Dari Juventus ke Real Madrid: Kisah Dean Huijsen dan Penyesalan Si Nyonya Tua
Richard Andreas | 2 Juli 2025 03:12
Bola.net - Ketika Juventus menghadapi Real Madrid di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub, ada kemungkinan mereka menyesali keputusan melepas Dean Huijsen kurang dari setahun lalu. Bek muda yang pernah menjadi andalan akademi Juventus itu kini menunjukkan performa mengesankan bersama Los Blancos.
Huijsen direkrut Madrid dari Bournemouth dengan biaya 50 juta pounds. Ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Bournemouth membelinya dari Juventus seharga 16 juta pounds, yang membuat nilai pasar sang bek melonjak tajam. Ia terbukti menjadi starter saat menghadapi mantan klubnya.
Pemain yang sempat menimba ilmu di Malaga ini pertama kali dipantau oleh Matteo Tognozzi. Ia kemudian bergabung dengan skuad U-17 Juventus pada tahun 2021. Namun, kesempatan untuk menembus tim utama tak kunjung datang padanya.
Potensi Besar, Dijual Terlalu Cepat Demi Keuangan Klub
Meski sempat dipinjamkan ke AS Roma dan mendapat pujian dari Jose Mourinho, Juventus tidak memberinya peluang berarti di skuad utama. Setelah kembali ke Turin, sempat muncul harapan bahwa Huijsen akan dipertahankan, namun kenyataannya berkata lain.
Juventus memilih menjualnya ke Bournemouth dengan nilai yang terbilang rendah. Keputusan itu kabarnya didorong oleh kebutuhan keuangan mendesak klub. Namun, hanya dalam hitungan bulan, Bournemouth menjualnya kembali ke Real Madrid dengan harga lebih dari tiga kali lipat.
Jurnalis Gianluca Oddenino menilai keputusan Juventus "terlalu terburu-buru dan tidak cerdas." Sumber internal klub juga menyebut bahwa semua orang yakin Huijsen bisa menjadi pemain penting musim ini.
Huijsen Bersinar di Madrid, Juventus Krisis di Lini Belakang

Sejak pindah ke Madrid, Huijsen langsung mencuri perhatian. Ia tidak hanya menjadi bagian penting di lini belakang, tetapi juga mendapat panggilan ke tim nasional Spanyol.
Sementara itu, Juventus justru mengalami musim yang sulit di sektor pertahanan. Performa mereka yang tidak stabil berkontribusi pada pemecatan pelatih Thiago Motta pada Maret 2025, jauh sebelum musim berakhir.
Meskipun demikian, Huijsen menunjukkan kedewasaan dengan tidak menyimpan dendam. “Saya berterima kasih kepada Juventus, saya belajar banyak di sana,” ucapnya singkat. Huijsen sekarang fokus menyambut masa depan yang kini terlihat sangat cerah bersama Real Madrid.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Nonton Live Streaming Real Madrid vs Juventus Gratis di DAZN - 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025
- Ini Ternyata Alasan AC Milan Ngebet Datangkan Luka Modric ke San Siro
- Cara Nonton Live Streaming Gratis Real Madrid vs Juventus di Piala Dunia Antarklub 2025 dari HP Kamu!
- Transfer Ibrahima Konate: Liverpool Buka Harga, Madrid Siap Menawar
- Jelang Real Madrid vs Juventus: Ini yang Harus Dipelajari Seorang Kylian Mbappe
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Barcelona vs Mallorca 7 Februari 2026
Liga Spanyol 6 Februari 2026, 11:41
-
Jadwal Lengkap La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Februari 2026, 11:28
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 6 Februari 2026, 11:13
-
Agen Alexis Mac Allister Tanggapi Rumor Terkait Real Madrid
Liga Inggris 6 Februari 2026, 10:24
-
Baru Menjabat, Eksperimen Alvaro Arbeloa Bikin Petinggi Real Madrid Gerah
Liga Spanyol 6 Februari 2026, 09:53
LATEST UPDATE
-
Dicemooh Suporter Sendiri, Nasib Alejandro Garnacho di Chelsea Mulai Dipertanyakan?
Liga Inggris 7 Februari 2026, 12:04
-
Tempat Menonton Bhayangkara FC vs Borneo FC: Tayang di TV atau Live Streaming?
Bola Indonesia 7 Februari 2026, 11:50
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42







