Franco Mastantuono Dibanding-bandingkan dengan Lamine Yamal

Richard Andreas | 3 Februari 2026 22:57
Franco Mastantuono Dibanding-bandingkan dengan Lamine Yamal
Selebrasi Franco Mastantuono dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Franco Mastantuono menjalani musim pertamanya bersama Real Madrid dengan sorotan besar. Usianya baru 18 tahun, tetapi statusnya sebagai rekrutan mahal langsung menempatkannya di bawah tuntutan tinggi.

Gelandang serang asal Argentina itu direkrut pada musim panas lalu dengan nilai transfer lebih dari 60 juta euro. Awalnya, adaptasinya di Spanyol berjalan positif sebelum performanya dinilai menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Advertisement

Situasi tersebut memunculkan berbagai suara yang menuntut Mastantuono menunjukkan lebih banyak kontribusi. Salah satu yang angkat bicara adalah legenda sepak bola Argentina, Mario Kempes, yang memberi nasihat langsung terkait sikap dan keberanian di lapangan.

1 dari 3 halaman

Kempes Soroti Keberanian Mastantuono di Real Madrid

Mario Kempes menilai konteks bermain di Real Madrid berbeda jauh dibandingkan klub sebelumnya. Menurutnya, tuntutan untuk selalu menang bahkan sudah terasa sejak sesi latihan.

“Ini tidak mudah, ini bukan River, ini bukan Boca … ini Real Madrid. Di Real Madrid, Anda harus menang bahkan dalam latihan. Mastantuono harus sedikit lebih berani, dia harus lebih berani,” ujar Kempes.

Ia menekankan bahwa perekrutan Mastantuono dari River Plate dilakukan karena potensi besar yang dimilikinya. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimaksimalkan di Santiago Bernabeu.

“Jika mereka membawanya dari River ke Real Madrid, itu karena mereka melihat potensi dalam dirinya, dan hari ini potensi itu tidak bekerja untuk keuntungannya. Jika dia tidak menggunakan potensi itu, dia tidak akan bertahan lama,” lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Perbandingan dengan Lamine Yamal dan Tuntutan Mental

Dalam penilaiannya, Kempes juga menyinggung nama Lamine Yamal sebagai contoh pemain muda yang berani mengambil risiko. Ia menilai Mastantuono perlu meniru keberanian tersebut di lapangan.

“Dia harus lebih berani, melakukan apa yang dia lakukan di River, menembak dari luar kotak penalti, melewati pemain bertahan …,” kata Kempes.

“Lamine Yamal kurang lebih seperti itu, lihat saja, dia kehilangan bola, tidak sering, tapi dia memang kehilangan bola, dan dia terus meminta bola. Dia melewati pemain bertahan, dia menembak, dan dia bermain.”

3 dari 3 halaman

Pesan untuk Mastantuono

Kempes bahkan menuntut Mastantuono menunjukkan pengorbanan lebih besar dibandingkan para bintang senior Real Madrid.

“Itulah yang harus dilakukan Mastantuono, berkorban 20 kali lebih banyak daripada Mbappe, atau Vini, atau siapa pun. Bahkan Rodrygo," sambung Kempes.

Ia menutup dengan menyinggung aspek mental yang kerap dibicarakan dalam perkembangan pemain muda.

“Secara mental? Anda harus membuktikannya di lapangan, bukan hanya karena Anda merasa kuat secara mental.”

“Orang-orang akan menyukai Anda, ya, mereka menghargai usaha dan kemauan Anda, tetapi Anda harus menjadi protagonis, bukan hanya dalam beberapa hal. Percaya bahwa Anda bisa menjadi bintang, tetapi tanpa membiarkannya naik ke kepala,” tutup Kempes.

LATEST UPDATE