Barcelona Mati Gaya dengan Taktik Kebalikan Tiki-Taka!
Richard Andreas | 22 September 2021 06:40
Bola.net - Barcelona tengah memasuki krisis kecil di awal musim 2021/22 ini. Ronald Koeman tertekan, tim tidak bisa bermain sesuai ekspektasi karena sejumlah masalah.
Sepekan terakhir membuat Koeman berada di posisi sulit. Barca kalah 0-3 dari Bayern Munchen di Liga Champions lalu ditahan imbang Granada 1-1 di La Liga, keduanya bermain di Camp Nou.
Kekalahan dari Bayern sudah cukup buruk, hasil imbang dari Granada membuat situasi semakin sulit. Pasalnya, Barca harus berjuang ekstra hingga mengubah gaya bermain hanya demi mendapatkan 1 poin.
Bukan gaya Barcelona
Barca tertinggal 0-1 dari Granada saat pertandingan baru berjalan 2 menit dan baru bisa mencetak gol balasan di menit ke-90. Sepanjang laga, Koeman harus memutar otak mencari solusi.
Barcelona tidak bisa menyuguhkan permainan ideal karena kehilangan beberapa pemain penting karena cedera. Akibatnya, Koeman mencoba berimprovisasi dengan taktik tim.
Dia meminta tim memainkan bola-bola panjang langsung ke kotak penalti. Bahkan Koeman menurunkan Pique sebagai striker. Total, Barca melepas 54 umpan silang ke area penalti lawan.
Konsekuensi kesalahan

Kesulitan Barca dalam duel kontra Granada kemarin juga disorot oleh presenter La Liga TV, Semra Hunter. Mengutip Sky Sports, Semra menegaskan bahwa krisis Barca ini adalah akibat dari kesalahan bertahun-tahun terakhir.
"Pertandingan semalam adalah konsekuensi langsung dari bertahun-tahun kesalahan manajemen dan keputusan buruk dari klub," ujar Semra.
"Semua hal itu berujung pada situasi sekarang, tidak lagi ada klub yang takut ketika mereka berkunjung ke Camp Nou."
Kebalikan tiki-taka
Semra juga menyorot pilihan taktik Koeman untuk pertandingan tersebut. Menurutnya, hasil imbang kemarin terasa bak kekalahan. Barca memainkan taktik kebalikan dari identitas mereka.
"Ketika memikirkan Barca, sebagian besar orang akan mengingat Pep Guardiola, tiki-taka, penguasaan bola. Pertandingan kemarin adalah kebalikan dari semua itu," sambung Semra.
"Gagasannya adalah mengirim umpan silang sebanyak mungkin dan berharap yang terbaik. Memang berhasil, tapi hasil imbang itu terasa seperti kekalahan," pungkasnya.
Sumber: Sky Sports
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
Alternatif Pengganti Koeman di Barcelona: Antonio Conte atau Andrea Pirlo?
Ancelotti Bahas Masa Depannya di Madrid dan Potensi Vinicius Jr
The Ancelotti Effect: Enam Pemain Ini Semakin Gacor di Real Madrid
Termasuk Araujo Sang Penyelamat, Inilah Deretran Pemain Paling Ajaib Sepanjang Jornada 5 La Liga
Link Live Streaming La Liga Spanyol 2021/2022 Pekan Keenam di Vidio
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST UPDATE
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34











