Fenomena Neymar Bisa Rusak Tatanan Ekonomi Global
Asad Arifin | 4 Agustus 2017 23:17
Bola.net - - Harus diakui bahwa kepindahan ke PSG telah menjadi sebuah fenomena yang mengguncang pasar transfer. Harga untuk membeli Neymar yang mencapai 222 juta euro dinilai terlalu mahal untuk satu orang pemain.
Banyak kalangan menilai bahwa transfer Neymar ini akan berdampak pada makin mahalnya harga pemain di masa depan. Salah satu tokoh yang takut dengan kejadian tersebut yakni Direktur Olahraga AS Roma, Monchi.
Tidak hanya takut, Monchi, yang bisa membeli pemain dengan harga murah dan menjual dengan mahal, mengaku merasa tidak nyaman. Baginya, apa yang terjadi dengan Neymar bisa merusak tatanan ekonomi global.
Neymar? Itu membuat saya merasa sedikit takut dan tidak nyaman, ucap Monchi dikutip dari Football Italia.
Saya tidak tahu kemana kita akan pergi dan saya tidak ingin berpikir bahwa kita sendang membangun sebuah gelembung artifisial yang akan meledak di masa depan. Seperti gelembung properti, yang telah merusak tatanan ekonomi global, sambungnya.
Monchi menambahkan, apa yang terjadi pada kasus Neymar adalah sebuah ironi. Mantan Direktur Olahraga Sevilla merasa tidak nyaman, karena di belahan dunia lain, saat ini justru ada banyak orang yang sulit dalam hal ekonomi. Terutama mereka yang tidak terlibat dalam gemerlap sepakbola.
Angkanya membuat saya tidak nyaman. Ketika kondisi ekonomi selain sepakbola melaporkan bahwa banyak orang yang menderita dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita harus menjadi cermin, tapi kadang juga tidak.
Saya menghargai apa yang dilakukan oleh PSG, terlepas dari apakah itu legal atau tidak, institusi yang akan memberi tahu kami, tutup Monchi.
Baca Ini Juga:
Salam Perpisahan Melankolis Pique Untuk Neymar
Uang Bukan Motivasi Neymar Pindah ke PSG
Dicap Pengkhianat dan Disamakan Dengan Figo, Neymar Sedih
Bukan Messi, Valverde Jadi Orang Pertama Yang Tahu Keinginan Pindah Neymar
Neymar Sempat Larang Pique Sebut Dirinya Bertahan di Barca
Antrian Panjang Pemburu Jersey Pertama Neymar di PSG
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mahal! Khvicha Kvataskhelia Jadi 'Tumbal' Kemenangan PSG atas Barcelona
Liga Champions 21 Oktober 2026, 20:04
-
PSG Masih Jadi Favorit Juara Liga Champions 2026/2027 usai Hajar Barcelona
Liga Champions 21 Oktober 2026, 12:59
-
Hansi Flick Cadangkan Rodri saat Barcelona Kalah dari PSG, Ini Alasannya
Liga Champions 21 Oktober 2026, 12:19
-
Dani Olmo Cedera, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Real Madrid di El Clasico
Liga Champions 21 Oktober 2026, 11:39
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18








