Enrique Riquelme, Penantang Baru Florentino Perez dalam Pemilihan Presiden Real Madrid

Aga Deta | 15 Mei 2026 19:38
Enrique Riquelme, Penantang Baru Florentino Perez dalam Pemilihan Presiden Real Madrid
Starting XI Real Madrid saat melawan Bayern Munchen d leg kedua perempat final Liga Champions, 16 April 2026. (c) AP Photo/Lennart Preiss

Bola.net - Real Madrid menghadapi dinamika baru jelang pemilihan presiden klub dalam waktu dekat. Nama Enrique Riquelme mulai mencuri perhatian publik sepak bola dalam beberapa hari terakhir.

Situasi ini bermula saat Florentino Perez mengumumkan pemilihan mendadak dan secara tidak langsung menyinggung sosok pengusaha tersebut. Pernyataan itu langsung memicu spekulasi luas mengenai potensi pencalonan Riquelme.

Advertisement

Dalam waktu singkat, Riquelme menjadi salah satu nama paling banyak dicari di dunia sepak bola. Latar belakangnya sebagai pebisnis sukses membuatnya dinilai sebagai penantang serius.

Meski belum ada konfirmasi resmi, berbagai laporan menyebutkan bahwa ia tengah mempertimbangkan langkah besar tersebut. Pertanyaannya kini adalah seberapa besar peluangnya benar-benar maju sebagai kandidat.

1 dari 5 halaman

Profil Enrique Riquelme

Enrique Riquelme lahir di Cox, Alicante, pada 1989 dan memiliki latar belakang keluarga pengusaha. Ia mengaku bukan siswa yang menonjol dan memilih jalan berbeda sejak usia muda.

Pada usia 21 tahun, ia pindah ke Panama dan memulai bisnis kecil di bidang beton. Usahanya berkembang pesat hingga terlibat dalam proyek besar seperti ekspansi Terusan Panama.

Keuntungan dari bisnis tersebut kemudian diinvestasikan ke sektor energi terbarukan. Langkah ini menjadi fondasi utama kesuksesan finansialnya saat ini.

Perusahaan yang ia dirikan, Cox Energy, tumbuh menjadi salah satu pemain penting di Amerika Latin. Perusahaan itu bahkan melantai di bursa saham Spanyol pada November 2024.

2 dari 5 halaman

Kekayaan dan Kelayakan Mencalonkan Diri

Riquelme dikenal sebagai salah satu pengusaha energi terkemuka dengan julukan Raja Matahari. Bisnisnya tersebar di berbagai negara termasuk Meksiko, Chile, dan Amerika Serikat.

Nilai kekayaannya diperkirakan mencapai 460 juta euro (sekitar Rp9,41 triliun). Namun, angka tersebut tidak pernah dikonfirmasi secara resmi olehnya.

Untuk mencalonkan diri sebagai presiden Real Madrid, dibutuhkan jaminan bank sekitar 187 juta euro (sekitar Rp3,8 triliun). Nilai ini setara dengan 15 persen dari anggaran tahunan klub.

Riquelme disebut telah berdiskusi dengan beberapa bank untuk memenuhi syarat tersebut. Namun, jaminan harus berasal dari aset pribadi, bukan perusahaan, yang membuat prosesnya lebih kompleks.

3 dari 5 halaman

Hubungan dengan Real Madrid

Riquelme bukan sosok asing bagi Real Madrid karena ia adalah pendukung lama klub tersebut. Ia bahkan pernah menghadiri beberapa final Liga Champions secara langsung.

Keterlibatannya di dunia olahraga juga terlihat melalui sponsor terhadap tim Rafael Nadal. Hal ini menunjukkan koneksi kuatnya antara bisnis dan olahraga.

Selain itu, ia juga dikabarkan menjalin komunikasi dengan mantan pemain besar Real Madrid. Salah satu nama yang disebut adalah Iker Casillas.

Kehadiran jaringan ini memperkuat posisinya jika benar-benar maju dalam pemilihan. Dukungan dari figur besar bisa menjadi faktor penting dalam kampanyenya.

4 dari 5 halaman

Riwayat Upaya Maju Sebagai Kandidat

Riquelme sebenarnya bukan nama baru dalam bursa calon presiden Real Madrid. Ia sempat dikaitkan dengan pencalonan pada 2021, namun batal maju.

Saat itu, ia mengusung konsep Real Madrid 3.0 yang lebih modern dan profesional. Ia ingin membentuk manajemen yang tidak bergantung pada jaringan pribadi presiden.

Namanya kembali muncul menjelang pemilihan 2025, tetapi kembali tidak berlanjut. Hingga kini, ia belum pernah resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat.

Kini situasi berbeda karena namanya disebut langsung oleh Perez. Hal ini membuka peluang baru sekaligus meningkatkan tekanan untuk benar-benar maju.

5 dari 5 halaman

Peluang dan Arah Kepemimpinan

Jika terpilih, Riquelme berencana membawa perubahan struktural di dalam klub. Ia ingin meningkatkan peran anggota klub dan memperkuat profesionalisme manajemen.

Ia juga pernah menyatakan pandangan berbeda terkait kebijakan sepak bola klub. Salah satunya adalah keinginan membawa kembali Cristiano Ronaldo dan tidak menunjuk Zinedine Zidane.

Meski pernyataan tersebut kini tidak relevan, hal itu memberi gambaran pendekatan kepemimpinannya. Ia cenderung berani mengambil keputusan yang berbeda.

Namun hingga saat ini, belum ada kepastian apakah ia akan mencalonkan diri. Waktu pendaftaran masih terbuka, dan semua kemungkinan masih bisa terjadi.

LATEST UPDATE