Ketika Kylian Mbappe Mengeksekusi Penalti dengan Panenka Tepat di Hadapan Brahim Diaz

Asad Arifin | 25 Januari 2026 09:06
Ketika Kylian Mbappe Mengeksekusi Penalti dengan Panenka Tepat di Hadapan Brahim Diaz
Kylian Mbappe melakukan eksekusi penalti pada laga Villarreal vs Real Madrid di pekan ke-21 La Liga, Minggu (25/1) dini hari WIB (c) AP Photo/Alberto Saiz

Bola.net - Aksi Kylian Mbappe kembali menjadi pusat perhatian saat Real Madrid bertandang ke markas Villarreal pada pekan ke-21 La Liga. Bukan sekadar gol, eksekusi penalti Mbappe mengandung makna yang jauh lebih dalam.

Laga yang berlangsung di Stadion de la Ceramica, Minggu (25/1) dini hari WIB, menyajikan momen simbolik dari sosok yang kini tak hanya dipandang sebagai bintang, tetapi juga pemimpin di ruang ganti Los Blancos.

Advertisement

Mbappe mengeksekusi penalti dengan gaya panenka, pilihan yang sarat risiko, tepat setelah publik sepak bola masih membicarakan kegagalan serupa yang dialami Brahim Diaz di final Piala Afrika 2025.

Dalam konteks itulah, penalti Mbappe tak berdiri sebagai aksi individual semata. Ia menjadi pesan, gestur solidaritas, sekaligus pernyataan kepemimpinan di panggung besar sepak bola Eropa.

1 dari 3 halaman

Panenka Mbappe dan Pesan untuk Brahim Diaz

Panenka Mbappe dan Pesan untuk Brahim Diaz

Brahim Diaz mengeksekusi penalti panenka dalam laga Senegal vs Maroko di final Piala Afrika 2025, Senin (19/1/2026). (c) AP Photo/Mosaab Elshamy

Di penghujung waktu tambahan melawan Villarreal, Kylian Mbappe dijatuhkan di dalam kotak penalti. Tanpa ragu, penyerang asal Prancis itu maju sebagai eksekutor dalam situasi yang menuntut ketenangan tinggi.

Alih-alih memilih eksekusi aman, Mbappe melambungkan bola ke tengah gawang dengan gaya panenka. Sebuah keputusan berani yang langsung mengundang reaksi dari publik dan pengamat La Liga.

Selebrasi Mbappe menjadi sorotan berikutnya. Mbappe, menurut beIN Sport, menghampiri Brahim Diaz, memeluknya, lalu berucap: “Untukmu, untukmu.” Gestur itu segera dipahami sebagai pesan personal yang sarat empati.

Mbappe kemudian menegaskan makna selebrasi tersebut kepada media. Kepada Marca, ia mengatakan bahwa “Itu adalah bentuk dukungan untuknya.” Sebuah kalimat singkat yang menjelaskan segalanya tanpa perlu penafsiran berlebihan.

2 dari 3 halaman

Kepemimpinan Mbappe Meluas Melampaui Satu Momen

Kepemimpinan Mbappe Meluas Melampaui Satu Momen

Selebrasi Kylian Mbappe di laga Villarreal vs Real Madrid, Minggu (25/01/2026). (c) AP Photo/Alberto Saiz

Brahim Diaz sendiri tampil impresif sepanjang Piala Afrika 2025 bersama Maroko. Namun, sorotan tajam datang setelah ia gagal mengeksekusi penalti panenka di final, sebuah momen krusial yang berujung kekalahan Maroko dari Senegal di babak perpanjangan waktu.

Kritik publik terhadap Diaz menjadi latar kuat dari gestur Mbappe. Penalti panenka di La Ceramica seolah menjadi pembelaan diam-diam bahwa kegagalan bukan alasan untuk menghakimi seorang pemain.

Sikap ini konsisten dengan perilaku Mbappe sebelumnya. Ia juga pernah tampil di garis depan membela Vinicius Junior ketika rekan setimnya itu menjadi sasaran cemoohan dan tekanan berlebihan dari tribun.

Mbappe bahkan menegaskan bahwa kritik seharusnya diarahkan kepada tim secara kolektif, bukan individu. Di titik ini, peran Mbappe di Real Madrid melampaui pencetak go. Ia menjelma figur pemimpin yang memahami dimensi psikologis sepak bola modern.

Sumber: beIN Sport

LATEST UPDATE