Kylian Mbappe: Kisah Hidup, Inspirasi, dan Tekanan Besar di Balik Kesuksesan
Aga Deta | 11 September 2025 12:10
Bola.net - Kylian Mbappe kini menjalani babak baru dalam kariernya setelah meninggalkan PSG pada musim panas 2024. Ia bergabung dengan Real Madrid lewat status bebas transfer dan langsung menjadi sorotan dunia.
Namun, kepindahannya ke Santiago Bernabeu bukan sekadar soal pilihan karier. Di balik keputusan besar itu, ada kisah panjang yang dibagikan oleh sang ibu sekaligus agen, Fayza Lamari.
Dalam wawancaranya dengan L’Equipe, Lamari mengisahkan bagaimana perjalanan putranya penuh dengan impian, tekanan, sekaligus pelajaran hidup. Kisah ini menunjukkan sisi lain Mbappe yang jarang terlihat di lapangan.
Bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang bagaimana seorang anak harus tumbuh di tengah sorotan publik. Lamari menggambarkan betapa tipis batas antara kesuksesan dan kehilangan kehidupan pribadi.
Pilihan Meninggalkan PSG

Ketika meninggalkan PSG, banyak pihak menilai Mbappe mengambil risiko besar. PSG dianggap lebih dekat dengan gelar Liga Champions, sementara Madrid sedang membangun ulang skuadnya.
Meski begitu, keputusan Mbappe sudah bulat. Lamari menegaskan putranya ingin memulai dari nol bersama klub impiannya sejak kecil.
“Mereka mengatakan PSG lebih dekat meraih Liga Champions, dan dia menjawab dengan mata polos: ‘Ya, saya tahu, tapi itu tidak masalah, saya mulai dari nol.’ Saat itu saya kembali menemukan Kylian yang dulu saya impikan di kamarnya,” ujar Lamari.
“Ketika para fans bersorak atau mencemooh dia, di situlah kamu kehilangan anakmu. Dia menjadi milik semua orang, kecuali kamu. Pada level itu, tidak ada kehidupan di luar sepak bola,” tambahnya.
Inspirasi dari Zidane dan Ronaldo

Sejak kecil, Mbappe sudah terpesona dengan Real Madrid. Dua sosok penting yang mempengaruhinya adalah Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo.
Menurut Lamari, putranya bahkan sampai merasa dirinya orang Portugis karena begitu kagum pada Ronaldo. Mbappe mendukung Portugal hanya demi idolanya.
“Itu bermula dengan Zidane ketika dia berusia empat tahun. Lalu Cristiano Ronaldo – baginya, dia adalah orang Portugis. Dia akan menonton pertandingan Portugal dan mendukung Ronaldo. Dia berkata: ‘Saya orang Portugis’,” ungkap Lamari.
“Pada usia 14, dia berkata kepada saya: ‘Ibu, dia menyentuh jaket saya. Saya tidak akan mencucinya lagi’,” kenang Lamari tentang pertemuan Mbappe dengan Zidane.
Popularitas, Kerendahan Hati, dan Tekanan

Ketenaran selalu datang dengan konsekuensi besar. Lamari menekankan bahwa dirinya lebih bangga dengan sikap Mbappe sebagai pribadi daripada sebagai pemain bola.
Ia juga jujur mengakui ada masa ketika putranya bersikap arogan. Sebagai seorang ibu, ia merasa bertugas untuk mengingatkan agar Mbappe tetap membumi.
“Saya tidak suka kata ‘ikon.’ Itu menakutkan saya. Orang-orang membicarakan ketenaran tetapi tidak tentang ekspektasi dan konsekuensinya. Saya lebih bangga dengan pria yang dia jadi, bukan pemainnya,” kata Lamari.
“Tentu ada masa ketika dia arogan. Tapi sebagai ibu, kamu harus membawanya kembali ke bumi. Dia berhak merasa lelah kadang-kadang. Dia juga manusia,” tegasnya.
Beratnya Hidup dalam Sorotan Publik

Lamari menggambarkan betapa cepatnya perjalanan Mbappe, dari Monaco hingga menjadi bintang global. Semua itu tidak hanya memberi kebanggaan, tapi juga tekanan besar.
Bagi orang tua, eksposur media juga menjadi beban. Mereka ikut merasakan dampak sistem sepak bola modern yang keras.
“Orang tua adalah korban dari sistem ini. Ketika anakmu terkenal, isolasi bukan yang membuatmu tertekan, melainkan penilaian publik,” ucap Lamari.
“Itu adalah momen tersulit bagi saya. Dia menangis, dan saya berkata: ‘Kita akan berjuang.’ Saat itu kamu menyadari betapa rapuh semuanya. Jika Kylian melakukan kesalahan di Swedia, saya sendiri yang akan membawanya ke polisi,” tutup Lamari.
Sumber: Madrid Universal
Klasemen La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Terancam Sanksi Usai Derbi Madrid, Telat 5 Menit dari Jadwal Masuk Lapangan
Liga Spanyol 21 September 2026, 20:22
-
Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
Liga Inggris 21 September 2026, 20:01
-
Benjamin Sesko Cedera, Berapa Laga Man United yang Bisa Dilewatkan?
Liga Inggris 21 September 2026, 19:26
-
Luis de la Fuente Perpanjang Kontrak usai Antar Spanyol Sukses di Piala Dunia
Piala Eropa 21 September 2026, 18:56
LATEST UPDATE
-
Bernardo Silva Mulai Tersisih di Real Madrid, Hanya Main 8 Menit dalam 2 Laga
Liga Spanyol 22 September 2026, 00:06
-
Cole Palmer, Declan Rice, dan Marcus Rashford Absen Bela Timnas Inggris
Piala Eropa 21 September 2026, 23:31
-
Pelatih Malaysia Sebut Indonesia Favorit di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 23:08
-
7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
Liga Spanyol 21 September 2026, 22:56
-
Italia Kehilangan Federico Dimarco, Roberto Mancini Panggil Bek Aston Villa
Piala Eropa 21 September 2026, 22:21
-
Delegasi FIFA Cek Kesiapan GBK Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:58
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi Usai Juventus Kalahkan Atalanta
Liga Italia 21 September 2026, 21:46
-
Erick Thohir Kembali Pastikan Bonus Rp3 Miliar untuk Emas Asian Games 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:23
-
Levi Colwill Yakin Chelsea Bangkit Usai Jeda Internasional
Liga Inggris 21 September 2026, 21:11
-
Real Madrid Terancam Sanksi Usai Derbi Madrid, Telat 5 Menit dari Jadwal Masuk Lapangan
Liga Spanyol 21 September 2026, 20:22
-
Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
Liga Inggris 21 September 2026, 20:01
-
Benjamin Sesko Cedera, Berapa Laga Man United yang Bisa Dilewatkan?
Liga Inggris 21 September 2026, 19:26
-
Jorge Martin Batal Operasi Usai MotoGP Austria, Ada Risiko Besar yang Ingin Dihindari
Voli 21 September 2026, 19:24
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

