El Clasico di Tengah Kekacauan: 6 Masalah Besar yang Membelah Ruang Ganti Real Madrid

Richard Andreas | 8 Mei 2026 21:31
El Clasico di Tengah Kekacauan: 6 Masalah Besar yang Membelah Ruang Ganti Real Madrid
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa berbicara dengan Jude Bellingham saat laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, 16/4/2026) dini hari. (c) AP Photo/Lennart Preiss

Bola.net - Musim 2025/2026 berubah menjadi salah satu musim paling kacau dalam sejarah modern Real Madrid. Klub yang biasanya identik dengan stabilitas dan mental juara kini justru tenggelam dalam konflik internal, pergantian pelatih, pertengkaran antarpemain, hingga isu disiplin yang terus bermunculan.

Situasi itu mencapai titik paling panas menjelang El Clasico kontra FC Barcelona di Camp Nou pada Senin (11/5/2026). Barca hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci gelar La Liga, sementara Madrid datang dengan suasana ruang ganti yang disebut sedang pecah.

Advertisement

Dalam beberapa pekan terakhir, satu demi satu masalah muncul ke publik. Ada pemain yang bertengkar di pusat latihan, ada yang dituduh membocorkan isi ruang ganti, hingga kontroversi pemain yang bepergian ke Italia ketika masih cedera.

Berikut rangkuman krisis besar yang mengguncang Real Madrid sepanjang musim ini.

1 dari 6 halaman

1. Xabi Alonso Gagal Total dan Dipecat di Tengah Musim

1. Xabi Alonso Gagal Total dan Dipecat di Tengah Musim

Xabi Alonso usai laga antara Real Madrid melawan Real Betis di Bernabeu, 5 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Pablo Garcia

Awalnya, kedatangan Xabi Alonso pada musim panas 2025 disambut penuh optimisme. Setelah sukses besar bersama Bayer Leverkusen, ia diproyeksikan menjadi era baru Madrid pasca Carlo Ancelotti.

Sayangnya, proyek itu runtuh sangat cepat. Madrid memang sempat memulai musim dengan baik, tetapi performa mereka merosot drastis setelah akhir 2025.

Kekalahan demi kekalahan mulai berdatangan, termasuk saat tumbang dari Barcelona di final Supercopa de Espana pada Januari 2026. Hanya sehari setelah laga itu, Madrid resmi berpisah dengan Alonso.

Laporan dari media Spanyol menyebut Alonso kesulitan mengendalikan ego para pemain bintang. Ruang ganti mulai terbelah, dan hubungan sang pelatih dengan beberapa pemain inti memburuk.

Pemecatan Alonso justru menjadi awal dari kekacauan yang lebih besar. Madrid kemudian menunjuk Alvaro Arbeloa, tetapi performa tim tetap tidak stabil.

2 dari 6 halaman

2. Vinicius Junior Disebut Jadi Sumber Perpecahan

2. Vinicius Junior Disebut Jadi Sumber Perpecahan

Vinicius Junior merayakan golnya ke gawang Atletico Madrid, Senin (23/3/2026) (c) AP Photo/Manu Fernandez

Nama Vinicius Junior juga terus muncul dalam berbagai laporan konflik internal Madrid musim ini.

Beberapa media Spanyol menyebut ruang ganti mulai retak sejak Vinicius beberapa kali meluapkan emosi kepada Xabi Alonso pada awal musim. Bahkan ada laporan yang menyebut sejumlah pemain senior mulai kehilangan kepercayaan kepada winger Brasil tersebut.

Situasi makin panas setelah muncul tudingan bahwa Vinicius membocorkan percakapan internal pemain kepada Arbeloa. Dugaan itu membuat hubungan sang pemain dengan beberapa rekan setim disebut memburuk jelang El Clasico.

Laporan lain juga menyebut hanya sedikit pemain yang masih sepenuhnya mendukung kondisi ruang ganti saat ini. Ketegangan antarkubu di internal skuad disebut sudah terasa sejak berbulan-bulan lalu.

3 dari 6 halaman

3. Dani Carvajal Ejek Trent Alexander-Arnold

3. Dani Carvajal Ejek Trent Alexander-Arnold

Bek kanan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold dalam laga Liga Champions melawan Benfica, 26 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Ketegangan di internal Real Madrid juga sempat terlihat dari sebuah momen yang tertangkap kamera televisi saat Los Blancos ditahan imbang Real Betis 1-1 dalam lanjutan La Liga.

