapan besar, Jerman melawan Yunani, sedangkan Portugal menghadapi Republik Ceko. [initial]
PIALA EROPA - Loew Tak Pernah Cemas Jerman Kandas (sl/gia)
Di matchday terakhir Grup B, Senin (18/6), untuk lolos ke perempat final Euro 2012, Jerman sebenarnya hanya butuh imbang, sedangkan Denmark butuh menang. Itu pun masih tergantung hasil pertandingan dua tim yang lain, Portugal-Belanda.
Hingga babak pertama selesai, keadaan sama kuat 1-1, baik Denmark-Jerman maupun Portugal Belanda. Di titik itu, Denmark, yang mengawali laga dengan status runner-up sementara, sudah tergusur oleh Portugal ke peringkat tiga.
Terlebih lagi, di babak kedua, Portugal memimpin 2-1 atas Belanda sebelum akhirnya Denmark juga kandas dengan skor serupa 'berkat' gol Lars Bender.
Denmark bermain terlalu tenang dan sepertinya mereka tidak terlalu peduli, ujar pelatih Jerman tersebut.
Saya tidak pernah merasa mereka punya keinginan untuk menang. Mereka sepertinya senang dengan hasil imbang dan ingin mempertahankannya.
Mereka berharap mendapatkan tendangan bebas atau tendangan sudut, tapi tidak menyerang dengan gencar.
Meski harus menang, mereka justru lebih banyak menunggu. Ada satu atau dua peluang bagus, tapi tidak lebih dari itu. Di babak kedua, kami berhasil menekan mereka.
Mungkin jika lawan terakhir kami Portugal atau Belanda, mereka akan bermain lebih ngotot daripada Denmark.
Sama-sama menang 2-1, Jerman dan Portugal dipastikan lolos ke perempat final sebagai wakil dari grup neraka ini. Di babak delapan besar, Jerman melawan Yunani, sedangkan Portugal menghadapi Republik Ceko. [initial]
PIALA EROPA - Loew Tak Pernah Cemas Jerman Kandas (sl/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jerman Menang, Julian Nagelsmann Bicara PR di Lini Belakang
Piala Dunia 28 Maret 2026, 06:41
-
Man of the Match Swiss vs Jerman: Florian Wirtz
Piala Dunia 28 Maret 2026, 05:32
LATEST UPDATE
-
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Bola Indonesia 6 Juni 2026, 11:18
-
After Gym Makin Simpel! Banyak Cowok Beralih ke Produk 2in1 Hair & Body
Lain Lain 6 Juni 2026, 09:50
-
Rapor Pemain Timnas Indonesia vs Oman: Audero Jago, Romeny Sakti
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
-
FIFA Matchday: Indonesia Bantai Oman, Thailand Gagal Kalahkan Kuwait
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












