FOLLOW US:


Beda Nasib Real Madrid dan Barcelona Musim Ini: Yang Satu Juara, Satunya Lagi?

26-07-2020 19:00

 | Richard Andreas

Beda Nasib Real Madrid dan Barcelona Musim Ini: Yang Satu Juara, Satunya Lagi?
Bomber Real Madrid, Karim Benzema, bersama bek senior Barcelona, Gerard Pique usai duel El Clasico. © AP Photo

Bola.net - Mantan pelatih Real Madrid yang dikenal sebagai salah satu pelatih senior terbaik di dunia, Fabio Capello, membagikan pendapatnya soal persaingan Madrid dan Barcelona di La Liga musim ini. Capello tahu nasib dua tim tangguh itu berbeda drastis.

Madrid berhasil jadi juara, trofi La Liga ke-34, setelah tampil lebih konsisten pada beberapa bulan terakhir, setelah sepak bola dilanjutkan kembali pasca-karantina.

Barcelona sebaliknya. Karena masalah internal yang tak kunjung usai sejak awal musim, Barca pun tidak bisa tampil konsisten, bahkan beberapa kali tampak kehilangan gairah di lapangan

Bagi Capello, kontras kondisi kedua tim ini patut diamati. Apa katanya? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

1 dari 2

Keberhasilan Real Madrid

Capello tegas mengakui Madrid yang sekarang memang pantas jadi juara, pasukan Zinedine Zidane itu terbukti yang paling konsisten dan berkembang sejak awal musim.

Juga, Capello tak setuju dengan gagasan bahwa Madrid berhasil jadi juara karena di saat yang sama Barca tampil buruk.

"Memang layak [jadi juara]. Mereka menyuguhkan permainan terbaik di liga, mencetak banyak gol dan tidak mudah kebobolan. Madrid telah mengakhiri monopoli Barcelona dan telah memanfaatkan kemerosotan rival," buka Capello kepada Marca

"Namun, kita harus jelas, Madrid menjuarai liga karena kemampuan mereka sendiri, bukan karena kesalahan tim lain."

2 dari 2

Kegagalan Barcelona

Lebih lanjut, soal kegagalan Barcelona, Capello merasa seharusnya tidak sampai separah sekarang. Dia tahu Barcelona bermasalah, tapi kegagalan Barca menyelesaikan masalah itulah yang membuatnya terkejut.

"Situasinya sangat aneh. Saya tidak paham bagaimana mereka bisa kolaps. Kepergian Ernesto Valverde mengejutkan, lalu Quique Setien tiba dengan filosofi yang sangat spesifik, akibatnya tim jadi tercerai-berai," sambung Capello.

"Mereka punya banyak pemain bagus, tapi banyak di antaranya sudah uzur. Mereka menghadapi masalah rumit jangka pendek dan jangka menengah," tandasnya.

Sumber: Marca