Apa Gunanya Penguasaan Bola, Barcelona?
Richard Andreas | 27 Januari 2020 06:00
Bola.net - Barcelona mendominasi hingga 73% penguasaan bola ketika menyambangi Mestalla, kandang Valencia, pada pekan ke-21 La Liga 2019/20, Sabtu (26/1/2020). Nahasnya, Lionel Messi dkk. justru takluk dengan skor 0-2.
Hasil ini membuktikan bahwa penguasaan bola bukan segalanya dalam permainan di lapangan. Ada cara-cara lain untuk mendominasi permainan, bahkan dengan memanfaatkan serangan balik.
Kekalahan ini juga jadi pukulan telak pertama untuk Quique Setien, pelatih anyar Barcelona. Sejak pertama kali tiba, Setien memang menjanjikan sepak bola khas Barca: Dominasi bola, umpan-umpan pendek, tiki-taka.
Biar begitu, ada kekurangan besar pada penguasaan bola yang disuguhkan Barcelona pada pertandingan itu. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Tidak Ada Gunanya
Penguasaan bola memang membuat tim tampak tangguh, tapi tidak ada gunanya jika tidak didukung kekuatan lainnya. Barca mencatatkan 14 tembakan pada pertandingan tersebut, 11 di antaranya disumbang oleh Lionel Messi seorang diri.
Kendati demikian, hanya 5 tembakan yang tepat sasaran dari 14 percobaan Blaugrana, sementara Valencia menorehkan 6 tembakan tepat sasaran dari 8 percobaan.
"Barcelona mendominasi penguasaan bola di babak pertama, tapi Valencia menciptakan semua peluang berbahaya," kata Pichi Alonso, analis Sport.
"Bagi saya, penguasaan bola tidak ada gunanya jika berdiri sendiri. Harus diimbangi dengan kualitas lainnya: pergerakan, variasi, mengalihkan bola, menggunakan ruang kosong, saat itulah gaya bermain itu bisa jadi yang terbaik."
"Yang kita lihat di Mestalla adalah menguasai bola hanya untuk itu. Penguasaan bola yang hampa, tidak ada Artinya. Anda bakal berakhir kalah," imbuhnya.
Kesalahan Setien
Lebih lanjut, kekalahan ini pun membuktikan bahwa taktik Setien belum benar-benar tepat sasaran. Barca bermain dalam formasi 3-5-2 pada pertandingan ini, yang justru menyulitkan ketika mengatasi serangan balik.
Sang pelatih, Quique Setien, mengakui bahwa timnya belum benar-benar memahami taktik yang dia inginkan. Setien baru mulai bekerja, butuh waktu.
"Dua hal lainnya dari performa Barca di Mestalla: Barisan tiga bek lagi-lagi menyebabkan sisi sayap kosong dan di babak pertama dua tendangan bebas Messi adalah satu-satunya peluang," sambung Alonso.
"Kebobolan dua gol membuat segalanya mustahil. Barca memang membuat perubahan di babak kedua, tapi masalahnya sudah terlalu besar untuk kembali," tandasnya.
Sumber: Sport
Baca ini juga ya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









