Pedri dan Ferran Torres Bongkar Sanksi Gila Hansi Flick di Barcelona, Telat 10 Menit Bisa Kena Rp700 Juta!
Dimas Ardi Prasetya | 26 Februari 2026 03:40
Bola.net - Perubahan besar tengah terjadi di ruang ganti Barcelona sejak kedatangan Hansi Flick. Pelatih asal Jerman itu perlahan mengubah budaya disiplin klub menjadi jauh lebih ketat dan terstruktur.
Setiap detail kini diperhatikan dengan serius, terutama soal ketepatan waktu. Flick menjadikan kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam membangun kembali mentalitas skuad.
Tak ada toleransi untuk keterlambatan, sekecil apa pun alasannya. Bagi Flick, datang tepat waktu bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk rasa hormat terhadap tim dan institusi.
Dua bintang Blaugrana, Pedri dan Ferran Torres, pun akhirnya membocorkan seperti apa kerasnya aturan baru tersebut. Mereka mengungkapnya saat tampil bersama di acara televisi populer Spanyol, El Hormiguero.
Pedri: Sekarang Telat Langsung Didenda

Pedri mengakui bahwa aturan soal ketepatan waktu mengalami perubahan signifikan musim ini. Jika sebelumnya ada sanksi teknis seperti dicoret dari skuad pertandingan, kini pendekatannya berbeda.
Gelandang kreatif itu menjelaskan bahwa fokus hukuman sekarang lebih condong ke sanksi finansial. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat para pemain berpikir dua kali sebelum datang terlambat.
Pedri mengatakan: "Mengenai ketepatan waktu, kami telah sedikit mengubahnya. Jika Anda terlambat, Anda akan dikenakan denda," ungkapnya, via Goal. Pernyataan itu menegaskan bahwa tidak ada lagi toleransi, siapa pun statusnya di dalam tim.
Sebelumnya, Flick sendiri pernah menegaskan sikapnya soal disiplin waktu. Ia menyatakan: "(Terlambat) adalah kurangnya rasa hormat, bukan untuk saya tetapi untuk rekan setimnya, institusi, dan para penggemar. Tidak sulit untuk datang tepat waktu, ini tidak boleh terjadi dan telah terjadi."
Ferran Torres: 40.000 Euro untuk 10 Menit

Jika Pedri membocorkan perubahan sistemnya, Ferran Torres justru mengungkap angka yang membuat banyak orang terkejut. Denda yang diterapkan ternyata tidak main-main.
Torres menyebut bahwa keterlambatan singkat pun langsung berujung hukuman finansial besar. Besarnya nominal itu menjadi sinyal tegas bahwa Flick benar-benar serius menegakkan aturan.
Ia mengungkapkan: "40.000 untuk keterlambatan 10 menit pada hari pertandingan." Jumlah tersebut setara Rp700 juta hanya untuk telat sebentar.
Torres bahkan sempat bercanda soal kemungkinan denda yang lebih besar. Ia mengatakan: "Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak uang yang akan dikenakan untuk keterlambatan 20 menit. Anda mungkin lebih baik mengiriminya foto ibuprofen!" sebelum menambahkan bahwa hukuman baru itu "lebih menyakitkan, saya akan memberi tahu Anda itu."
Dari Dicadangkan hingga Denda: Kasus Jules Kounde Jadi Bukti

Sebelum kebijakan denda besar diterapkan, Flick sempat menggunakan hukuman teknis di lapangan. Salah satu contoh paling nyata adalah yang dialami Jules Kounde.
Bek asal Prancis itu beberapa kali harus menerima konsekuensi karena datang terlambat ke pertemuan tim sebelum pertandingan. Situasi tersebut berdampak langsung pada menit bermainnya.
Musim lalu, Kounde tercatat tiga kali harus memulai laga dari bangku cadangan akibat pelanggaran disiplin tersebut. Keputusan itu menjadi pesan keras bahwa tidak ada pemain yang kebal aturan.
Kini, pendekatan Flick tampaknya berevolusi. Alih-alih hanya hukuman teknis, sanksi finansial besar dipilih sebagai cara yang dinilai lebih efektif untuk menjaga ketertiban dan profesionalisme di dalam skuad Barcelona.
Klasemen Liga Spanyol
(Goal)
Baca Juga:
- Lionel Messi Akui Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Muda
- Barcelona Siapkan Skenario Permanen untuk Joao Cancelo: Transfer Gratis Jadi Kunci?
- Man United Mengendus Peluang Transfer Alejandro Balde dari Barcelona
- Ketika Kapten Masa Depan Barcelona Tergusur: Kisah Pahit Alejandro Balde
- Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
- Jelang Pemilihan Presiden Barcelona, Laporta Beri Pesan Tegas: Barca Tidak Boleh Jatuh ke Tangan Amatir
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Atalanta vs Dortmund: Davide Zappacosta
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:31
-
Hasil Atalanta vs Dortmund: Comeback Spektakuler, La Dea Melaju ke 16 Besar
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:01
-
Tak Cuma Satu, Man United Siap Bajak Dua Bintang Nottingham Forest Sekaligus!
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:31
-
Manchester United Siap Lahir Batin Jual Andre Onana
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:22
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Benfica: Aurelien Tchouameni
Liga Champions 26 Februari 2026, 05:37
-
Hasil PSG vs Monaco: Gagal Menang, Les Parisiens Tetap Lolos ke 16 Besar
Liga Champions 26 Februari 2026, 05:23
-
Hasil Al Najma vs Al Nassr: Cristiano Ronaldo 1 Gol & 1 Assist, Al Alami ke Pucuk Klasemen
Asia 26 Februari 2026, 04:34
-
Man of the Match Atalanta vs Dortmund: Davide Zappacosta
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:31
-
Hasil Atalanta vs Dortmund: Comeback Spektakuler, La Dea Melaju ke 16 Besar
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:01
-
Tak Cuma Satu, Man United Siap Bajak Dua Bintang Nottingham Forest Sekaligus!
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:31
-
Manchester United Siap Lahir Batin Jual Andre Onana
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:22
-
Wonderkid Ini Sebut Bruno Fernandes Mentor Terbaiknya di Manchester United
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:13
-
FIFA Series 2026 Jadi Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Asuhan John Herdman
Tim Nasional 26 Februari 2026, 01:03
-
Nonton Live Streaming Real Madrid vs Benfica di Vidio - Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 26 Februari 2026, 00:55
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58




