Apa Sih yang Istimewa dari Sepak Bola Johan Cruyff? Mengapa Jadi Identitas Barcelona?
Richard Andreas | 25 Januari 2020 05:40
Bola.net - Bicara soal Barcelona pasti menuntun pada satu nama legenda sepak bola: Johan Cruyff. Pengaruh Cruyff begitu besar, bahkan sampai membentuk identitas Blaugrana seperti sekarang.
Karier Cruyff sebagai pemain dan pelatih sama-sama gemilang. Memang sulit bagi generasi milenial untuk memahami kehebatan legenda Belanda ini tanpa menyaksikan langsung pada zamannya, tapi bukan berarti Cruyff bisa dipandang remeh.
Lihat saja Barcelona sekarang, atau pada puncak permainannya beberapa tahun lalu. Lihat saja Pep Guardiola, Quique Setien, dan sederet pelatih lain yang terpengaruh pola pikir Cruyff akan sepak bola.
Ada berbagai pujian yang dilontarkan, tapi pada intinya hampir senada: "Saya kira saya sudah memahami sepak bola sampai akhirnya melihat tim Cruyff bermain."
Apa yang begitu istimewa dari sepak bola Cruyff? Mengutip Marca, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Menciptakan Ulang Sepak Bola
Ketika Barcelona di bawah Cruyff bermain di level terbaiknya, mereka nyaris tidak terkalahkan (1988-1996). Saat itu, Cruyff bahkan dianggap telah menciptakan ulang sepak bola.
Permainan Barca benar-benar berbeda pada zamannya, merusak pola permainan yang sudah bertahan bertahun-tahun. Uniknya, Cruyff sendiri tidak pernah merasa menciptakan ulang sepak bola.
Dia hanya ingin timnya segera menekan lawan setelah kehilangan bola, juga membebaskan pemain dengan menerapkan taktik false nine.
Tim Cruyff biasanya menyulitkan lawan dengan formasi tiga bek dan mengutamakan penguasaan bola. Dia juga meminta timnya bermain melebar untuk membongkar pertahanan lawan.
Evolusi Barcelona
Saat itu, Cruyff mengandalkan pemain-pemain seperti Ronald Koeman, Pep Guardiola, dan Jose Mari Bakero sebagai inti permainan timnya. Dialah yang menciptakan gagasan striker bermain dengan memunggungi aliran serangan tim.
Timnya berkembang, tentu saja. Tim yang mennjuarai Cup Winners' Cup 1989 kontra Sampdoria mengandalkan Salinas sebagai penyerang nomor 9 dan Gary Lineker di sisi sayap.
Saat itu Barca bahkan tidak memiliki penyerang sayap murni, tapi tetap bisa menekan lawan dan mengontrol pertandingan dari lini tengah.
Lalu, pada final di Wembley tiga tahun kemudian, Cruyff menciptakan gaya bermain yang melegenda sampai sekarang. Barcelona ingin menguasai bola dan mengontrol pertandingan.
Pemain yang Tepat
Sehebat apa pun pelatih, dia tetap membutuhkan pemain yang tepat dan bisa memenangkan pertandingan, Cruyff pun demikian.
Saat itu Barcelona benar-benar kuat. Mulai dari Koeman dan Guardiola, sampai Romario dan Hristo Stoichkov. Cruyff memang menciptakan banyak hal, tapi dia juga beruntung memiliki pemain-pemain hebat.
Kuncinya adalah keberanian mengambil risiko, yang selalu jadi ciri khas Cruyff. Dia senang mengambil risiko, dengan demikian tim impian Barcelona telah mengubah wajah sepak bola Spanyol selamanya.
Kembali ke Akarnya
Saat ini, Barcelona sedang mencoba kembali ke cara-cara lama bersama Quique Setien. Sudah sejak lama, Setien dikenal sebagai salah satu 'murid' Cruyff, dia benar-benar mengagumi sepak bola ala Cruyff.
Terbukti, meski baru beberapa pertandingan, Barca ala Setien menunjukkan pola permainan dominasi bola. Dengan pemain-pemain yang tepat, Setien mungkin bisa mengembalikan identitas Blaugrana -- kembali seperti Cruyff.
Sumber: Marca
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Hidupkan Minat pada Striker Timnas Inggris Ini
Liga Spanyol 17 September 2026, 23:41
-
Jose Mourinho Ungkap Sikap yang Tak Boleh Dimiliki Pemain Real Madrid
Liga Spanyol 17 September 2026, 21:05
-
Demi Real Madrid dan Madridista, Kylian Mbappe Bertekad Menangkan Ballon d'Or 2026
Liga Spanyol 17 September 2026, 21:04
-
Real Madrid Bersiap Menyambut Kembalinya Rodrygo
Liga Spanyol 17 September 2026, 20:26
-
Barcelona Tak Henti Cetak Gol
Liga Spanyol 17 September 2026, 19:23
LATEST UPDATE
-
Mourinho Tak Khawatir Barcelona, Real Madrid Disebut Tak Bisa Dibandingkan
Liga Spanyol 19 September 2026, 22:00
-
Tottenham Akhirnya Cetak Gol, tetapi Kalah dari Aston Villa
Liga Inggris 19 September 2026, 21:25
-
Link Live Streaming Roma vs Inter 19 September 2026
Liga Italia 19 September 2026, 21:00
-
Hasil Bhayangkara FC vs Isenmulang FC: The Guardians Menang 2-0
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:57
-
Hasil BRI Super League: Java United Tersungkur, Persija Lanjutkan Start Sempurna
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:55
-
Skuad Italia Era Kedua Roberto Mancini: 9 Pemain Baru Masuk Daftar
Piala Eropa 19 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Brighton vs Arsenal 19 September 2026
Liga Inggris 19 September 2026, 19:26
-
Skuad Perdana Zinedine Zidane di Timnas Prancis: Ada 5 Wajah Baru
Piala Eropa 19 September 2026, 18:52
-
Opening Ceremony Asian Games 2026: Dewa Ayu dan Daniel Bawa Budaya Bali-Batak Toba
Olahraga Lain-Lain 19 September 2026, 18:05
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Gagal Pertahankan Keunggulan, Garudayaksa Curi Satu Poin
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:33
-
Hasil PSM Makassar vs Persita: Saling Kejar Gol, Laga Berakhir 2-2
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:26
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs PSS Sleman 20 September 2026
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:12
-
Link Live Streaming Bhayangkara FC vs Isenmulang di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:02
-
Link Live Streaming Persija vs Java United di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persib 20 September 2026
Bola Indonesia 19 September 2026, 16:18
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
