3 Pelajaran saat Barcelona Takluk 2-4 dari PSG: Joan Garcia Gemilang, Rodri Jadi Sorotan

3 Pelajaran saat Barcelona Takluk 2-4 dari PSG: Joan Garcia Gemilang, Rodri Jadi Sorotan
Pemain Barcelona, Lamine Yamal (tengah), tampak kecewa pada akhir pertandingan Liga Champions melawan PSG, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Teresa Suarez

Bola.net - Barcelona menelan kekalahan pertama mereka musim ini setelah takluk 2-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027. Bermain di Parc des Princes, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB, Blaugrana harus mengakui keunggulan sang juara bertahan setelah pertandingan berjalan sengit.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Barcelona yang datang dengan ambisi membalas kekalahan mereka dalam pertemuan sebelumnya melawan PSG di kompetisi Eropa. Meski mampu memberikan perlawanan, tim asuhan Hansi Flick kesulitan menjaga konsistensi permainan hingga pertandingan berakhir.

PSG membuka keunggulan melalui Desire Doue pada menit ke-38 setelah memanfaatkan kesalahan Lamine Yamal. Barcelona merespons dengan baik dan menyamakan kedudukan lewat Xavi Espart yang tampil mengejutkan di panggung sebesar Liga Champions.

Persaingan semakin ketat setelah Lucas Hernandez membawa PSG kembali unggul, sebelum Yamal menyamakan skor melalui aksi individunya. Namun, gol Vitinha dan Fabian Ruiz pada fase akhir pertandingan memastikan kemenangan 4-2 bagi tuan rumah.

Di balik kekalahan tersebut, ada sejumlah catatan menarik dari penampilan Barcelona, mulai dari aksi gemilang Joan Garcia di bawah mistar hingga keberanian Espart memanfaatkan kesempatan. Keputusan Flick tidak memainkan Rodri sejak awal juga memunculkan pertanyaan mengenai keseimbangan lini tengah Blaugrana.

Berikut tiga pelajaran dari kekalahan Barcelona 2-4 dari PSG di Liga Champions 2026/2027.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1. Joan Garcia Tetap Gemilang di Tengah Rapuhnya Pertahanan

1. Joan Garcia Tetap Gemilang di Tengah Rapuhnya Pertahanan

Kiper Barcelona, Joan Garcia (c) AP Photo/Miguel Oses

Joan Garcia kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang Barcelona meski timnya harus pulang dengan kekalahan. Menghadapi salah satu lini serang paling berbahaya di Eropa, kiper berusia 25 tahun itu tampil penuh percaya diri.

Garcia tidak memiliki banyak peluang untuk mencegah gol-gol PSG karena pertahanan Barcelona berkali-kali membiarkan lawan mendapatkan ruang. Namun, ia tetap mampu menjaga timnya melalui sejumlah penyelamatan penting ketika PSG menekan.

Beberapa peluang dari Ferran Torres, Khvicha Kvaratskhelia, dan Fabian Ruiz berhasil digagalkan oleh Garcia. Refleks dan ketenangannya menjadi modal penting untuk menghadapi gempuran tuan rumah sepanjang pertandingan.

Garcia tercatat membuat 10 penyelamatan dalam laga tersebut, sebuah catatan yang memperlihatkan besarnya tekanan yang harus ia hadapi. Penampilannya bahkan layak dipertimbangkan sebagai salah satu yang terbaik di lapangan, meski Barcelona gagal meraih hasil positif.

Pertandingan Selanjutnya
La Liga La Liga | 1 November 2026
Barcelona Barcelona
03:00 WIB
Alaves Alaves

2. Xavi Espart Tidak Gentar di Panggung Besar

2. Xavi Espart Tidak Gentar di Panggung Besar

Pemain PSG Lucas Hernandez berebut bola dengan pemain Barcelona Xavi Espart dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Teresa Suarez

Xavi Espart mendapatkan kesempatan mengisi posisi bek kanan karena Jules Kounde dan Eric Garcia harus absen akibat cedera. Meski menghadapi lini serang PSG yang berbahaya, pemain muda tersebut mampu menunjukkan ketenangan dan keberanian.

Penampilan Espart menjadi salah satu sisi positif Barcelona dalam pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes. Ia tidak terlihat canggung meski harus menghadapi tekanan dalam laga penting Liga Champions.

Espart juga mencetak gol pertamanya di Liga Champions untuk membawa Barcelona kembali menyamakan kedudukan. Gol tersebut lahir dari penyelesaian yang apik dan menunjukkan kemampuannya memanfaatkan peluang di depan gawang.

Catatan itu membuat malam di Paris menjadi momen istimewa bagi Espart. Ia juga tercatat sebagai pemain termuda Barcelona yang mencetak gol di era Liga Champions, menambah alasan bagi klub untuk optimistis terhadap perkembangannya.

3. Keputusan Flick Tidak Memainkan Rodri Sejak Awal Dipertanyakan

3. Keputusan Flick Tidak Memainkan Rodri Sejak Awal Dipertanyakan

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memperhatikan jalannya pertandingan Liga Champions melawan PSG, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Teresa Suarez

Barcelona sebenarnya tidak tampil buruk sepanjang pertandingan, tetapi mereka kesulitan mengendalikan lini tengah pada sekitar satu jam pertama. Keputusan Hansi Flick menempatkan Rodri di bangku cadangan pun menjadi salah satu hal yang patut disorot.

PSG berkali-kali memenangi perebutan bola kedua dan memanfaatkan ruang di area tengah untuk melancarkan serangan. Marc Bernal dan Pedri kesulitan mengimbangi intensitas permainan tuan rumah yang bergerak cepat saat menguasai bola.

Tekanan tersebut membuat Barcelona kesulitan membangun permainan dengan nyaman sekaligus membatasi ruang bagi para pemain sayap mereka. Lamine Yamal dan Anthony Gordon pun tidak selalu leluasa meregangkan pertahanan PSG seperti yang diharapkan.

Flick tentu memiliki pertimbangan tersendiri, terlebih Rodri juga bukan gelandang yang mengandalkan kecepatan dalam setiap situasi. Namun, kekalahan ini memperlihatkan bahwa Barcelona masih perlu menemukan cara untuk menjaga kendali lini tengah ketika sang gelandang tidak menjadi starter, terutama menjelang El Clasico.

Sumber: Barca Blaugranes

Klasemen Liga Champions