Madrid vs Monaco: Arbeloa Pasang Target 8 Besar UCL dan Misi Damai dengan Suporter
Afdholud Dzikry | 20 Januari 2026 10:22
Bola.net - Alvaro Arbeloa menghadapi ujian berat pertamanya di pentas Eropa. Real Madrid akan menjamu AS Monaco dalam lanjutan Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (21/1/2026) dini hari nanti.
Namun, lawan terberat Los Blancos mungkin bukan Monaco. Melainkan atmosfer panas dari tribun suporter sendiri yang belakangan kerap mencemooh pemain.
Arbeloa sadar betul situasi ini. Ia menantang skuadnya untuk membuktikan diri dan mengubah amarah fans menjadi dukungan total.
Misi ini menjadi harga mati. Kemenangan tak hanya soal tiga poin, tapi juga soal mengembalikan keangkeran Bernabeu.
Ubah Siulan Jadi Tepuk Tangan

Sebagai mantan pemain, Arbeloa paham betul karakter Madridista. Mereka adalah penonton yang kritis namun sangat adil dalam menilai usaha pemain.
Tugas Jude Bellingham dan kawan-kawan adalah menunjukkan etos kerja militan. Hanya itu cara membungkam kritik.
"Saya tahu seperti apa penonton Bernabeu karena saya pernah menjadi bagian darinya. Mereka adil," ujar Arbeloa.
Arbeloa ingin menjadikan laga melawan Monaco sebagai titik balik. Tidak boleh ada lagi toxic relationship antara pemain dan suporter.
"Sekarang terserah kita untuk mengubah cemoohan itu menjadi tepuk tangan. Biarkan mereka melihat usaha yang kami lakukan," tegasnya.
"Kami sedang mengusahakannya, dan kami tahu mereka akan mendukung kami," tambah Arbeloa optimis.
Target Harga Mati: 8 Besar

Di luar drama tribun, Arbeloa mengingatkan pentingnya aspek teknis. Kemenangan atas Monaco akan mendekatkan Madrid ke target utama mereka.
Madrid membidik posisi delapan besar di fase liga. Ini krusial untuk lolos otomatis ke 16 besar tanpa harus melewati play-off.
"Tim dalam kondisi baik, mereka lapar dan positif setelah kemenangan hari Sabtu," kata suksesor Xabi Alonso itu.
Arbeloa ingin timnya tampil dominan demi memuluskan jalan menuju tangga juara.
"Menang besok akan membawa kita lebih dekat ke tujuan kita. Kami tahu betapa pentingnya itu," imbuhnya.
Skuad Mewah, Haram Mengeluh
Arbeloa juga menepis anggapan bahwa Madrid butuh gelandang kreatif baru. Ia merasa skuad yang dimilikinya saat ini sudah lebih dari cukup.
Dalam enam hari melatih, ia mengaku terkejut dengan kualitas personal para pemainnya.
"Saya sudah bilang sejak hari pertama bahwa saya punya skuad yang luar biasa. Saya sangat beruntung," puji Arbeloa.
Baginya, tidak ada alasan untuk tidak bersaing memperebutkan semua trofi. La Liga dan Liga Champions tetap menjadi target realistis.
"Saya datang ke sini untuk memperebutkan setiap gelar. Itu tujuan kami, dan kami akan lakukan apa pun untuk memperjuangkannya," tegasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