Sorotan mengarah kepada Dani Carvajal yang berada di bangku cadangan. Bek senior Madrid itu terlihat memberi reaksi ketika Trent Alexander-Arnold gagal cepat menutup pergerakan lawan dalam situasi serangan balik Betis.

Carvajal kemudian membuat gestur tangan menyerupai orang berjalan santai. Aksi itu langsung memicu spekulasi luas di media sosial dan media Spanyol karena dianggap sebagai sindiran terhadap cara bertahan Alexander-Arnold.

Meski tidak ada pernyataan resmi dari Carvajal, momen tersebut semakin memperbesar sorotan terhadap dinamika internal skuad Madrid musim ini. Terlebih, posisi Carvajal memang mulai terpinggirkan sejak kedatangan Alexander-Arnold.

4 dari 6 halaman

4. Antonio Rudiger Bertengkar dengan Alvaro Carreras

4. Antonio Rudiger Bertengkar dengan Alvaro Carreras

Bek Real Madrid, Antonio Rudiger. (c) AP Photo/Joan Monfort

Konflik lain terjadi antara Antonio Rudiger dan Alvaro Carreras. Beberapa laporan menyebut Rudiger sempat terlibat pertengkaran serius dengan Carreras dalam sesi latihan Madrid. Bahkan ada media yang mengklaim bek Jerman itu sampai menampar Carreras ketika situasi memanas.

Carreras kemudian mengakui memang ada insiden dengan rekan setimnya, walaupun ia mencoba meredam isu tersebut dan menyebut masalah sudah selesai.

Kasus ini menambah daftar panjang masalah disiplin Rudiger. Sebelumnya, ia juga mendapat sorotan setelah mengamuk kepada wasit pada final Copa del Rey dan menerima hukuman larangan bermain.

5 dari 6 halaman

5. Kylian Mbappe Disorot karena Pergi ke Italia Saat Cedera

5. Kylian Mbappe Disorot karena Pergi ke Italia Saat Cedera

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe merayakan gol ke gawang Bayern Munchen di leg I perempat final Liga Champions, 8 April 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Musim Kylian Mbappe di Madrid sebenarnya tetap produktif dari sisi statistik. Namun, kontribusi gol itu tidak cukup menutupi berbagai kontroversi yang muncul di luar lapangan.

Mbappe mendapat kritik keras setelah diketahui pergi ke Italia ketika masih menjalani pemulihan cedera hamstring. Ia kembali ke Madrid hanya beberapa hari sebelum pertandingan penting melawan Espanyol.

Perjalanan tersebut memicu kemarahan sebagian fans dan juga memunculkan ketidakpuasan internal klub. Laporan media Inggris menyebut Arbeloa sebenarnya kecewa dengan sikap Mbappe, tetapi Madrid dianggap terlalu lunak terhadap sang superstar.

Di saat bersamaan, Mbappe juga dikabarkan sempat terlibat adu argumen panas dengan staf pelatih dalam sesi latihan.

Kasus itu memperkuat kesan bahwa Madrid musim ini gagal membangun keseimbangan ego di dalam skuad.

6 dari 6 halaman

6. Federico Valverde vs Aurelien Tchouameni Jadi Puncak Kekacauan

6. Federico Valverde vs Aurelien Tchouameni Jadi Puncak Kekacauan

Selebrasi Federico Valverde dalam laga Real Madrid vs Elche di Liga Spanyol, Minggu (15/3/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Puncak krisis Madrid terjadi pekan ini ketika Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat konflik besar di Valdebebas.

Menurut berbagai laporan media Spanyol, pertengkaran bermula dari tuduhan Valverde bahwa Tchouameni membocorkan isi ruang ganti kepada media. Ketegangan sudah terlihat sejak sesi latihan, sebelum akhirnya berlanjut ke ruang ganti.

Laporan paling serius menyebut Tchouameni sempat memukul Valverde hingga gelandang Uruguay itu terjatuh dan mengalami cedera kepala. Valverde bahkan harus mendapat jahitan dan sempat dibawa ke rumah sakit.

Madrid kemudian membuka proses disipliner kepada kedua pemain tersebut. Valverde sendiri membantah terjadi perkelahian fisik brutal, tetapi mengakui memang ada ketegangan akibat frustrasi terhadap musim buruk tim.

Insiden ini menjadi simbol betapa rapuhnya kondisi internal Madrid saat ini. Dan kini Madrid harus datang ke Camp Nou dalam kondisi penuh tekanan.

LATEST UPDATE