Play-off, Irlandia Masih Trauma Insiden "Tangan Tuhan" Henry
Editor Bolanet | 11 November 2011 14:02
- Timnas Republik Irlandia berpeluang lolos ke putaran final Piala Eropa 2012 bila mampu melewati hadangan kuda hitam Estonia.
The Republic yang diarsiteki pelatih kawakan asal Italia, Giovanni Trapattoni, akan bertanding di markas Estonia, Sabtu (12/11) dan empat hari kemudian giliran menjadi tuan rumah pada leg kedua di Dublin.
Irlandia masih menyimpan trauma pada playoff ketika Robbie Keane dkk disingkirkan Prancis pada perebutan tiket ke Piala Dunia 2010 lalu melalui pertandingan play-off yang disertai insiden Tangan Tuhan Thierry Henry.
Kini, Irlandia berusaha menghapus mimpi buruk tersebut dengan target lolos ke putaran final Piala Eropa di Polandia dan Ukraina tahun depan.
Kami sangat kecewa (dengan insiden handball Henry). Tentu saja itu memberi kami memori buruk. Harusnya bukan Prancis yang bermain di sana (Piala Dunia 2010) tapi kami, kata bek Irlandia, Stephen Kelly.
Bila sekarang kami mampu lolos dari play-off, mimpi buruk tersebut bisa kami obati, tapi kami tak akan bisa melupakannya dan akan menjadikan hal itu sebagai motivasi,
Kejadian itu masih segar dalam ingatan kami dan seluruh pemain tak ingin hal itu terulang lagi, tegas pemain Fulham itu. (spo/zul)
The Republic yang diarsiteki pelatih kawakan asal Italia, Giovanni Trapattoni, akan bertanding di markas Estonia, Sabtu (12/11) dan empat hari kemudian giliran menjadi tuan rumah pada leg kedua di Dublin.
Irlandia masih menyimpan trauma pada playoff ketika Robbie Keane dkk disingkirkan Prancis pada perebutan tiket ke Piala Dunia 2010 lalu melalui pertandingan play-off yang disertai insiden Tangan Tuhan Thierry Henry.
Kini, Irlandia berusaha menghapus mimpi buruk tersebut dengan target lolos ke putaran final Piala Eropa di Polandia dan Ukraina tahun depan.
Kami sangat kecewa (dengan insiden handball Henry). Tentu saja itu memberi kami memori buruk. Harusnya bukan Prancis yang bermain di sana (Piala Dunia 2010) tapi kami, kata bek Irlandia, Stephen Kelly.
Bila sekarang kami mampu lolos dari play-off, mimpi buruk tersebut bisa kami obati, tapi kami tak akan bisa melupakannya dan akan menjadikan hal itu sebagai motivasi,
Kejadian itu masih segar dalam ingatan kami dan seluruh pemain tak ingin hal itu terulang lagi, tegas pemain Fulham itu. (spo/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Resmi! Real Madrid Perkenalkan Ibrahima Konate Sebagai Rekrutan Baru
Liga Spanyol 18 Juni 2026, 18:19
-
Piala Dunia 2026: Haruskah Belanda Takut pada Alexander Isak?
Piala Dunia 18 Juni 2026, 15:54
-
Inggris Akhirnya Usir 'Hantu' yang Menempel Selama 24 Tahun!
Piala Dunia 18 Juni 2026, 15:45
-
Imam Sudjarwo Lepas Timnas Voli Putra Indonesia dan Putri U-18
Voli 18 Juni 2026, 15:10
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Brasil vs Haiti 20 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 14:26
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Turki vs Paraguay 20 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 14:03
-
Man of the Match Uzbekistan vs Kolombia: Luis Diaz
Piala Dunia 18 Juni 2026, 12:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28









