Ketika Ego Bertemu Strategi: Tantangan Xabi Alonso Mengelola Tekanan Ruang Ganti Real Madrid
Richard Andreas | 4 November 2025 19:12
Bola.net - Mengelola Real Madrid bukan sekadar persoalan taktik atau pemilihan susunan pemain. Di balik sorotan kamera dan kemenangan besar, ada medan lain yang sama penting: ruang ganti penuh bintang dengan ego yang besar. Xabi Alonso kini menghadapi tantangan itu secara langsung.
Laporan terbaru menyebut adanya ketegangan antara Alonso dan sejumlah pemain inti. Para pemain tersebut dikabarkan tidak sepenuhnya nyaman dengan pendekatan manajerial sang pelatih yang dianggap lebih tegas dan lebih berjarak dibandingkan era Carlo Ancelotti. Sebuah dinamika yang langsung mencuri perhatian publik.
Situasi ini menjadi semakin mencolok setelah insiden Vinicius Junior pada laga El Clasico terakhir. Sang pemain menunjukkan ketidakpuasan saat ditarik keluar, kemudian menyampaikan permintaan maaf yang tidak menyertakan nama Alonso. Simbol kecil, tapi sarat makna.
Namun, di Real Madrid, dinamika seperti ini bukan hal baru. Pelatih selalu berjalan di garis tipis antara otoritas taktik dan diplomasi ruang ganti. Pertanyaan yang muncul, bagaimana Alonso menghadapinya?
Gesekan dengan Pemain Bintang: Vinicius dan Para Senior
Tanda ketidaknyamanan paling terlihat melibatkan Vinicius Junior. Reaksinya ketika diganti, lalu permintaan maaf yang tidak menyebut sang pelatih, menandakan adanya jarak emosional. Alonso kemudian hadir saat Vinicius meminta maaf secara langsung kepada rekan-rekannya di pusat latihan, menunjukkan bahwa situasi itu tidak dibiarkan menggantung.
Namun Vinicius bukan satu-satunya. Beberapa pemain senior juga dikabarkan merasa kurang dihargai. Hal ini berkaitan dengan perubahan gaya manajemen dan penyesuaian taktik yang disebutkan tidak selalu memaksimalkan peran mereka.
Alonso datang dengan struktur permainan yang jelas, sementara sejumlah pemain merasa peran dan kontribusinya tidak lagi sejelas sebelumnya.
Di sisi lain, ada pula pemain dengan status dan pengalaman yang mendukung pendekatan Alonso. Artinya, ruang ganti Madrid kembali menjadi ruang negosiasi pengaruh dan identitas permainan, sesuatu yang sudah berlangsung lama dalam sejarah klub.
Kondisi ini secara alami menimbulkan ketegangan. Namun sejauh ini, tensi tersebut belum berkembang menuju titik yang tidak bisa ditangani.
Sejarah yang Berulang: Real Madrid Tidak Pernah Tentang Pelatih Saja

Real Madrid adalah klub yang lebih mengutamakan bintang. Dalam sejarah panjangnya, pelatih yang mencoba memaksa sistem penuh disiplin sering kali berakhir cepat.
Dari era Alfredo Di Stefano hingga Rafael Benitez, struktur kekuasaan bernuansa kuat: manajer boleh mengorganisir permainan, tapi pemain bintang-lah yang menentukan suasana ruang ganti.
Contoh paling nyata terjadi pada 2015 ketika Benitez gagal membangun kedekatan dengan Cristiano Ronaldo dan bahkan memberi masukan teknis kepada Luka Modric yang dianggap tidak perlu.
Hasilnya, ia hanya bertahan setengah musim. Di era yang lebih lama, Jose Mourinho pun mengalami benturan serupa dengan tokoh penting seperti Iker Casillas dan Sergio Ramos.
