Banyak Kekurangan, Inasoc Akui Perlu Evaluasi
Editor Bolanet | 17 November 2011 04:01
- Target Indonesia sebagai juara umum SEA Games XXVI/2011, hampir tercapai. Hingga kini, perolehan medali bagi Indonesia, meninggalkan jauh para pesaingnya. Namun, target sebagai tuan rumah yang baik sepertinya belum mampu diwujudkan. Indikasinya, banyak kekurangan yang dikeluhkan para peserta. Misalnya saja mengenai makanan ataupun keamanan.
Kami akui memeng perlu banyak evaluasi. Koordinasi antara Inasoc Pusat dengan Daerah tak berjalan dengan baik, ucap Rahmat Gobel, Ketua Harian Inasoc saat ditemui di Senayan, Jakarta.
Koordinasi tersebut salah satunya terkait mekanisme penyelenggaraan pertandingan. Rahmat menyatakan, Panitia Pelaksana kerap kecolongan terkait tiket untuk penonton. Ada banyak oknum yang ternyata memasukkan teman atau keluarganya untuk menyaksikan sebuah laga. Padahal, hal itu sebenarnya tak boleh dilakukan.
Tiketnya tersbut ada asuransinya. Sehingga, kalau terjadi apa-apa dengan penonton yang tak memakai tiket, bukan tanggungan kami. Kecuali kalau yang pegang tiket tentu akan mendapatkan hak dari perusahaan asuransinya, imbuh Rahmat.
Rahmat mengaku mengalami sendiri hal tersebut saat menyaksikan pertandingan bulu tangkis di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Rahmat hanya bisa mengelus dada dengan kinerja Panpel pertandingan itu.
Saya sampai harus jaga di pintu. Kejadiannya mungkin lebih parah untuk pertandingan sepakbola karena penontonnya puluhan ribu, sebut owner PT Panasonic Gobel Indonesia tersebut.
Selain itu, target Inasoc untuk meraup banyak uang dari tiket juga bertepuk sebelah tangan. Awalnya Inasoc mematok target pemasukan Rp100 miliar dari sektor tiket. Nyatanya, hal tersebut menjadi sebuah target yang jauh panggang dari api.
Bisa mencapai Rp2 miliar saja juga sudah bagus, sebutnya.
Hal yang sama juga terjadi untuk penjualan merchandise. Rahmat mengungkapkan, target pemasukan yang sangat besar dari merchandise juga sulit untuk tercapai. Pasalnya, banyak merchandise palsu yang dijual bebas di sekitaran lokasi pertandingan. Inasoc pun tak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan tersebut.
Tapi, poin plusnya adalah ekonomi kecil dari pembuat dan penjual merchandise palsu di Jakarta dan Palembang bergerak. Itu bagus. Meski sebenarnya kami bisa saja menyita merchandise palsu itu, tegas Rahmat.
Nah, berbagai kelemahan itu menjadi pembelajaran Indonesia jika nantinya kembali menjadi tuan rumah. Dia menyatakan, pengalaman di SEA Games kali ini harus membuat even-even selanjutnya lebih ciamik.
Ke depannya, tentu harus bisa menjadi sebuah industri. Kalau tetap tidak bisa, rasanya kebangetan, ucapnya.
Di sisi lain, Menegpora Andi A Mallarangeng menyatakan jika target juara umum kian dekat. Namun, dia berharap para atlet dan pelatih tetap berjuang semaksimal mungkin.
Tetap harus waspada dengan ancaman lawan. Mereka tentu terus mengejar perolehan medali kita. Tapi kami optimistis target itu tetap tercapai, jelas Andi. (esa/mac)
Kami akui memeng perlu banyak evaluasi. Koordinasi antara Inasoc Pusat dengan Daerah tak berjalan dengan baik, ucap Rahmat Gobel, Ketua Harian Inasoc saat ditemui di Senayan, Jakarta.
