Ketika Arbeloa Menuntut Bernabeu Bersatu: Jangan Cemooh Pemain Terus Guys!
Editor Bolanet | 17 Januari 2026 16:12
Bola.net - Real Madrid sedang dalam kondisi babak belur. Usai gagal di Supercopa dan dipermalukan tim divisi dua di Copa del Rey, Los Blancos kini pulang ke Santiago Bernabeu untuk menjamu Levante, Sabtu (17/1/2026) malam WIB.
Alvaro Arbeloa, yang baru saja ditunjuk menggantikan Xabi Alonso di tengah pekan penuh gejolak, langsung dihadapkan pada ujian mental maha berat. Ia sadar, taktik saja tak cukup untuk menyelamatkan Madrid dari lubang jarum.
Sang entrenador anyar pun melontarkan seruan emosional kepada para suporter. Arbeloa secara terbuka meminta publik Bernabeu untuk tidak meninggalkan pemain, melainkan menjadi "pemain ke-12" yang menentukan.
Baginya, sejarah panjang 123 tahun Real Madrid selalu memiliki benang merah yang sama. Kejayaan besar hanya bisa diraih ketika tribune Bernabeu bersatu padu mendukung para petarung di lapangan hijau.
90 Menit yang Sangat Panjang

Arbeloa tidak menampik kekecewaan mendalam yang dirasakan fans saat ini. Namun, ia mengingatkan kembali tentang magis Bernabeu yang pernah ditakuti seluruh Eropa.
Ia mengutip kata-kata legendaris Juanito untuk membakar semangat suporter. Menurutnya, tekanan dari tribun harusnya diarahkan untuk meneror lawan, bukan membebani pemain sendiri.
"Juanito pernah berkata bahwa 90 menit di Bernabeu itu sangat lama (molto longo), dan dia tidak mengatakan 90 menit melawan pemain Real Madrid, dia mengatakannya di Bernabeu," ujar Arbeloa.
Arbeloa menegaskan bahwa dukungan total adalah kunci kebangkitan musim ini.
"Itulah yang akan saya minta dari para penggemar kami. Terlepas dari kekecewaan yang mereka rasakan, saya ingin mereka berada di samping kami, mendukung kami," tambahnya.
Filosofi Kerja Keras Arbeloa
Mantan bek sayap ini menolak mencari kambing hitam atas rentetan hasil buruk. Ia pasang badan penuh dan menyatakan dirinya sebagai satu-satunya orang yang bertanggung jawab.
Arbeloa berjanji akan bekerja tanpa mengenal waktu untuk mengembalikan martabat klub. Etos kerja keras menjadi tawaran utamanya untuk meyakinkan publik yang ragu.
"Saya mengatakannya pada hari pertama: Saya datang ke sini untuk bekerja sejak hari pertama dan selama yang dibutuhkan untuk mengembalikan tim ke tempat yang layak," tegas sang pelatih.
Ia pun menepis rumor miring soal staf pelatih sebelumnya.
"Jika ada yang ingin memelintir kata-kata saya menjadi kritik terhadap Xabi Alonso dan stafnya, mereka tidak akan menemukan cara untuk melakukannya. Mereka akan sangat salah," pungkas Arbeloa.
Bellingham dan Fede Jadi Kunci
Selain faktor mental, Arbeloa juga menyoroti peran vital Jude Bellingham dan Federico Valverde. Ia memberikan kebebasan bagi keduanya untuk menjadi pemimpin di lapangan.
Bellingham diminta untuk lebih berpengaruh dalam mengatur serangan, sementara Valverde dipuji sebagai representasi semangat Madridisme sejati.
"Dia (Valverde) berbakat dan mewujudkan semangat Juanito: karakter, kekuatan, komitmen, pengorbanan, dan keterampilan. Fede adalah Madridisme murni," puji Arbeloa.
"Saya menyukainya (Bellingham) karena dia memiliki kemampuan untuk menciptakan, membangun, dan itulah yang akan saya minta darinya: untuk memiliki dampak pada permainan," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nyali Marc Bernal Tak Ciut Meskipun Harus Bersaing dengan Rodri di Barcelona
Liga Spanyol 1 September 2026, 16:15
-
Raphinha, Kapten Ideal Barcelona!
Liga Spanyol 1 September 2026, 13:43
-
3 Pelajaran dari Kemenangan Barcelona atas Rayo: Ada Kekuatan, Ada Masalah
Liga Spanyol 1 September 2026, 13:02
-
Lamine Yamal Tembus 50 Gol untuk Barcelona, Rekornya Lebih Cepat dari Mbappe dan Haaland
Liga Spanyol 1 September 2026, 11:24
LATEST UPDATE
-
Real Madrid 'Terjebak' Situasi Sulit untuk Menjual Ferland Mendy
Liga Spanyol 1 September 2026, 21:14
-
Resmi! Barcelona Tuntaskan Transfer Gabriel Jesus dari Arsenal
Liga Spanyol 1 September 2026, 20:11
-
Kabar Terbaru Jorge Salinas: Jadi Gabung Manchester United?
Liga Inggris 1 September 2026, 20:02
-
No Arsenal, No Barcelona! Julian Alvarez Terima Nasib Bertahan di Atletico!
Liga Spanyol 1 September 2026, 19:52
-
Aston Villa Tutup Pintu Bagi Manchester United untuk Daratkan Ian Maatsen
Liga Inggris 1 September 2026, 19:42
-
Chelsea Ingin Manu Kone Jadi Penerus Enzo Fernandez, AS Roma: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 1 September 2026, 19:33
-
Gagal ke Fiorentina dan Juventus, Ini 2 Opsi Masa Depan Joshua Zirkzee
Liga Inggris 1 September 2026, 19:22
-
Chelsea Impor Gelandang dari Prancis untuk Gantikan Enzo Fernandez?
Liga Inggris 1 September 2026, 19:12
-
Bukannya Beli, MU Malah Jual Bek Kiri di Deadline Day?
Liga Inggris 1 September 2026, 19:02
-
Tiba di Turin, Nick Woltemade Segera Jadi Pemain Baru Juventus
Liga Italia 1 September 2026, 18:52
-
Resmi! Chelsea Jual Sang Striker ke RB Leipzig
Liga Inggris 1 September 2026, 18:42
-
Xavi Espart Makin Bersinar Bersama Barcelona
Liga Spanyol 1 September 2026, 18:35
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