Pelatih yang sukses di Madrid justru mereka yang memilih pendekatan man-management, yaitu Zinedine Zidane dan Carlo Ancelotti. Mereka menempatkan hubungan interpersonal sebagai fondasi, sementara taktik disesuaikan dengan karakter pemain. Kuncinya adalah keseimbangan antara tuntutan kompetitif dan keluwesan pendekatan.
Alonso datang dengan latar belakang pemahaman dasar klub tersebut. Namun, ia juga membawa visi baru yang lebih struktural, dan di situlah ketegangannya bermula.
Pergantian Generasi dan Tantangan Kepemimpinan Baru
Madrid kini berada dalam transisi generasi. Toni Kroos pensiun, sementara Luka Modric dan Lucas Vazquez telah meninggalkan klub.
Selama satu dekade, keduanya menjadi contoh budaya kerja dan kedewasaan di ruang ganti. Dengan mereka tidak lagi hadir, ruang itu kehilangan figur senior yang menanamkan standar harian.
Ancelotti sempat merasakan penurunan fokus skuad menjelang akhir masa jabatannya, dan Alonso menyadari hal serupa. Karena itulah ia berusaha memperketat disiplin dan struktur. Namun perubahan seperti ini, jika tidak dibarengi komunikasi yang pas, sangat mudah menimbulkan resistensi.
Florentino Perez pada dasarnya mendukung manajer yang berani menjaga otoritas. Namun dukungan itu selalu bersyarat: semuanya bergantung pada hasil. Dan untuk saat ini, hasil memihak Alonso.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Cedera, Rotasi, dan Adaptasi: Mengapa Peran Trent Alexander-Arnold di Real Madrid Masih Menggantung
- Superkomputer Prediksi Liverpool Sedikit Lebih Diunggulkan Lawan Real Madrid
- Liverpool Siap Tiru Rekor Juventus Hadapi Real Madrid di Liga Champions
- Carlo Ancelotti Tegur Vinicius Junior Usai Ngamuk ke Xabi Alonso di El Clasico
- Hadiah dari Bintang Chelsea Bikin Heboh, Sepatu Baru Vinicius Jr Cantumkan Nama Pemain Barca
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Atletico Madrid vs Betis: Gol Antony Bungkam Metropolitano
Liga Spanyol 9 Februari 2026, 02:56
-
Tempat Menonton Valencia vs Real Madrid: Live Streaming La Liga di Vidio
Liga Spanyol 8 Februari 2026, 20:47
-
Live Streaming Valencia vs Real Madrid - Link Nonton La Liga/Liga Spanyol di Vidio
Liga Spanyol 8 Februari 2026, 20:00
-
Ketajaman Lewandowski, Konsistensi Rashford, Mentalitas Kolektif Barcelona
Liga Spanyol 8 Februari 2026, 07:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 9 Februari 2026, 09:00
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 9 Februari 2026, 09:00
-
Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7, Nova Arianto Akui Tidak Sesuai Ekspektasi
Tim Nasional 9 Februari 2026, 08:59
-
Inter Milan Pesta 5 Gol, Cristian Chivu: Peluang Scudetto Kami Masih Nol!
Liga Italia 9 Februari 2026, 08:44
-
Pesta 5 Gol Inter Milan: Lautaro Martinez Masuk Buku Sejarah, Dimarco Panen Pujian!
Liga Italia 9 Februari 2026, 08:26
-
Kok Bisa Kena Comeback Man City, Liverpool? Ini Jawaban Van Dijk
Liga Inggris 9 Februari 2026, 08:21
-
Man of the Match Valencia vs Real Madrid: Alvaro Carreras
Liga Spanyol 9 Februari 2026, 06:25
-
Man of the Match Juventus vs Lazio: Pierre Kalulu
Liga Italia 9 Februari 2026, 06:18
-
Man of the Match Sassuolo vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 9 Februari 2026, 06:09
-
Hasil PSG vs Marseille: Ousmane Dembele dkk. Berpesta Gol di Le Classique
Liga Eropa Lain 9 Februari 2026, 05:59
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42