Koordinasi tersebut salah satunya terkait mekanisme penyelenggaraan pertandingan. Rahmat menyatakan, Panitia Pelaksana kerap kecolongan terkait tiket untuk penonton. Ada banyak oknum yang ternyata memasukkan teman atau keluarganya untuk menyaksikan sebuah laga. Padahal, hal itu sebenarnya tak boleh dilakukan.
Tiketnya tersbut ada asuransinya. Sehingga, kalau terjadi apa-apa dengan penonton yang tak memakai tiket, bukan tanggungan kami. Kecuali kalau yang pegang tiket tentu akan mendapatkan hak dari perusahaan asuransinya, imbuh Rahmat.
Rahmat mengaku mengalami sendiri hal tersebut saat menyaksikan pertandingan bulu tangkis di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Rahmat hanya bisa mengelus dada dengan kinerja Panpel pertandingan itu.
Saya sampai harus jaga di pintu. Kejadiannya mungkin lebih parah untuk pertandingan sepakbola karena penontonnya puluhan ribu, sebut owner PT Panasonic Gobel Indonesia tersebut.
Selain itu, target Inasoc untuk meraup banyak uang dari tiket juga bertepuk sebelah tangan. Awalnya Inasoc mematok target pemasukan Rp100 miliar dari sektor tiket. Nyatanya, hal tersebut menjadi sebuah target yang jauh panggang dari api.
Bisa mencapai Rp2 miliar saja juga sudah bagus, sebutnya.
Hal yang sama juga terjadi untuk penjualan merchandise. Rahmat mengungkapkan, target pemasukan yang sangat besar dari merchandise juga sulit untuk tercapai. Pasalnya, banyak merchandise palsu yang dijual bebas di sekitaran lokasi pertandingan. Inasoc pun tak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan tersebut.
Tapi, poin plusnya adalah ekonomi kecil dari pembuat dan penjual merchandise palsu di Jakarta dan Palembang bergerak. Itu bagus. Meski sebenarnya kami bisa saja menyita merchandise palsu itu, tegas Rahmat.
Nah, berbagai kelemahan itu menjadi pembelajaran Indonesia jika nantinya kembali menjadi tuan rumah. Dia menyatakan, pengalaman di SEA Games kali ini harus membuat even-even selanjutnya lebih ciamik.
Ke depannya, tentu harus bisa menjadi sebuah industri. Kalau tetap tidak bisa, rasanya kebangetan, ucapnya.
Di sisi lain, Menegpora Andi A Mallarangeng menyatakan jika target juara umum kian dekat. Namun, dia berharap para atlet dan pelatih tetap berjuang semaksimal mungkin.
Tetap harus waspada dengan ancaman lawan. Mereka tentu terus mengejar perolehan medali kita. Tapi kami optimistis target itu tetap tercapai, jelas Andi. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Racing Santander vs Madrid: Yan Diomande
Liga Spanyol 2 November 2026, 00:30
-
Hasil Racing Santander vs Madrid: Los Blancos Pesta Tiga Gol di El Sardinero
Liga Spanyol 2 November 2026, 00:17
-
Tempat Menonton Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 1 November 2026, 23:45
-
Raphinha Samai Rekor Gol Lionel Messi di La Liga 2012/2013
Liga Spanyol 1 November 2026, 22:31
-
Tempat Menonton Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 21:30
-
Hasil BRI Super League: Brian Rubio Borong Dua Gol, Garudayaksa FC Taklukkan PSS
Bola Indonesia 1 November 2026, 20:57
-
Tempat Menonton Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 1 November 2026, 20:46
-
Hasil Como vs Venezia: Pasukan Cesc Fabregas Amankan Tiga Poin dan Posisi Empat
Liga Italia 1 November 2026, 20:29
-
Michael Carrick Yakin Masih Tangani Manchester United di Laga Berikutnya
Liga Inggris 1 November 2026, 18:29
-
Hasil BRI Super League: PSIM Yogyakarta Comeback dan Taklukkan Borneo FC
Bola Indonesia 1 November 2026, 17:34
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





