
Bola.net - Persiapan Timnas Korea Selatan untuk Piala Dunia 2026 diwarnai kontroversi yang berkembang menjadi krisis internal. Sebuah rekaman audio yang bocor dari sesi latihan tim memicu kemarahan publik dan menimbulkan ketegangan antara para pemain dengan rombongan media yang meliput mereka.
Insiden tersebut bermula dari sesi latihan terbuka di Guadalajara, Meksiko, beberapa hari sebelum laga pembuka fase grup. Namun, dalam hitungan hari, persoalan itu berkembang menjadi konflik yang melibatkan federasi sepak bola, wartawan peliput tim nasional, hingga para pemain.
Situasi tersebut bahkan disebut sebagai salah satu keretakan terdalam antara tim nasional Korea Selatan dan media domestik dalam sejarah sepak bola modern negara tersebut.
Awal Mula Rekaman Kontroversial

Pada 7 Juni, stasiun televisi JTBC mengunggah video latihan terbuka Timnas Korea Selatan di Guadalajara. Dalam video itu, para pemain, termasuk Son Heung-min, terlihat melakukan pemanasan dan berlari mengelilingi lapangan.
Belakangan, penonton menyadari bahwa mikrofon kamera ikut merekam percakapan sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi pengambilan gambar. Potongan audio tersebut kemudian dipisahkan dan menyebar luas di berbagai forum daring Korea Selatan.
Dalam rekaman itu, seorang pria terdengar mengomentari Son yang sedang berlari agak terpisah dari kelompok utama.
"Apakah karena dia kapten sehingga dia berlari seperti seorang pemimpin peleton?"
Pria tersebut kemudian melanjutkan komentarnya.
"Dia terlihat seperti sedang berlari di militer. Apakah karena dia kapten?"
Seorang wanita yang berada di dekatnya tampak menyadari percakapan itu berpotensi terekam.
"Kamera, kamera."
Meski begitu, peringatan tersebut tidak menghentikan percakapan mereka.
Komentar soal Wajib Militer Jadi Pemicu Kemarahan

Rekaman itu kemudian berlanjut dengan komentar yang menyinggung status wajib militer para pemain.
"Orang-orang ini tidak tahu apa-apa tentang militer."
Dalam laporan lanjutan, terdengar pula komentar yang secara khusus menyinggung Son.
"Dia bahkan tidak benar-benar menjalani wajib militer."
Komentar tersebut langsung memicu reaksi keras dari publik. Banyak penggemar menilai penggunaan isu wajib militer untuk mengejek kapten tim nasional merupakan tindakan yang tidak pantas, terutama saat para pemain sedang mewakili negara di Piala Dunia.
Kemarahan publik semakin besar karena Son selama bertahun-tahun menjadi salah satu figur olahraga paling dihormati di Korea Selatan.
Latar Belakang Status Wajib Militer Son

Nama Son Heung-min memang kerap dikaitkan dengan isu wajib militer. Pada 2018, ia memimpin tim Olimpiade Korea Selatan meraih medali emas Asian Games.
Prestasi tersebut memberinya pembebasan resmi dari kewajiban menjalani masa wajib militer penuh selama 21 bulan yang berlaku di Korea Selatan.
Meski memperoleh pengecualian tersebut, Son tetap menjalani pelatihan dasar militer selama tiga minggu di satuan marinir di Pulau Jeju pada 2020.
Ia juga menyelesaikan kewajiban layanan alternatif yang mencakup aktivitas di bidang profesinya serta ratusan jam pelayanan masyarakat.
JTBC Memberikan Klarifikasi

Setelah rekaman itu viral, muncul dugaan bahwa suara dalam audio berasal dari wartawan yang sedang meliput tim nasional. Dugaan tersebut muncul karena area pengambilan gambar dinilai tidak mudah diakses oleh penonton umum.
Menghadapi kritik yang terus membesar, JTBC menjadikan video asli tersebut bersifat privat dan kemudian mengunggah versi baru dengan audio kontroversial yang telah dibisukan.
Dalam pernyataan resminya, JTBC membantah bahwa komentar tersebut berasal dari reporter mereka.
Stasiun televisi itu menjelaskan bahwa mikrofon berkualitas tinggi yang digunakan dalam peliputan menangkap suara-suara dari sekitar lokasi latihan yang saat itu terbuka bagi banyak pengunjung.
JTBC juga menyatakan kru produksi baru mengetahui isi percakapan tersebut setelah membaca masukan dari penonton, sehingga mereka segera menyunting video tersebut.
KFA Turun Tangan dan Tegur Media

Penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meredakan kontroversi. Publik terus mendesak penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak yang melontarkan komentar tersebut.
Situasi akhirnya mendorong Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mengambil langkah yang jarang terjadi. Federasi secara terbuka memberikan teguran terhadap media domestik yang meliput tim nasional.
Pada 15 Juni waktu Korea Selatan, KFA merilis pernyataan resmi yang menyatakan penyesalan mendalam atas penggunaan bahasa yang dianggap tidak pantas dan tidak menghormati para pemain.
Federasi menyebut komentar tersebut telah menimbulkan "guncangan dan kekecewaan yang besar" di dalam skuad.
KFA juga meminta media untuk menunjukkan "sikap yang bertanggung jawab" serta menjunjung "rasa saling menghormati" dalam peliputan tim nasional.
Hubungan Pemain dan Media Memburuk

