Luis Milla Beber Rahasia Sukses La Masia Entaskan Talenta Muda
Serafin Unus Pasi | 27 Juli 2020 18:35
Bola.net - Luis Milla mengungkap rahasia di balik sukses Akademi La Masia milik Barcelona dalam menyemai talenta-talenta muda pesepak bola. Alumnus La Masia ini menyebut bahwa sukses akademi yang diretas pada 1979 tersebut tak lepas dari pemilihan bibit pemain mereka.
"Kita tahu seperti apa filosofi permainan yang diterapkan di La Masia. Kuncinya, adalah seleksi pemain seperti apa yang dilakukan," kata Luis Milla, dalam acara unjuk wicara yang digelar Garuda Nusantara Channel.
"Barcelona tidak mencari pemain dengan fisik bagus. Mereka mencari pemain yang pintar," sambungnya.
Menurut Milla, dalam melakukan seleksi, Barcelona juga mempertimbangkan aspek teknik. Namun, menurut eks pelatih Timnas Indonesia ini, yang menjadi faktor utama adalah inteligensi.
"Tentu teknik juga dipertimbangkan. Namun, yang dicari adalah pemain yang punya teknik bagus dan kepintaran. Fisik nomor dua," tutur Milla.
"Ini adalah rahasia dari La Masia. Dalam 30 tahun terakhir, pemain pintarlah yang dicari," ia menambahkan.
Selain itu, Milla menyebut bahwa gaya bermain Barcelona sudah sangat jelas. Karenanya, mereka tinggal mencari pemain untuk memainkan gaya bermain tersebut.
"Pemain-pemain muda ini yang diharapkan bisa tembus ke tim senior Barcelona. Ada banyak contoh pemain dari La Masia yang masuk ke tim senior seperti Xavi Hernandez, Lionel Messi, Andres Iniesta, dan yang belakangan ada Riqui Puig juga Ansu Fati," ujarnya.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Filosofi Lain di Akademi Lain
Sementara itu, Milla menyebut bahwa mencari pemain dengan prioritas aspek inteligensi tak otomatis dilakukan pula oleh akademi-akademi lain. Ada akademi lain, menurut pria yang juga pernah memperkuat Real Madrid dan Valencia ini, yang menerapkan filosofi berbeda.
"Ada tim lain, seperti Villareal, yang juga punya akademi bagus. Profil pemain mereka bagus. Namun, cara main mereka berbeda dengan Barcelona. Ada juga Sevilla dan Espanyol," ungkap pelatih berusia 54 tahun tersebut.
"Selain itu, ada Alaves dan Getafe. Mereka lebih memilih fisik ketimbang teknik. Hal ini tak lepas dari filosofi permainan mereka. Apa pun filosofinya, yang paling penting adalah keberlanjutan," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Rugi Hingga Rp3,4 Triliun, Barcelona: Kami Harus Menutup Toko dan Museum
- Buka-bukaan Bos Barcelona Soal Transfer Neymar-Lautaro dan Masa Depan Leo Messi
- Andai Juara Liga Champions, Apa Lantas Masalah Barcelona Langsung Beres?
- Beda Nasib Real Madrid dan Barcelona Musim Ini: Yang Satu Juara, Satunya Lagi?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 22 April 2026, 09:23
-
Man of the Match Madrid vs Alaves: Kylian Mbappe
Liga Spanyol 22 April 2026, 05:29
-
Kylian Mbappe dan Thibaut Courtois Bisa 'Selamatkan' Musim Real Madrid
Liga Spanyol 22 April 2026, 03:35
-
Barcelona Perlu Buka Ruang Finansial: 5 Pemain Bisa Dilepas
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:13
LATEST UPDATE
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37












