FIFA Ngotot Blokir Pemain Muda 'Bajakan' Barca
Editor Bolanet | 20 Maret 2013 11:25
- Presiden FIFA, Sepp Blatter menegaskan jika otoritas tertinggi sepakbola dunia itu tak akan mencabut sanksi yang mereka jatuhkan pada sekumpulan pemain muda .
Enam penggawa muda Blaugrana dilarang tampil dalam laga kompetitif karena klub Catalan itu dianggap melanggar aturan rekrutmen pemain asing di bawah umur. Mereka adalah Park Seung-Ho, Lee Seung Woo dan Jang Gyeolhee (Korea Selatan), Theo Chendri (Prancis), Bobby Adekanye (Nigeria-Belanda) dan Patric Sousia (Kamerun).
Aturan FIFA menyebutkan jika transfer internasional seorang pemain muda bisa disetujui atas beberapa syarat - orang tuanya pindah negara tanpa alasan khusus; transfer terjadi di antara negara Uni Eropa dan sang pemain berusia 16-18 tahun; atau kediaman sang pemain berjarak kurang 50km dari perbatasan negara.
Dan Blatter mengisyaratkan tak ada toleransi demi kebaikan sepakbola. Kasus Barca akan dipelajari. Namun aturan menggaet pemain di bawah umur sangatlah jelas. Popularitas sepakbola memberikan beberapa bahaya. Sayangnya, sukses finansial dari olahraga kita ini menjadikannya sasaran mafia internasional, tegasnya. (foes/row)
Enam penggawa muda Blaugrana dilarang tampil dalam laga kompetitif karena klub Catalan itu dianggap melanggar aturan rekrutmen pemain asing di bawah umur. Mereka adalah Park Seung-Ho, Lee Seung Woo dan Jang Gyeolhee (Korea Selatan), Theo Chendri (Prancis), Bobby Adekanye (Nigeria-Belanda) dan Patric Sousia (Kamerun).
Aturan FIFA menyebutkan jika transfer internasional seorang pemain muda bisa disetujui atas beberapa syarat - orang tuanya pindah negara tanpa alasan khusus; transfer terjadi di antara negara Uni Eropa dan sang pemain berusia 16-18 tahun; atau kediaman sang pemain berjarak kurang 50km dari perbatasan negara.
Dan Blatter mengisyaratkan tak ada toleransi demi kebaikan sepakbola. Kasus Barca akan dipelajari. Namun aturan menggaet pemain di bawah umur sangatlah jelas. Popularitas sepakbola memberikan beberapa bahaya. Sayangnya, sukses finansial dari olahraga kita ini menjadikannya sasaran mafia internasional, tegasnya. (foes/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Barcelona vs Sevilla 15 Maret 2026
Liga Spanyol 14 Maret 2026, 22:15
-
AC Milan Tiba-Tiba Tahan Negosiasi Kontrak Christian Pulisic, Ada Apa?
Liga Italia 14 Maret 2026, 10:37
LATEST UPDATE
-
Prediksi Sporting vs Bodo/Glimt 18 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 19:00
-
Prediksi Man City vs Real Madrid 18 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 18:15
-
Prediksi Chelsea vs PSG 18 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 17:30
-
Rumor Xabi Alonso ke Liverpool Makin Panas, Agen Akhirnya Buka Suara
Liga Inggris 16 Maret 2026, 16:38
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 18-19 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 16:23
-
Pavlovic Terpukul Usai Milan Tumbang dari Lazio
Liga Italia 16 Maret 2026, 16:02
-
Prediksi Arsenal vs Leverkusen 18 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 16:00
-
Man City Ditahan West Ham, Pep Guardiola Akui Salah Pilih Pemain
Liga Inggris 16 Maret 2026, 15:25
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05











