Gagal Tembus Delapan Besar Liga Champions, Arbeloa Masih Percaya Dukungan Fans Bernabeu

Richard Andreas | 1 Februari 2026 13:05
Gagal Tembus Delapan Besar Liga Champions, Arbeloa Masih Percaya Dukungan Fans Bernabeu
Gianluca Prestianni berebut bola dengan Jude Bellingham dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026 (c) AP Photo/Armando Franca

Bola.net - Real Madrid kembali ke kompetisi domestik dengan beban berat setelah hasil mengecewakan di Liga Champions. Kekalahan di tengah pekan membuat posisi mereka di fase liga merosot dan memaksa tim menghadapi jalur yang lebih sulit untuk melaju.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran soal reaksi publik Santiago Bernabeu. Dalam beberapa pekan terakhir, para pendukung sempat meluapkan ketidakpuasan terhadap performa tim di berbagai ajang.

Advertisement

Namun, jelang laga La Liga akhir pekan ini, pelatih Alvaro Arbeloa memilih bersikap tenang. Ia menilai momen sulit justru membutuhkan persatuan antara tim dan suporter.

1 dari 4 halaman

Keyakinan Arbeloa soal Dukungan Fans

Keyakinan Arbeloa soal Dukungan Fans

Aksi winger Real Madrid, Vinicius Junior di laga melawan Benfica pada lanjutan Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Alvaro Arbeloa menegaskan ia tidak mengantisipasi sambutan negatif dari fans Real Madrid saat tim kembali berlaga di LaLiga. Menurutnya, dukungan publik Bernabeu tetap krusial meski hasil di Eropa baru saja mengecewakan.

“Tidak, saya berharap Bernabeu akan bersama tim,” kata Arbeloa dalam konferensi pers pada Sabtu, menjelang pertandingan melawan Rayo Vallecano. “Kami tahu kami membutuhkan para fans.”

Ia menekankan bahwa kekuatan Real Madrid terletak pada kebersamaan antara tim dan pendukung. Target terdekatnya jelas, yakni meraih kemenangan di liga dan terus menjaga persaingan gelar.

“Saya selalu meminta dukungan mereka, karena bersama-sama kami lebih kuat. Tujuan kami adalah menang pada hari Minggu dan terus berjuang di liga,” lanjut Arbeloa.

2 dari 4 halaman

Latar Belakang Kekalahan dan Konsistensi Tim

Latar Belakang Kekalahan dan Konsistensi Tim

Heorhiy Sudakov berlari membawa bola di samping Franco Mastantuono dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026 (c) AP Photo/Armando Franca

Real Madrid baru saja kalah 4-2 dari Benfica pada Rabu lalu, hasil yang membuat mereka turun ke peringkat kesembilan klasemen Liga Champions. Kekalahan itu semakin terasa menyakitkan karena gol penentu tercipta di menit ke-98.

Posisi tersebut membuat Madrid harus kembali menghadapi Benfica dalam laga playoff pada Februari demi mengamankan tiket ke babak 16 besar. Hasil itu datang setelah periode performa yang sempat menunjukkan perbaikan.

Dalam masa kepemimpinan Arbeloa, Madrid tersingkir dari Copa del Rey, lalu meraih dua kemenangan beruntun di LaLiga atas Levante dan Villarreal, sebelum kembali terpeleset di Eropa.

3 dari 4 halaman

Reaksi Pemain dan Sikap Arbeloa

Sejumlah pemain bintang secara terbuka mengkritik penampilan tim di laga terakhir. Jude Bellingham menyebut performa tersebut 'mengerikan', sementara Kylian Mbappe menilai hasil itu bukan soal kualitas atau taktik.

“Ini bukan soal kualitas atau taktik, tetapi soal keinginan,” kata Mbappe menanggapi kekalahan tersebut.

Arbeloa mengakui bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah utama timnya. Ia menekankan pentingnya bekerja tanpa terjebak euforia maupun kekecewaan berlebihan.

“Kami sedang berusaha menemukan konsistensi yang kami butuhkan,” ujar Arbeloa. “Ini bukan waktunya untuk kecewa atau euforia. Ini waktunya bekerja, itu saja. Penyesalan adalah jalan buntu. Ketika sesuatu tidak berjalan baik, Anda harus berkembang. Itu jalan saya sebagai pelatih. Tentu saja, saya akan membuat banyak kesalahan.”

4 dari 4 halaman

Dukungan untuk Pemain Kunci dan Situasi Liga

Beberapa pemain, termasuk Vinicius Junior dan Bellingham, sempat mendapat siulan dari penonton saat menghadapi Levante. Meski demikian, Arbeloa tetap membela pemain-pemain utamanya.

“Saya memahami semua perdebatan sepak bola, tetapi saya selalu ingin memiliki pemain terbaik di lapangan,” katanya. “Semakin banyak menit yang mereka dapatkan, semakin baik.”

Ia menegaskan bahwa pemain-pemain tersebut memiliki kemampuan mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Menurutnya, fans Real Madrid tentu ingin melihat pemain terbaik selalu tersedia dan bermain.

Di tengah berbagai masalah, posisi Madrid di liga masih kompetitif. Mereka memulai akhir pekan hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Barcelona, yang dijadwalkan bertandang ke markas Elche.

LATEST UPDATE