Dampak kontroversi itu segera terasa di dalam kamp Korea Selatan. Para pemain dilaporkan memilih menunjukkan solidaritas kepada Son dengan membatasi interaksi mereka dengan media.
Setelah Korea Selatan meraih kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, Son yang biasanya selalu melayani wawancara pascapertandingan memilih tidak berbicara kepada wartawan.
Kapten tim hanya memberikan salam singkat sebelum meninggalkan area mixed zone.
Ketegangan semakin terlihat pada 14 Juni ketika sesi wawancara individu dengan Hwang In-beom mendadak dibatalkan di pusat latihan tim.
Meski secara resmi disebut karena masalah jadwal, laporan dari lokasi menyebut pembatalan itu merupakan bentuk penolakan para pemain untuk berinteraksi dengan media.
Pengunduran Diri dan Teguran Internal
Krisis tersebut kemudian meluas dan berkembang menjadi persoalan kelembagaan.
Menurut sejumlah sumber, sekretaris rombongan media Korea Selatan untuk Piala Dunia memutuskan mengundurkan diri dengan alasan bertanggung jawab atas pelanggaran etika yang terjadi dan memburuknya hubungan antara media dan tim nasional.
Di saat yang sama, KFA juga mulai menerapkan pembatasan yang lebih ketat terhadap akses media.
Salah satu media domestik bahkan diminta menarik kembali hasil wawancara santai dengan gelandang Lee Dong-gyeong yang dilakukan saat hari libur pemain di Guadalajara. Permintaan tersebut akhirnya dipatuhi oleh media yang bersangkutan.
Media Asing Ungkap Ketegangan di Dalam Kamp
Besarnya ketegangan di dalam kamp Korea Selatan juga terungkap melalui kesaksian wartawan asing yang meliput turnamen.
Jurnalis ESPN Meksiko, Jesus Bernal, mengungkap bahwa petugas media KFA sempat meminta seluruh wartawan asing meninggalkan ruangan sebelum memberikan teguran keras kepada rombongan media Korea Selatan.
"Kami kebingungan ketika diminta keluar."
"Namun, kemudian kami mengetahui bahwa petugas media Korea sedang memarahi rombongan media mereka sendiri dengan sangat keras. Ketegangan di dalam kamp sangat terasa."
Son Tetap Fokus Menatap Piala Dunia
Di tengah kontroversi yang terus bergulir, Son belum memberikan komentar publik terkait insiden tersebut.
Kapten Korea Selatan itu tetap fokus menjalani persiapan bersama pelatih Hong Myung-bo dan rekan-rekan setimnya.
Laporan dari dalam kamp menyebut moral tim justru berada dalam kondisi sangat baik. Para pemain disebut semakin kompak dan menjadikan kontroversi tersebut sebagai motivasi tambahan.
Setelah gol kemenangan melawan Republik Ceko tercipta, penyerang Oh Hyeon-gyu bahkan berlari menuju Son dan melakukan penghormatan dengan membungkuk 90 derajat di hadapan sang kapten.
Di luar lapangan, suasana kebersamaan tim juga tetap terjaga. Son terlihat mengajak sejumlah rekan setimnya, termasuk Kim Seung-gyu, menikmati makan malam taco di Guadalajara saat waktu senggang.
Jangan Lewatkan!
- Jelang Laga Argentina vs Aljazair, Messi Bidik Rekor yang Belum Pernah Tercipta
- Catatan Menarik Arab Saudi vs Uruguay: Wakil Asia Masih Tak Terkalahkan di Piala Dunia 2026
- Rekap Hasil Negara Asia di Piala Dunia 2026: Enam Wakil AFC Masih Tak Terkalahkan
- Klasemen Grup G Piala Dunia 2026: 4 Tim Sama-Sama Raih Satu Poin, Siapa Memimpin?
- Man of the Match Iran vs Selandia Baru: Ramin Rezaeian
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 05:45Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
-
Piala Dunia 30 September 2026 23:45Nomor 10 Argentina Setelah Lionel Messi Pensiun: Siapa yang Akan Jadi Penerusnya?
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 4 November 2026 16:00Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
-
Liga Champions 4 November 2026 15:40MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
-
Liga Champions 4 November 2026 15:20Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
-
Liga Champions 4 November 2026 15:00Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
piala dunia 27 Oktober 2026 08:15Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:41Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Feminin 2026, Sempurnakan Comeback
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
piala dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
SOROT
-
Liputan6 4 November 2026 16:17Gerindra Akan Kumpulkan Parpol Lain Bahas Penyadapan Presiden
-
Liputan6 4 November 2026 14:09Perintah Prabowo ke Kapolri soal Kasus Penyadapan Presiden
-
Liputan6 4 November 2026 13:48Prabowo Titip Pesan Khusus ke Guru Besar dan Akademisi
-
Liputan6 4 November 2026 13:00Cek Fakta: Hoaks Presiden Prabowo Bakal Batasi Media Sosial
-
Liputan6 4 November 2026 12:18Jenderal Listyo Tersangka Penyadapan Presiden, Istana: Mengarah ke Makar
-
Liputan6 4 November 2026 12:043 Pati Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Polri Pastikan Tetap Solid
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390127/original/030084700_1793783737-IMG-20261104-WA0051.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389827/original/042023800_1793774716-Screenshot_20261104_112322_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428980/original/030072900_1764569990-Presiden_dan_Kapolri_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383805/original/006884000_1793099058-147653.jpg)
