Kalahkan Barcelona, Bukti Real Madrid Kembali Bermain dengan Rasa Percaya Diri dan Karakter yang Kuat
Gia Yuda Pradana | 27 Oktober 2025 14:17
Bola.net - Real Madrid menegaskan kembali dominasinya di La Liga dengan kemenangan 2-1 atas Barcelona di Santiago Bernabeu pada pekan ke-10. Duel bertajuk El Clasico itu menghadirkan drama, intensitas, dan bukti bahwa pasukan Xabi Alonso kembali menemukan ritme terbaiknya.
Kylian Mbappe membuka keunggulan lewat gol di menit ke-22, tapi Fermin Lopez bisa menyamakan skor untuk Barcelona pada menit ke-38. Jude Bellingham kemudian memastikan tiga poin bagi Madrid lewat gol penentu di menit ke-43.
Kemenangan ini tidak hanya memperlebar jarak lima poin dari Barcelona di klasemen, tetapi juga menegaskan bahwa Real Madrid kembali bermain dengan rasa percaya diri dan karakter yang kuat.
Bellingham Menjawab Keraguan

Jude Bellingham turun di laga ini dengan tekanan besar. Enam pertandingan tanpa gol atau assist sejak pulih dari cedera bahu sempat menimbulkan keraguan apakah ia masih bisa tampil seperti musim lalu. Namun, El Clasico kali ini menjadi panggung pembuktiannya.
Bellingham berperan penting dalam dua gol Madrid. Ia menjadi arsitek gol pembuka dengan umpan terobosan tajam untuk Mbappe, lalu mencetak gol kedua dengan ketenangan khasnya di depan gawang. Dalam satu laga, ia menjawab semua kritik dengan performa penuh energi dan kecerdasan taktis.
Bellingham tampil seperti dirinya yang dulu — seorang gelandang box-to-box yang mampu mengatur tempo, menginisiasi serangan, sekaligus menjadi penyelesai akhir. Performa ini menunjukkan bahwa rasa percaya diri Madrid juga ikut kembali bersamanya.
Efek Alonso dan Kejelasan Taktis

Di bawah arahan Xabi Alonso, Madrid tampak lebih terstruktur dan efisien. Tidak ada lagi kebingungan posisi seperti musim lalu ketika Bellingham harus memainkan terlalu banyak peran di lini tengah. Kini, tugasnya lebih sederhana: mengalirkan bola, menekan ruang, dan hadir di kotak penalti pada momen penting.
Hasilnya terlihat jelas di Bernabeu. Madrid tampil agresif sejak awal, berani menekan, dan terus menggempur pertahanan tinggi Barcelona. Beberapa keputusan VAR memang sempat mengubah arah laga, termasuk anulir penalti di menit awal dan gol Mbappe yang dianggap offside, tetapi Madrid tidak kehilangan fokus.
Kejernihan strategi Alonso memberi keseimbangan antara kerja keras dan kreativitas. Bellingham menjadi pusat transisi, sementara Mbappe dan Vinicius memberi variasi serangan yang sulit dihentikan.
Kembalinya Kepercayaan Diri Madrid

Lebih dari sekadar kemenangan, hasil ini menunjukkan bahwa Madrid kembali memiliki “aura” yang sempat hilang musim lalu. Mereka bermain dengan intensitas tinggi, penuh keyakinan, dan menunjukkan superioritas di momen-momen penting.
Satu-satunya noda kecil adalah ekspresi kekecewaan Vinicius Junior yang langsung menuju ruang ganti setelah digantikan pada menit ke-72. Namun, situasi itu tidak mengurangi euforia tim atas kemenangan penting ini.
Barcelona menutup laga dengan 10 pemain setelah Pedri mendapat kartu merah di masa tambahan waktu, menambah frustrasi tim tamu. Di sisi lain, Madrid menutup pertandingan dengan kepala tegak — solid di belakang, efektif di depan, dan kembali menunjukkan identitas mereka sebagai tim besar.
Bellingham dan Madrid kini seperti menemukan kembali irama yang hilang. Dengan kejelasan taktik dari Alonso dan semangat yang menyala di setiap pemain, Los Blancos kembali tampil dengan rasa percaya diri dan gaya yang menjadi ciri khas mereka.
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- 3 Pertanyaan untuk Real Madrid usai Menundukkan Barcelona 2-1 di El Clasico
- El Clasico, Gol Bellingham, dan Awan Kontroversi di Bernabeu
- Lamine Yamal dan Malam Penuh Cemoohan di Santiago Bernabeu
- Barcelona dan Pencarian Elemen yang Hilang
- Barcelona Gigit Jari di Bernabeu: Tumpulnya Torres dan Yamal Jadi Masalah Utama
- Pertahanan Barcelona Berantakan: Saat Real Madrid Menelanjangi Kekacauan di Lini Belakang Blaugrana
- Prediksi Atalanta vs AC Milan 29 Oktober 2025
- Prediksi Lecce vs Napoli 29 Oktober 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Club Brugge vs Marseille 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 17:27
-
Benfica vs Real Madrid: Ujian Berat Tuan Rumah Hadapi Raksasa Spanyol
Liga Champions 27 Januari 2026, 17:13
-
Prediksi Leverkusen vs Villarreal 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 16:55
-
Barcelona vs Copenhagen: Rekor Produktivitas Jadi Modal Tuan Rumah
Liga Champions 27 Januari 2026, 16:45
-
Prediksi Union Saint-Gilloise vs Atalanta 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 16:40
LATEST UPDATE
-
Barcelona Dicampakkan Dro Fernandez, Presiden Klub Bahkan Dibuat Terkejut
Liga Spanyol 27 Januari 2026, 22:17
-
John Herdman Blak-blakan Alasannya Mengunjungi Latihan Persija, Pantau Pemain Muda
Tim Nasional 27 Januari 2026, 22:11
-
Prediksi Athletic Bilbao vs Sporting Lisbon, 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 21:52
-
Arsenal Krisis Gol: Penyerang Tumpul dan Tak Mampu Cetak Gol dari Open Play
Liga Inggris 27 Januari 2026, 21:32
-
Klasemen Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026: Timnas Indonesia Peringkat Berapa?
Tim Nasional 27 Januari 2026, 21:00
-
Endrick: Kebangkitan Sang Penyerang, Dua Laga, Tiga Gol, Satu Assist di Lyon
Liga Eropa Lain 27 Januari 2026, 20:56
-
Manchester United Siapkan Tur Pramusim ke Skandinavia, Pertama dalam Hampir 30 Tahun
Liga Inggris 27 Januari 2026, 20:05
-
Perjalanan Berliku Fermin Lopez: Air Mata, Keraguan, dan Ledakan di Barcelona
Liga Spanyol 27 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05






