Di Balik Sukses Zinedine Zidane: Gregory 'McGregor' Dupont Ciptakan Mesin Real Madrid
Asad Arifin | 5 Februari 2020 10:42
Bola.net - Zinedine Zidane membawa Real Madrid meraih hasil gemilang pada musim 2019/2020. Namun, di balik penerapan taktik jitu Zinedine Zidane, ada sosok Gregory Dupont yang menciptakan mesin Real Madrid.
Zidane kembali ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada akhir musim 2018/2019 lalu. Hasilnya, Los Blancos tidak mampu menutup musim dengan dengan hasil yang bagus.
Bahkan, Real Madrid juga sempat berada di jalur meragukan pada awal musim 2019/2020. Real Madrid sempat kalah 3-0 dari PSG, juga ditahan imbang 2-2 oleh Club Brugge. Para pemain baru juga tak langsung masuk dalam skema bermain.
Akan tetapi, kini Real Madrid berada di level terbaiknya. Sudah 21 laga dijalani tanpa kekalahan di semua kompetisi. Real Madrid kini berada di puncak klasemen La Liga dan juara Supercopa de Espana.
Gregory Dupont, Pelatih Fisik Jempolan Real Madrid
Jurnalis Marca, Pablo Polo, menilai sosok Gregory Dupont punya peran yang penting di balik sukses Real Madrid. Pria asal Prancis itu melakukan sebagian besar tugas yang dikerjakan Zidane pada musim 2019/2020 ini.
"Pekerjaan taktis dan teknis Zidane harus dilengkapi dengan otot pemain seperti Casemiro, Toni Kroos, Raphael Varane, Karim Benzema dan Vinicius Junior," kata Pablo Polo.
Kinerja Gregory Dupont sempat mendapat sorotan di pramusim. Sebab, ada banyak pemain Real Madrid yang mengalami cedera. Eden Hazard pun tidak mampu berada dalam kondisi yang bugar, bahkan kelebihan berat badan.
Namun, ketika musim berjalan, cedera bukan masalah bagi Real Madrid. Saat ini, hanya Mariano Diaz yang sedang cedera.
"Dupont telah mendapatkan kepercayaan dari skuad meskipun ada tuntutannya karena para pemain telah melihat hasil yang dibawanya," kata Pablo Polo.
McGregor dari Prancis
Sebelum dipanggil Zinedine Zidane untuk bergabung ke Real Madrid, Gregory Dupont bekerja untuk timnas Prancis. Pria berusia 47 tahun itu turut membawa timnas Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018.
Gregory Dupont sangat detail dalam membuat program latihan. Dia punya kegemaran untuk melakukan penelitian pada metode yang diterapkan. Para pemain Real Madrid memberi julukan 'McGregor' pada Gregory Dupont.
"Kami tidak bisa mencegah semuanya, tetapi kami bisa menghindari kesalahan, menganalisis volume dan intensitas kerja sehingga kami bisa mendapatkan hasil dan mendapatkan yang terbaik dari atlet," kata Gregory Dupont dikutip dari Marca.
Gregory Dupont adalah anggota tim UEFA untuk pencegahan cedera, dia juga pernah bekerja University of Sport and Science in Liverpool dan the French National Institute for Sport and Performance.
Sumber: Marca
Baca Ini Juga:
- Sampai Kapan Lionel Messi Bermain di Barcelona? Begini Rencana Kontrak Barunya
- Bukan karena Hasil, Inilah Pemicu Ernesto Valverde Dipecat Barcelona
- Kronik Krisis Besar Barcelona, Siapa Serang Siapa?
- Ousmane Dembele: Sebuah Cerita Tentang Kegagalan
- Bikin Lionel Messi Marah Besar, Begini Pernyataan Eric Abidal yang Salahkan Pemain
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dari Cemooh ke Pesta Gol: Malam Kebangkitan Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:47
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




