Empat Final Copa, Barcelona Ulangi Prestasi 1954
Gia Yuda Pradana | 8 Februari 2017 12:19
Bola.net - - lolos ke final Copa del Rey 2016/17. Empat musim berturut-turut sudah Barcelona maju ke partai puncak kompetisi ini. Barcelona sukses mengulangi prestasi tahun 1954 silam.
Sepanjang sejarah partisipasi mereka di Copa del Rey, Barcelona sudah dua kali lolos ke final empat edisi secara beruntun. Yang pertama adalah di edisi 1951, 1952, 1953 dan 1954, ketika kompetisi ini masih bernama Copa del Generalísimo. Blaugrana mengulanginya di edisi 2014, 2015, 2016 dan 2017 ini.
Di final 1951, Barcelona menghajar Real Sociedad 3-0. Di final 1952, Barcelona memukul Valencia 4-2. Di final 1953, Barcelona menang tipis 2-1 atas Athletic Bilbao. Di final 1954, Barcelona ditumbangkan Valencia 0-3.
Dengan kelolosan ke final musim ini, berarti Barcelona akan memainkan final ke-7 mereka dalam sembilan tahun terakhir. Dalam enam final sebelumnya, Barcelona empat kali juara.
Di final 2009, Barcelona besutan Josep Guardiola mengalahkan Bilbao 4-1. Di final 2012, juga bersama Guardiola, Barcelona kembali menumbangkan Bilbao dan kali ini skornya 3-0.
Barcelona berturut-turut juara dalam dua musim terakhir bersama pelatih Luis Enrique. Di final 2015, Barcelona mengalahkan Bilbao 3-1. Di final 2016 kemarin, Barcelona menang 2-0 lewat extra time melawan Sevilla dan meraih gelar Copa del Rey yang ke-28 (terbanyak dalam sejarah kompetisi ini).
Tahun ini, Barcelona mengincar hattrick juara Copa del Rey bersama Enrique. Lawan mereka di final bulan Mei nanti adalah salah satu dari Celta Vigo atau .
Barcelona lolos dari semifinal dengan agregat 3-2 setelah imbang 1-1 menjamu Atletico Madrid di Camp Nou pada leg kedua, Rabu (08/2). Luis Suarez membuka keunggulan di menit 43, dan Atletico membalas lewat Kevin Gameiro di menit 83.
Namun, Barcelona kehilangan Sergi Roberto dan Suarez yang masing-masing mendapatkan dua kartu kuning di laga ini. Dua pemain tersebut bakal absen di final bulan Mei nanti.
Klik Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






