Gulat: Sang Juru Parkir Itu Raih Emas SEA Games
Editor Bolanet | 17 November 2011 13:47
- Peraih emas ke-tiga tim gulat Indonesia pada SEA Games XXVI-2011 di kelas 50 kg bebas, Mohammad Iqbal dulunya adalah juru parkir di Kota Samarinda, Kaltim untuk membantu perekonomian keluarganya yang tergolong warga miskin.
Setiap Minggu pagi saya selalu menjaga parkir kendaraan di Kantor Pemkot Samarinda karena kawasan itu menjadi tempat orang untuk berolahraga ringan seperti jalan dan jogging, tutur M. Iqbal dihubungi dari Samarinda, Kamis.
Hal itu saya lakukan untuk membantu meringankan beban orangtua, ujarnya menambahkan.
Putra kedua dari empat bersaudara pasangan Nyompa (ayah) dan Tanwir (ibu) itu sangat mengerti dengan keadaan orangtuanya yang bukan dari kalangan keluarga berada, makanya di setiap kesempatan bisa menghasilkan duit, M Iqbal tak pernah merasa malu untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar.
Terkadang saya juga ikut kerja nyuci motor, atau berjualan lukisan dan baju kaos di depan halaman KONI, pada bulan puasa atau pas ada keramaian lainnya, yang terpenting bisa mendapatkan duit halal, papar pria kelahiran 11 Oktober 1991 di kota Samarinda itu.
Semua upaya itu terpaksa dilakukan oleh M Iqbal, demi membantu orangtuanya yang dengan susah payah menghidupi dan menyekolahkan dia dan saudaranya, hingga dia saat ini bisa mengenyam bangku kuliah.
Saya bersyukur masih bisa kuliah, sekarang saya semester empat di jurusan Hukum Universitas, Mulawarman Samarinda, memang satu tahun ini saya ijin karena ikut persiapan SEA Games, namun seusai SEA Games insya Allah saya akan teruskan kuliah lagi sampai selesai, terang Iqbal.
Sebagai atlet yang tidak diunggulkan mendapatkan emas, Iqbal mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa mengibarkan bendera merah putih pada debut pertamanya di ajang SEA Games tersebut.
Selain untuk Bangsa dan Negara, medali ini juga saya persembahkan untuk kedua orang tua, semua pelatih dan teman-teman saya yang selalu memberikan motivasi dan doa, sehingga saya bisa berhasil seperti sekarang ini, tutur M Iqbal.
Iqbal begitu memberikan prioritas utama kepada kedua orang tuanya atas prestasi yang dia dapatkan, Sampai-sampai sejumlah bonus yang bakal dia terima akan digunakannya untuk membahagiakan kedua orang tuanya, dengan memberikan rumah layak tinggal untuk mereka.
Mudah-mudahan duitnya cukup untuk membeli rumah, untuk kedua orang tua saya, tegas Iqbal.
Orangtuanya memang dianggap paling berjasa dalam karier Iqbal di dunia gulat, pasalnya Iqbal yang awalnya menekuni olahraga sepak bola, berpindah ke gulat mengaku karena desakan orang tua.
Ayah saya yang mengenalkan dan menitipkan saya pada Babe( Suryadi Gunawan) untuk dibina dan dilatih, pada waktu saya dan adik saya Inadrah langsung ikut latihan di gedung Bahempas Samarinda, tempat latihan para pegulat pemula , jelas Iqbal.
Setahun ikut latihan, Iqbal mendapat kesempatan bertanding di ajang kejurda se-Kaltim tahun 2007. Pada debut pertamanya Iqbal yang bermain di kelas 42kg bebas berhasil merebut medali emas.
Setahun kemudian dia terpilih mewakili Kaltim di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) di Bandung Jawa Barat, Iqbal kembali mendapatkan medali emas.
Berprestasi di beberapa kejuaraan junior, membuat Iqbal terpilih pada tim senior Kaltim untuk kejurnas 2010, meski hanya berada di urutan kedua, namun potensi Iqbal membuatnya terpilih masuk dalam timnas SEA Games 2011.
Justru di luar dugaan, Iqbal yang baru berusia 20 tahun, tampil luar biasa di pertandingan SEA Games, dan berhasil merebut emas ke-tiga untuk tim Indonesia.
(ant/lex)
Setiap Minggu pagi saya selalu menjaga parkir kendaraan di Kantor Pemkot Samarinda karena kawasan itu menjadi tempat orang untuk berolahraga ringan seperti jalan dan jogging, tutur M. Iqbal dihubungi dari Samarinda, Kamis.
Hal itu saya lakukan untuk membantu meringankan beban orangtua, ujarnya menambahkan.
