Tenis Meja: Feng Tian Wei dan Gao Ning Rebut Emas
Editor Bolanet | 17 November 2011 10:50
- Dua petenis meja Singapura Feng Tian Wei dan Gao Ning masing-masing merebut medali emas nomor tunggal putri dan tunggal putra SEA Games XXVI di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Rabu malam.
Pada final yang mempertemukan sesama pemain Singapura itu, tunggal putri Feng Tian mengalahkan Liyun Isabelle 4-0, sementara pada final tunggal putra Gao Ning menundukkan Yang Zi juga dengan 4-0.
Kami bermain segenap kemampuan dan tidak ada instruksi untuk mengalah, kata Gao setelah memenangi pertandingan dengan skor 11-6, 11-9, 12-10 dan 11-8.
Gao yang kini berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa ia telah mengenal karakter permainan lawannya.
Petenis meja peringkat 18 dunia itu banyak mendapat poin dari pukulan spin terarah yang keras ke sisi kiri lawan. Gao juga memiliki servis bagus sehingga bola kembalian lawan seringkali menjadi kartu as baginya untuk mendapatkan poin.
Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 400-an penonton itu, tidak banyak terjadi reli-reli serta adu pukulan spin. Beberapa kali sempat terjadi reli namun diakhiri dengan pengembalian Yang Zi yang terlalu melebar hingga menjadikan poin bagi Gao.
Medali perunggu di nomor ini diraih oleh Ficky Supit Santoso setelah pada semifinal menyerah dari Yang Zi dengan skor 2-4. Meski ia berkali-kali mampu melakukan serangan mematikan baik menggunakan spin kiri maupun kanan yang sama baiknya tapi lawan yang dihadapi masih terlalu tangguh untuknya.
Putra dari mantan petenis meja nasional Sinyo Supit itu, juga memiliki servis yang baik dan sering kali mampu meraih poin dari serangan atas pengembalian bola lawan.
Kekalahan Ficky banyak diakibatkan ketidakmampuannya meladeni adu spin dari Yang Zi yang bertubuh tinggi besar dan lebih bertenaga serta lincah.
Perunggu lain didapat petenis meja Vietnam Tran T Q setelah pada semifinal kalah dari Gao Ning dengan skor 4-1.
Pada final tunggal putri yang juga mempertemukan sesama pemain Singapura, Feng Tian Wei yang berperingkat empat dunia membungkam ambisi Liyun Isabelle dengan skor telak 4-0.
Dalam pertandingan itu Feng banyak mendapat poin dari bola bola kontranya yang matang dengan penempatan jitu sehingga akhirnya Liyun mati langkah, bola nyangkut atau pengembaliannya melebar melewati meja.
Feng juga banyak meraih angka dari pukulan spinnya yang gagal dikembalikan lawan. Liyun sebenarnya juga memberikan perlawanan hebat terbukti dengan berkali-kali serangannya bisa menghasilkan poin tapi tidak sampai menutup set.
Medali perunggu diraih Christine Ferliana dari Indonesia yang pada semifinal kalah dari Feng 1-3 dan juga diraih My Tranh dari Myanmar yang pada semifinal dikalahkan Si Yun 1-3.
(ant/lex)
Pada final yang mempertemukan sesama pemain Singapura itu, tunggal putri Feng Tian mengalahkan Liyun Isabelle 4-0, sementara pada final tunggal putra Gao Ning menundukkan Yang Zi juga dengan 4-0.
Kami bermain segenap kemampuan dan tidak ada instruksi untuk mengalah, kata Gao setelah memenangi pertandingan dengan skor 11-6, 11-9, 12-10 dan 11-8.
Gao yang kini berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa ia telah mengenal karakter permainan lawannya.
Petenis meja peringkat 18 dunia itu banyak mendapat poin dari pukulan spin terarah yang keras ke sisi kiri lawan. Gao juga memiliki servis bagus sehingga bola kembalian lawan seringkali menjadi kartu as baginya untuk mendapatkan poin.
Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 400-an penonton itu, tidak banyak terjadi reli-reli serta adu pukulan spin. Beberapa kali sempat terjadi reli namun diakhiri dengan pengembalian Yang Zi yang terlalu melebar hingga menjadikan poin bagi Gao.
Medali perunggu di nomor ini diraih oleh Ficky Supit Santoso setelah pada semifinal menyerah dari Yang Zi dengan skor 2-4. Meski ia berkali-kali mampu melakukan serangan mematikan baik menggunakan spin kiri maupun kanan yang sama baiknya tapi lawan yang dihadapi masih terlalu tangguh untuknya.
Putra dari mantan petenis meja nasional Sinyo Supit itu, juga memiliki servis yang baik dan sering kali mampu meraih poin dari serangan atas pengembalian bola lawan.
Kekalahan Ficky banyak diakibatkan ketidakmampuannya meladeni adu spin dari Yang Zi yang bertubuh tinggi besar dan lebih bertenaga serta lincah.
Perunggu lain didapat petenis meja Vietnam Tran T Q setelah pada semifinal kalah dari Gao Ning dengan skor 4-1.
Pada final tunggal putri yang juga mempertemukan sesama pemain Singapura, Feng Tian Wei yang berperingkat empat dunia membungkam ambisi Liyun Isabelle dengan skor telak 4-0.
Dalam pertandingan itu Feng banyak mendapat poin dari bola bola kontranya yang matang dengan penempatan jitu sehingga akhirnya Liyun mati langkah, bola nyangkut atau pengembaliannya melebar melewati meja.
Feng juga banyak meraih angka dari pukulan spinnya yang gagal dikembalikan lawan. Liyun sebenarnya juga memberikan perlawanan hebat terbukti dengan berkali-kali serangannya bisa menghasilkan poin tapi tidak sampai menutup set.
Medali perunggu diraih Christine Ferliana dari Indonesia yang pada semifinal kalah dari Feng 1-3 dan juga diraih My Tranh dari Myanmar yang pada semifinal dikalahkan Si Yun 1-3.
(ant/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Beckham Putra Ingin Berselebrasi di Stadion Gelora Bung Karno
Bola Indonesia 11 September 2026, 23:51
-
Barcelona Belum Siapkan Laga Penghormatan untuk Lionel Messi, Hubungan Masih Retak
Liga Spanyol 11 September 2026, 23:11
-
Baru Pekan ke-2, Bek Asing Bali United Cedera Parah dan Absen Hingga Akhir Musim
Bola Indonesia 11 September 2026, 22:36
-
Janji Shin Tae-yong: Persija Dapat 3 Poin Lawan Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:50
-
Hasil BRI Super League: Duel Dewa United vs Bhayangkara Berakhir Imbang 2-2
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:14
-
Prediksi Madrid vs Rayo 13 September 2026
Liga Spanyol 11 September 2026, 21:10
-
Menpora Erick Thohir Minta Olahraga Dianggap Sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:30
-
Prediksi Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 20:09
-
Balsa Sekulic Tertantang Bobol Gawang Persija Lagi
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:02
-
Teja Paku Alam Siap Tampil di Laga Persija vs Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:36
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Isenmulang FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Borneo FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:16
-
Prediksi Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 11 September 2026, 19:07
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


