Ketika Arbeloa Menuntut Bernabeu Bersatu: Jangan Cemooh Pemain Terus Guys!

Editor Bolanet | 17 Januari 2026 16:12
Ketika Arbeloa Menuntut Bernabeu Bersatu: Jangan Cemooh Pemain Terus Guys!
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa di laga 16 besar Copa del Rey, 15 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Real Madrid sedang dalam kondisi babak belur. Usai gagal di Supercopa dan dipermalukan tim divisi dua di Copa del Rey, Los Blancos kini pulang ke Santiago Bernabeu untuk menjamu Levante, Sabtu (17/1/2026) malam WIB.

Alvaro Arbeloa, yang baru saja ditunjuk menggantikan Xabi Alonso di tengah pekan penuh gejolak, langsung dihadapkan pada ujian mental maha berat. Ia sadar, taktik saja tak cukup untuk menyelamatkan Madrid dari lubang jarum.

Advertisement

Sang entrenador anyar pun melontarkan seruan emosional kepada para suporter. Arbeloa secara terbuka meminta publik Bernabeu untuk tidak meninggalkan pemain, melainkan menjadi "pemain ke-12" yang menentukan.

Baginya, sejarah panjang 123 tahun Real Madrid selalu memiliki benang merah yang sama. Kejayaan besar hanya bisa diraih ketika tribune Bernabeu bersatu padu mendukung para petarung di lapangan hijau.

1 dari 3 halaman

90 Menit yang Sangat Panjang

90 Menit yang Sangat Panjang

Reaksi pemain Real Madrid setelah Albacete mencetak gol di laga 16 besar Copa del Rey, 15 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Arbeloa tidak menampik kekecewaan mendalam yang dirasakan fans saat ini. Namun, ia mengingatkan kembali tentang magis Bernabeu yang pernah ditakuti seluruh Eropa.

Ia mengutip kata-kata legendaris Juanito untuk membakar semangat suporter. Menurutnya, tekanan dari tribun harusnya diarahkan untuk meneror lawan, bukan membebani pemain sendiri.

"Juanito pernah berkata bahwa 90 menit di Bernabeu itu sangat lama (molto longo), dan dia tidak mengatakan 90 menit melawan pemain Real Madrid, dia mengatakannya di Bernabeu," ujar Arbeloa.

Arbeloa menegaskan bahwa dukungan total adalah kunci kebangkitan musim ini.

"Itulah yang akan saya minta dari para penggemar kami. Terlepas dari kekecewaan yang mereka rasakan, saya ingin mereka berada di samping kami, mendukung kami," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Filosofi Kerja Keras Arbeloa

Mantan bek sayap ini menolak mencari kambing hitam atas rentetan hasil buruk. Ia pasang badan penuh dan menyatakan dirinya sebagai satu-satunya orang yang bertanggung jawab.

Arbeloa berjanji akan bekerja tanpa mengenal waktu untuk mengembalikan martabat klub. Etos kerja keras menjadi tawaran utamanya untuk meyakinkan publik yang ragu.

"Saya mengatakannya pada hari pertama: Saya datang ke sini untuk bekerja sejak hari pertama dan selama yang dibutuhkan untuk mengembalikan tim ke tempat yang layak," tegas sang pelatih.

Ia pun menepis rumor miring soal staf pelatih sebelumnya.

"Jika ada yang ingin memelintir kata-kata saya menjadi kritik terhadap Xabi Alonso dan stafnya, mereka tidak akan menemukan cara untuk melakukannya. Mereka akan sangat salah," pungkas Arbeloa.

3 dari 3 halaman

Bellingham dan Fede Jadi Kunci

Selain faktor mental, Arbeloa juga menyoroti peran vital Jude Bellingham dan Federico Valverde. Ia memberikan kebebasan bagi keduanya untuk menjadi pemimpin di lapangan.

Bellingham diminta untuk lebih berpengaruh dalam mengatur serangan, sementara Valverde dipuji sebagai representasi semangat Madridisme sejati.

"Dia (Valverde) berbakat dan mewujudkan semangat Juanito: karakter, kekuatan, komitmen, pengorbanan, dan keterampilan. Fede adalah Madridisme murni," puji Arbeloa.

"Saya menyukainya (Bellingham) karena dia memiliki kemampuan untuk menciptakan, membangun, dan itulah yang akan saya minta darinya: untuk memiliki dampak pada permainan," tutupnya.

LATEST UPDATE