Putra kedua dari empat bersaudara pasangan Nyompa (ayah) dan Tanwir (ibu) itu sangat mengerti dengan keadaan orangtuanya yang bukan dari kalangan keluarga berada, makanya di setiap kesempatan bisa menghasilkan duit, M Iqbal tak pernah merasa malu untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar.
Terkadang saya juga ikut kerja nyuci motor, atau berjualan lukisan dan baju kaos di depan halaman KONI, pada bulan puasa atau pas ada keramaian lainnya, yang terpenting bisa mendapatkan duit halal, papar pria kelahiran 11 Oktober 1991 di kota Samarinda itu.
Semua upaya itu terpaksa dilakukan oleh M Iqbal, demi membantu orangtuanya yang dengan susah payah menghidupi dan menyekolahkan dia dan saudaranya, hingga dia saat ini bisa mengenyam bangku kuliah.
Saya bersyukur masih bisa kuliah, sekarang saya semester empat di jurusan Hukum Universitas, Mulawarman Samarinda, memang satu tahun ini saya ijin karena ikut persiapan SEA Games, namun seusai SEA Games insya Allah saya akan teruskan kuliah lagi sampai selesai, terang Iqbal.
Sebagai atlet yang tidak diunggulkan mendapatkan emas, Iqbal mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa mengibarkan bendera merah putih pada debut pertamanya di ajang SEA Games tersebut.
Selain untuk Bangsa dan Negara, medali ini juga saya persembahkan untuk kedua orang tua, semua pelatih dan teman-teman saya yang selalu memberikan motivasi dan doa, sehingga saya bisa berhasil seperti sekarang ini, tutur M Iqbal.
Iqbal begitu memberikan prioritas utama kepada kedua orang tuanya atas prestasi yang dia dapatkan, Sampai-sampai sejumlah bonus yang bakal dia terima akan digunakannya untuk membahagiakan kedua orang tuanya, dengan memberikan rumah layak tinggal untuk mereka.
Mudah-mudahan duitnya cukup untuk membeli rumah, untuk kedua orang tua saya, tegas Iqbal.
Orangtuanya memang dianggap paling berjasa dalam karier Iqbal di dunia gulat, pasalnya Iqbal yang awalnya menekuni olahraga sepak bola, berpindah ke gulat mengaku karena desakan orang tua.
Ayah saya yang mengenalkan dan menitipkan saya pada Babe( Suryadi Gunawan) untuk dibina dan dilatih, pada waktu saya dan adik saya Inadrah langsung ikut latihan di gedung Bahempas Samarinda, tempat latihan para pegulat pemula , jelas Iqbal.
Setahun ikut latihan, Iqbal mendapat kesempatan bertanding di ajang kejurda se-Kaltim tahun 2007. Pada debut pertamanya Iqbal yang bermain di kelas 42kg bebas berhasil merebut medali emas.
Setahun kemudian dia terpilih mewakili Kaltim di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) di Bandung Jawa Barat, Iqbal kembali mendapatkan medali emas.
Berprestasi di beberapa kejuaraan junior, membuat Iqbal terpilih pada tim senior Kaltim untuk kejurnas 2010, meski hanya berada di urutan kedua, namun potensi Iqbal membuatnya terpilih masuk dalam timnas SEA Games 2011.
Justru di luar dugaan, Iqbal yang baru berusia 20 tahun, tampil luar biasa di pertandingan SEA Games, dan berhasil merebut emas ke-tiga untuk tim Indonesia.
(ant/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Beckham Putra Ingin Berselebrasi di Stadion Gelora Bung Karno
Bola Indonesia 11 September 2026, 23:51
-
Barcelona Belum Siapkan Laga Penghormatan untuk Lionel Messi, Hubungan Masih Retak
Liga Spanyol 11 September 2026, 23:11
-
Baru Pekan ke-2, Bek Asing Bali United Cedera Parah dan Absen Hingga Akhir Musim
Bola Indonesia 11 September 2026, 22:36
-
Janji Shin Tae-yong: Persija Dapat 3 Poin Lawan Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:50
-
Hasil BRI Super League: Duel Dewa United vs Bhayangkara Berakhir Imbang 2-2
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:14
-
Prediksi Madrid vs Rayo 13 September 2026
Liga Spanyol 11 September 2026, 21:10
-
Menpora Erick Thohir Minta Olahraga Dianggap Sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:30
-
Prediksi Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 20:09
-
Balsa Sekulic Tertantang Bobol Gawang Persija Lagi
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:02
-
Teja Paku Alam Siap Tampil di Laga Persija vs Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:36
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Isenmulang FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Borneo FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:16
-
Prediksi Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 11 September 2026, 19:07
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


