Apa yang Hilang dari Real Madrid? Kekompakan Tim!

Gia Yuda Pradana | 26 April 2026 14:40
Apa yang Hilang dari Real Madrid? Kekompakan Tim!
Reaksi Vinicius Junior dalam laga Bayern Munchen vs Real Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Kamis (16/4/2026). (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - Real Madrid kembali mendapat kritik dari mantan strikernya, Karim Benzema, terkait performa musim ini. Penilaian itu muncul dalam sesi siaran langsung di Instagram bersama rapper Prancis, Rohff.

Musim ini menjadi periode yang sulit bagi klub ibu kota Spanyol tersebut karena berpotensi mengakhiri kompetisi tanpa gelar besar. Kondisi ini kontras dengan performa PSG yang tampil konsisten di kompetisi domestik dan Eropa.

Advertisement

Dalam perbincangan tersebut, Benzema membandingkan kondisi kedua tim secara terbuka. Ia menilai perbedaan utama terletak pada cara bermain kolektif yang belum terlihat maksimal di skuad Real Madrid.

1 dari 3 halaman

Kekompakan Jadi Masalah Utama

Kekompakan Jadi Masalah Utama

Ekspresi kecewa pemain Real Madrid usai bermain imbang 1-1 melawan Real Betis, 25 April 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Benzema menilai bahwa Real Madrid menghadapi tantangan besar karena kurangnya kohesi antar pemain di lapangan. Ia menegaskan bahwa tim tidak bermain sebagai satu kesatuan yang solid sepanjang pertandingan.

“Di Real Madrid lebih rumit karena mereka tidak bermain sebagai tim; saat ini grup menderita karena kurangnya kohesi,” ujar Benzema. Pernyataan itu menggambarkan persoalan yang dirasakan di dalam permainan tim.

Menurutnya, banyaknya pemain bintang justru membuat keseimbangan permainan sulit dicapai. Hal ini berdampak pada koordinasi antarlini yang tidak berjalan optimal.

2 dari 3 halaman

Perbandingan dengan PSG

Perbandingan dengan PSG

Pemain PSG Ousmane Dembele (kanan) merayakan gol pada laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG di Anfield, Liverpool, Inggris, Selasa, 14 April 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Benzema kemudian membandingkan situasi tersebut dengan PSG yang dilatih Luis Enrique. Ia melihat adanya struktur tim yang jelas dan konsisten di klub asal Paris itu.

“Di PSG, Anda menurunkan pemain inti dan mereka bermain, tetapi saat pelatih melakukan perubahan pada menit ke-60 atau ke-70, pemain pengganti memberi kontribusi lebih,” katanya. Pernyataan ini menegaskan kedalaman skuad yang dimiliki PSG.

Ia juga menambahkan bahwa setiap pemain PSG memahami perannya dengan jelas. Hal tersebut membuat tim tetap stabil meski terjadi rotasi pemain.

3 dari 3 halaman

Peran Pemain dan Kerja Kolektif

Peran Pemain dan Kerja Kolektif

Pergerakan penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe coba dihentikan bek Real Betis, Marc Bartra, 25 April 2026 di lanjutan La Liga. (c) AP Photo

Benzema menekankan bahwa kekuatan PSG tidak bergantung pada nama besar semata. Ia bahkan menilai hanya Ousmane Dembele yang paling dikenal secara individu dalam tim tersebut.

“Yang paling dikenal di PSG adalah Luis Enrique, tetapi mereka adalah tim yang sesungguhnya,” ujarnya. Ia menilai struktur kolektif lebih penting daripada ketenaran pemain.

Masalah ini juga terlihat di Real Madrid, terutama dalam kontribusi pemain saat tidak menguasai bola. Beberapa nama seperti Kylian Mbappe dan Vinicius Junior dinilai belum maksimal dalam fase bertahan.

Benzema menutup dengan menegaskan pentingnya kerja sama tim di level tertinggi. “Siapa pun yang Anda pasang di depan, mereka bekerja bersama dan pemain cadangan tampil sama baiknya,” katanya.

Sumber: Madrid Universal

LATEST UPDATE