5 Fakta Luka Romero, Pemain Termuda La Liga yang Dijuluki The New Lionel Messi
Aga Deta | 28 Juni 2020 05:00
Bola.net - Luka Romero resmi menjadi pemain termuda yang tampil di La Liga. Ia mencatatkan rekor itu saat Real Mallorca berjumpa Real Madrid, Kamis (25/6/2020).
Luka Romero lahir pada 18 November 2004. Pelatih Mallorca, Vicente Moreno, sebenarnya telah membawa sang remaja awal bulan ini masuk skuat kala bersua Villarreal, namun debutnya baru terjadi kala berjumpa Real Madrid.
Masuk menggantikan Iddrisu Baba, Luka Romero melakoni debutnya di La Liga tepat ketika berusia 15 tahun 219 hari, mengalahkan rekor pemain termuda yang bertahan selama 89 tahun lamanya.
Ya, Luka Romero yang berdarah Argentina dan Meksiko itu memecahkan rekor milik Francisco Bao Rodriguez atau dikenal dengan nama Sanson. Pada 1939, Sanson menjadi pemain termuda saat dimainkan Celta Vigo dalam usia 15 tahun 255 hari.
Luka Romero menghabiskan lima tahun di tim muda Mallorca hingga akhirnya mendapatkan kesempatan tampil untuk pertama kalinya di pentas La Liga.
"Saya hanya bisa meyakinkan kepadanya kalau dia pasti bisa. Dia cuma bocah berusia 15 tahun," kata Vicente Moreno.
"Yang jelas, dia memang layak untuk tampil. Sebelum dia masuk lapangan, saya taruh tangan saya di dadanya, detak jantungnya cepat sekali, 300 km per jam rasanya," ujarnya lagi.
Selain status pemain termuda di La Liga, berikut ini rangkuman fakta menarik Luka Romero lainnya, termasuk pernah dilarang membela Barcelona.
Punya Tiga Paspor
Luka Romero lahir di Durango, Meksiko. Namun, ia saat ini mengantongi tiga paspor. Selain Meksiko, ia juga memiliki paspor Spanyol dan Argentina.
Itu artinya, ia masih bisa memilih mau bermain untuk negara mana. Belakangan, ia mengaku akan memilih bermain untuk Timnas Argentina.
"Seluruh keluarga saya orang Argentina, mimpi saya adalah membela Timnas Argentina," ujar Luka Romero disadur dari ESPN pada 2018.
Rekor Gila di Kompetisi Usia Muda
Saat usianya 10 tahun, Luka Romero menandatangani kontrak usia muda (youth contract) selama delapan musim. Sejak saat itu, ia bermain sebanyak 108 kali dalam empat musim dan mencetak 230 gol.
Itu berarti, tiap kali bertanding, ia mampu mencetak rata-rata dua gol dalam satu pertandingan. Tidak heran Real Madrid dan Barcelona kepincut dengan aksinya.
Pernah Trial di Barcelona
Banyak yang tidak tahu, Luka Romero sebetulnya pernah trial di Barcelona. Namun, keinginannya membela Barca tak bisa terwujud kala itu.
Pada 2011, atau saat usianya enam tahun, Barcelona disebut-sebut ingin merekrutnya dan memasukkannya ke dalam akademi La Masia.
Akan tetapi, FIFA melarang Luka Romero bergabung dengan Barcelona karena ia tidak tinggal di Barcelona atau Spanyol.
Ayahnya Juga Seorang Pesepak Bola
Ayah Luka Romero, Diego Romero, juga merupakan seorang pesepak bola profesional. Diego menghabiskan banyak waktunya di Meksiko, tepatnya di klub Divisi 3, Alacranes.
Pada 2007, Diego pindah-pindah ke klub lokal Andalusia, lalu pada 2011 hijrah menuju UD Formentara.
Dijuluki The New Lionel Messi
Bertubuh pendek, kidal, dan sama-sama memilih untuk bermain di Timnas Argentina, Luka Romero pun dijuluki The New Lionel Messi atau The Mexican Messi.
Luka Romero tidak mau banyak berkomentar mengenai hal tersebut. Baginya yang terpenting sekarang adalah mematangkan perkembang sepak bolanya agar bisa terbang lebih tinggi lagi.
Sumber: Marca, Mundo Deportivo, The Insider, ESPN
Disadur dari: Bola.com/Penulis Gregah Nurikhsani
Published: 27 Juni 2020
Baca Juga:
Liverpool Butuh 30 Tahun untuk Juara, Tim-Tim Ini Ternyata Harus Menunggu Lebih Lama Lagi
Tapak Tilas Eka Ramdani: Merintis Karir, Polemik, dan Pensiun di Persib Bandung
Tapak Tilas Karir Shin Tae-yong: Punya Banyak Gelar Sejak Menjadi Pemain
Ian Rush dan Para Legenda yang Berikan Ucapan Selamat Setelah Liverpool Juara
Bagaimana Reaksi Pemain Liverpool Usai Juara Premier League? Intip Yuk!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Konfirmasi Rodri Cedera Hamstring, Absen Lawan Atletico Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 22:53
-
Link Streaming Fenerbahce vs Liverpool 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 22:30
-
Tampil Menggila Bersama Barcelona, Raphinha Dapat Dukungan Raih Ballon d'Or
Liga Champions 4 November 2026, 22:13
-
Legenda Tenis Rafael Nadal Bakal Gabung Dewan Direksi Real Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 21:33
-
PSG Samai Rekor Threepeat UCL Real Madrid? Kenapa Tidak?
Liga Champions 4 November 2026, 21:00
LATEST UPDATE
-
Douvikas, Nama Baru yang Mengancam Para Predator Gol Eropa
Liga Champions 5 November 2026, 12:21
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




