5 Pelajaran Laga Barcelona vs Espanyol: Derbi Barceloni yang Ketat Nan Sengit
Yaumil Azis | 9 Juli 2020 09:12
Bola.net - Tiga poin berhasil diperoleh Barcelona dalam duel sengit melawan rival sekotanya, Espanyol, di pentas La Liga hari Kamis (9/7/2020). Pertandingan tersebut dimenangkan dengan skor tipis 1-0.
Satu-satunya gol yang diciptakan oleh klub asuhan Quique Setien tersebut diciptakan oleh Luis Suarez. Penyerang asal Uruguay itu berhasil memanfaatkan situasi kemelut kecil di kotak penalti Espanyol.
Hasil ini membuat harapan Barcelona untuk menjuarai La Liga tetap hidup, di mana mereka kini berselisih satu poin saja dari Real Madrid. Sementara Espanyol jadi semakin dekat dengan jurang degradasi.
Ada beberapa pelajaran menarik yang bisa Bolaneters petik dari pertandingan kali ini. Yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Derbi Barceloni yang Sengit
Kemenangan yang diperoleh Barcelona tidak mengejutkan banyak orang, apalagi melihat posisi kedua tim di klasemen sementara. Tapi, mungkin, ada satu prediksi yang meleset: Barcelona tidak menang dengan mudah.
Ya, Espanyol sukses memberikan perlawanan yang membuat lini belakang Barcelona kewalahan. Menurut statistik pasca pertandingan, klub berjuluk Los Pericos itu melepaskan 11 tembakan meski kalah dalam jauh dalam penguasaan bola.
Duel sengit inipun diwarnai dua kartu merah yang diterima pemain dari masing-masing tim, Ansu Fati dan Pol Lozano. Proses pelanggaran yang dilakukan kedua pemain tersebut nyaris serupa.
Pertandingan berlangsung keras dengan total pelanggaran mencapai angka 20 kali. 12 kali untuk Espanyol, delapan sisanya dilakukan Barcelona. Untungnya wasit berbaik hati dan hanya mengeluarkan empat kartu dari kantongnya.
Espanyol tak Pantas di Dasar Klasemen
Pelatih Real Madrid, Zinedine ZIdane, tahu persis betapa sulitnya mengalahkan Espanyol. Kendati posisi dan materi pemain mereka jauh mengungguli Los Pericos.
"Ini adalah pertandingan yang berat, lawan memiliki sesuatu dan mereka menunjukkannya. Mereka tidak pantas berada di tempatnya sekarang." ucap Zidane usai permainan. Sebagai informasi, Madrid menang dengan skor 1-0 juga.
Espanyol benar-benar membuktikannya di laga melawan Barcelona. Mereka melepaskan 11 tembakan walah kalah penguasaan bola, 75 persen berbanding 25 persen. Dengan sejumlah peluangnya nyaris membobol gawang Barcelona.
Salah satunya bisa terlihat pada menit ke-43, di mana Didac Vila melepaskan tembakan mendatar dalam kotak penalti yang membentur tiang. Andai Espanyol tidak kehilangan pemain karena kartu merah, bisa jadi mereka sanggup mencuri poin dari laga kali ini.
Barcelona Butuh Penerus Suarez, Segera
Barcelona memang bergantung kepada Lionel Messi dalam urusan menyerang, mengingat kemampuan bintang asal Argentina itu dalam mencetak gol atau membuat assist sangat mumpuni. Tapi, namanya juga manusia, Messi pun pasti mengalami hari-hari yang buruk.
Di saat itulah, Barcelona harus bergantung kepada pemain lain. Luis Suarez mampu melakukan hal itu. Ia adalah satu-satunya pencetak gol Barcelona pada pertandingan kali ini.
Masalahnya, Suarez sudah tidak lagi muda. Usianya kini sudah 33 tahun dan kemampuan fisiknya akan mengganggu performa dalam beberapa tahun lagi. Dalam situasi seperti itu, Barcelona masih mengandalkannya.
Oleh karenanya, misi Barcelona di bursa transfer sudah cukup jelas: pengganti Suarez. Dan tidak boleh mengulangi kesalahan selayaknya kasus Ousmane Dembele, Philippe Coutinho, ataupun yang terbaru, Antoine Griezmann.
Susah Payah Mengejar Real Madrid
Barcelona nampaknya sudah sangat frustrasi mengejar Real Madrid dalam perburuan gelar La Liga musim ini. Sampai-sampai, jika wasit salah mengambil keputusan, mereka langsung melancarkan serangan.
Rasa frustrasi itu terlihat pasca Real Madrid menghadapi Athletic Bilbao akhir pekan lalu. Benar, wasit nampaknya luput dalam mengambil keputusan soal pelanggaran yang dilakukan Sergio Ramos terhadap Raul Garcia.
Pemain Athletic Bilbao, Iker Muniain, mengeluhkan wasit yang berat sebelah. Namun yang paling getol melakukan serangan adalah Barcelona. Josep Maria Bartomeu serta Josep Vives sampai bicara ke publik mengenai hal ini.
Wajar jika demikian, sebab Barcelona dalam posisi mengejar. Berapapun kemenangan yang diraih, pada akhirnya mereka tetap tak bisa merebut puncak klasemen kalau Real Madrid terus meraup tiga poin dari tiap pertandingan.
VAR Bekerja dengan Semestinya
Dalam laga antara Real Madrid melawan Athletic Bilbao, wasit, terutama VAR, dinilai lebih berpihak kepada satu tim. Pelanggaran yang dilakukan Sergio Ramos luput sementara saat bek tersebut melakukannya, wasit mengatakan bahwa itu pelanggaran. Padahal prosesnya dianggap kurang lebih sama.
VAR juga terlibat dalam pertandingan kali ini. Lebih spesifik, saat Ansu Fati melakukan pelanggaran keras. Ia mengangkat kakinya cukup tinggi dan menghantam betis dari penggawa Espanyol, Fernando Calero.
Awalnya, wasit berniat memberikan kartu kuning. Namun ia mengubahnya jadi kartu merah setelah melihat tayangan ulang VAR. Nah, hal serupa juga dilakukan wasit kepada pemain Espanyol, Pol Lozano.
Pol Lozano juga melakukan proses pelanggaran yang nyaris serupa dengan Ansu Fati terhadap Gerard Pique. Awalnya wasit berniat memberikan kartu kuning. Namun, setelah mengecek tayangan ulang dari VAR, ia mengeluarkan kartu merah dari sakunya.
Baca Juga:
Soal Peluang Barcelona Juara La Liga, Luis Suarez Berharap Real Madrid Terpeleset
Seperti Real Madrid, Barcelona Mengakui Menang Tanpa Permainan Bagus
Hasil dan Klasemen La Liga: Barcelona 'Usir' Espanyol ke Kasta Kedua
Adaptasi, Kunci Lionel Messi untuk Terus Bermain Sampai Tahun 2025
Man of the match Barcelona vs Espanyol: Luis Suarez
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:30
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
-
Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 6 September 2026, 15:37
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


