Gagal Total di Eropa, Real Madrid Siap Rombak Besar-Besaran?
Richard Andreas | 17 April 2026 12:45
Bola.net - Real Madrid kembali menelan kekecewaan besar di panggung Eropa setelah disingkirkan Bayern Munchen di Liga Champions. Kekalahan agregat 6-4, termasuk skor 4-3 pada leg kedua di Allianz Arena, memperpanjang musim yang jauh dari harapan.
Hasil ini tidak hanya menutup peluang meraih trofi, tetapi juga memperbesar tekanan terhadap pelatih Alvaro Arbeloa. Masa depannya kini berada di ujung tanduk di tengah situasi klub yang sedang bergejolak.
Dengan peluang juara La Liga yang semakin menipis dan kegagalan di kompetisi domestik lainnya, Real Madrid berpotensi mengakhiri musim tanpa gelar besar untuk kedua kalinya secara beruntun.
Kekalahan yang Mempertegas Standar Tinggi Real Madrid

Real Madrid dikenal sebagai klub dengan standar tertinggi di dunia sepak bola. Sejarah panjang mereka di Liga Champions, dengan 15 gelar, membentuk budaya yang tidak mentoleransi kegagalan.
Dalam konteks itu, tersingkir dari Bayern menjadi pukulan telak. Apalagi, kekalahan ini terjadi di tengah musim yang sudah penuh tekanan sejak awal.
Sejarah menunjukkan bahwa bahkan pelatih sukses pun tidak kebal dari pemecatan. Vicente del Bosque pernah dipecat setelah memenangkan La Liga, sementara Carlo Ancelotti harus pergi meski baru saja mempersembahkan gelar Liga Champions.
Budaya ini menegaskan satu hal: ketika hasil tidak sesuai ekspektasi, pelatih menjadi pihak pertama yang harus bertanggung jawab.
Posisi Arbeloa Semakin Rapuh

Alvaro Arbeloa baru ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Januari lalu, menggantikan Xabi Alonso. Namun, masa jabatannya yang singkat tidak memberikan banyak perlindungan di tengah tekanan hasil buruk.
Secara umum, pandangan di dalam klub menyebut bahwa Arbeloa kemungkinan besar akan dipecat. Meski demikian, ia diperkirakan tetap memimpin tim hingga akhir musim.
Keputusan ini lebih didasarkan pada situasi kompetisi yang sudah hampir berakhir. Mengganti pelatih saat ini dinilai tidak akan membawa dampak signifikan.
Menanggapi spekulasi tersebut, Arbeloa menegaskan sikapnya. “Saat ini saya tidak memikirkan hal itu sama sekali. Ini keputusan klub dan saya adalah pendukung setia. Yang saya inginkan hanya Real Madrid menang, siapa pun pelatihnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak khawatir soal masa depan. Arbeloa merasa telah melakukan segalanya untuk membantu tim meraih kemenangan.
Daftar Kandidat Pengganti Mulai Muncul

Sejak awal penunjukannya, posisi Arbeloa memang tidak sepenuhnya aman. Spekulasi soal calon pengganti sudah muncul bahkan sebelum hasil buruk datang.
Beberapa nama besar mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Real Madrid. Jurgen Klopp menjadi salah satu yang sering disebut, meski ia telah menegaskan komitmennya bersama Red Bull dan belum ada kontak dengan Madrid.
Zinedine Zidane juga kembali masuk radar. Sosok yang membawa tiga gelar Liga Champions beruntun itu masih memiliki hubungan baik dengan Florentino Perez, meski disebut lebih tertarik menangani tim nasional Prancis.
Didier Deschamps turut disebut sebagai opsi, seiring kontraknya bersama Prancis yang akan berakhir. Selain itu, Mauricio Pochettino juga menjadi kandidat kuat, mengingat hubungan baiknya dengan manajemen Madrid.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait siapa yang akan menjadi pelatih berikutnya.
Masalah Lebih Dalam dari Sekadar Pelatih
Krisis Real Madrid tidak hanya berhenti di kursi pelatih. Sejumlah sumber internal menyebut bahwa masalah klub jauh lebih kompleks dan telah berlangsung cukup lama.
Dua musim tanpa gelar besar menjadi indikasi adanya persoalan struktural. Mulai dari ketidakseimbangan skuad, kurangnya rekrutmen yang tepat, hingga kesulitan menjaga harmoni di ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang.
Beberapa pihak bahkan menilai bahwa tim ini membutuhkan perombakan besar. Salah satu solusi yang disebut adalah menjual satu pemain bintang untuk membuka ruang perbaikan di beberapa posisi krusial.
Selain itu, isu kekuatan pemain yang terlalu besar juga mencuat. Ada pandangan bahwa sebagian pemain tidak menunjukkan keinginan cukup untuk berkembang, sehingga menyulitkan pelatih.
Jangan Lewatkan!
- Klopp atau Pochettino, Siapa yang Bisa Bawa Real Madrid Kembali Berjaya?
- Bila Barcelona Juara La Liga, Real Madrid Tak Sudi Beri Guard of Honour di Camp Nou?
- Martin Zubimendi Tolak Real Madrid! Pilih Setia di Arsenal dan Fokus Liga Champions
- 4 Kesalahan Fatal yang Jadi Penyebab Kekalahan Real Madrid dari Bayern Munchen
- Real Madrid Siapkan Empat Kandidat Pelatih Baru Usai Tersingkir dari Liga Champions
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Insiden Kartu Merah Camavinga Bikin Real Madrid Meradang
Liga Champions 17 April 2026, 12:15
-
Klopp atau Pochettino, Siapa yang Bisa Bawa Real Madrid Kembali Berjaya?
Liga Spanyol 17 April 2026, 10:16
-
Saran untuk Lamine Yamal: Jangan Banyak Bicara
Liga Spanyol 17 April 2026, 09:45
-
Sudah Tersingkir dari UCL, Barcelona Masih Ajukan Protes ke UEFA
Liga Champions 17 April 2026, 09:15
LATEST UPDATE
-
Declan Rice Kirim Peringatan: Arsenal Harus Bangkit Lawan Man City!
Liga Inggris 17 April 2026, 14:14
-
Jadwal Serie A Pekan Ini Live di ANTV dan Vidio, 18-21 April 2026
Liga Italia 17 April 2026, 13:41
-
Gagal Total di Eropa, Real Madrid Siap Rombak Besar-Besaran?
Liga Spanyol 17 April 2026, 12:45
-
Insiden Kartu Merah Camavinga Bikin Real Madrid Meradang
Liga Champions 17 April 2026, 12:15
-
Rugi Besar Jika Manchester United Lepas Michael Carrick!
Liga Inggris 17 April 2026, 11:44
-
Chelsea Dapat Suntikan Tenaga, Enzo Fernandez Kembali ke Skuad Utama
Liga Inggris 17 April 2026, 11:14
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00










